MEMBUMIKAN NEGERI DI ATAS AWAN

Candi2Wonosobo yang berasal dari kata vana dan sabha, berarti hutan tempat petualangan atau bepergian. Letaknya yang secara topografis berada di tengah-tengah Pulau Jawa menjadikannya sebagai “payudaranya” Tanah Jawa. Dari sisi sisiohistoris “Tanah Kahyangan” ini mewarisi banyak peninggalan candi dan artefak sejarah awal peradaban Nusantara, sebutlah Candi Bima, Arjuna, Dwarawati, Semar dll.

Berawal dari woro-woro sedulur Blogger Serayu yang menggelar Wisata Blogger 2009, membawa Bala Tidar merambah tanah Dieng, satu dataran tinggi tertinggi di Jawa tersebut. Adalah gagasan sobat blogger yang didukung penuh oleh Pemda Kab Wonosobo, Wisata Blogger bertujuan untuk memperkenalkan segala sumber daya dan potensi yang dimiliki Wonosobo ke segenap penjuru dunia melalui dunia internet. Hmmm……. satu gagasan yang sangat brilian dan ambisius.

Pendopo4Bupati Kholiq Afif sadar benar bahwa dunia di masa kini telah memasuki era globalisasi dan informasi. Barangsiapa bisa memanfaatkan peluang penguasaan informasi, maka dialah yang akan menjadi panglima dunia. Insting kewartawanan yang mengalir semenjak usia muda, menjadikan Sang Bupati sangat paham peran kejurnalistikan dalam rangka menjual potensi daerahnya. Tidak hanya sampai di sini, bahkan ia menyempatkan diri menyusun buku tentang berbagai hal terkait dengan tanah Kahyangan Dieng.

Negeri di atas awan, Bumi Kahyangan dengan segala historis dan mistisismenya, kekayaan alam, dan budayanya tidaklah akan berarti tanpa pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dan untuk membangun daerah, maka peran para pemangku kepentingan sangat dibutuhkan. Tidak hanya rakyat dan pemda setempat, namun diharapkan para pemodal dari luarpun dapat melirik untuk berinvestasi di Wonosobo. Dengan demikian penyediaan informasi, sosialisasi, dan promosi menjadi ujung tombak dalam memperkenalkan potensi dan keunggulan daerah.

Candi3Keunggulan potensi Wonosobo memang luar biasa. Di dataran Dieng, berderet berbagai situs candi peninggalan Mataram Kuno yang menjadi kiblat papat gangsal pancernya para pemerhati sejarah dan kaum arkeolog. Alampun bermurah hati menghadiahkan keindahannya bagi negeri di atas awan ini, sebut saja ada Telaga Warna, Merdada, hingga Cebongan. Ada pula keindahan sang fajar Bukit Sikunir, terletak di Desa Sembungan, desa tertinggi di bumi Jawa. Ditambah pula seni batik dan balon raksasa di Sapuran, pemandian air hangat Kalianget, masih dilengkapi dengan kacang Dieng, carica, dan…….hmmm purwaceng. Sungguh surga dunia nan eksotik!

Kembali ke ide brilian Bupati Kholiq Afif, baginya betapa nenek moyang telah mengajarkan satu kearifan akan makna paseduluran dan nilai silaturahmi. Semakin banyak teman dan saudara maka di situ pula peluang rejeki melimpah dan mengalir deras. Maka digandenglah para blogger sebagai penyebar informasi,  para jurnalis independen yang ke depan akan semakin berperan strategis membentuk opini di media internet.

Teori sederhana gethok tular telah mengajarkan bahwa suatu kabar akan tersebar meluas dari mulut ke mulut untuk kemudian mengalir-menderas meluas di kalangan masyarakat umum. Di era teknologi informasi yang canggih, peran ini akan semakin cepat dengan peralatan media yang semakin mendukung, termasuk di dalamnya internet(terkhusus lagi media blog).

Twarna5Tidak hanya terhenti pada kegiatan Wisata Blogger, ide promosi daerah kemudian berkembang dan berlanjut melalui media televisi. Catatan kami di akhir tahun ini, betapa luar biasa kiprah Sang Bupati merangkul televisi melalui berbagai acara yang membidik sudut istimewa Bumi Kahyangan. Mulai dari acara Archipelago di Metro Tv, pengembaraan Mas Antoe Jadoel pada acara Riwajatmoe Doeloe di tv One, dan terakhir dokumentasi Melvi Khoa dari Sahabat Alam yang ditayangkan di DAAI Tv. Bahkan satu serial sinetron berjudul Pelangi dari Desa Sumberejo juga diputar di TVRI.

Fajar3Dalam rangka menangkap peluang dunia informasi untuk menggali dan mempromosikan potensi daerah, kiprah Bupati Wonosobo ini patut diacungi jempol. Luar biasa! Wonosobo yang di puncak gunung itu, Wonosobo yang terdiri daerah pedukuhan terpencil, Wonosobo negeri Kahyangan, negeri di atas awan itu kini telah membumi dengan bentuan media informasi. Bagaimana dengan daerah lain? Kapan Magelang memiliki pimpinan brilian semacam Kholiq Afif? Dan kepan pula Bumi Tidar memiliki komunitas blogger yang solit dan kompak?

Kampung Kosong, 13 Desember 2009