Entah ada angin apa, tiba-tiba saya menerima sebuah sms dari salah seorang seorang Srikandi Balatidar, “Mas, mau minta info tentang nasi ambengan, Njenengan paham maknanya ndak Mas? Di Magelang ada juga ndak ya istilah tersebut? Nuwun.” Saya tentu saja bukan seorang budayawan ataupun filosof