• Kopdar Merti Jiwo

    Merti Jiwo Gunung Tidar
    in Sosial-Budaya

    Merti, sebuah kata dalam khasanah bahasa Jawa. Merti bisa bermakna bebersih, membersihkan diri, atau mensucikan diri. Maka gabungan kata merti jiwo diartikan sebagai sebuah laku untuk mensucikan jiwa atau rohani kita sebagai manusia. Bagi sebagian ummat beragama, bersuci merupakan lelaku yang sangat penting sebagai prasyarat untuk melakukan ritual ibadah tertentu. Contohnya adalah lelaku wudlu bagi…

    READ MORE
  • senerek2

    Sop Snerek, Menu Spesial Khas Magelang
    in Magelangan

    Tidak semua hal peninggalan bangsa penjajah selalu jelek bagi bangsa yang pernah dijajahnya. Pernah mendengar kata senerek? Konon senerek berasal dari kesleonya lidah wong Jowo ketika menyebutkan kata snert. Snert dalam bahasa Belanda berarti kacang polong hijau. Jenis kacang ini dimasak menjadi menu snert soup untuk menghangatkan badan pada musim dingin. Menu ini turut dibawa…

    READ MORE
  • Keris3

    Keris Senopati, Landmark Baru Kota Magelang
    in Sosial-Budaya

    Berbicara tentang keris tentu saja tidak bisa dipisahkan dari adat dan tradisi manusia Jawa. Keris bukan satu-satunya warisan tradisi yang lahir dan hadir hanya dalam khasanah kebudayaan suku Jawa saja, suku bangsa yang lain juga mengenal keris dengan corak atau ragam khas masing-masing. Namun harus diakui bahwa pemaknaan historis dan filosofis bagi manusia Jawa relatif…

    READ MORE
  • FLG XIII

    Sajian Festival Lima Gunung XIII
    in Berita

    Hadiri dan nikmati rangkaian acara pentas seni dalam pagelaran Festival Lima Gunung XIII di Dusun Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Magelang, 23 – 24 Agustus 2014 Berikut rangkaian acara selengkapnya. Monggo: JADWAL_FLG XIII_web

    READ MORE
  • Pitulsan Srb1

    Perayaan Agustusan di Kecamatan Srumbung
    in Magelangan

    Kemerdekaan Republik Indonesia adalah milik bersama segenap bangsa Indonesia. Tidak hanya Presiden, para Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, anggota Dewan, bahkan juru parkir, pedagang kali lima, petani, nelayan, serta semua wong cilik adalah pemilik kemerdekaan negeri ini. Kemerdekaan tidak hanya menjadi milik mereka yang mengikuti upacara bendera. Lazimnya, upacara bendera sebagai peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan memang…

    READ MORE