PENDEKAR TIDAR#16

Mayang1Menjelang digelarnya hajatan Malam Lailatul Kopdar di posko Pattiro Magelang di akhir Ramadhan 2010, turut merapat sesosok perempuan yang kelihatan anteng adhem ayem. Kehadirannya di tengah Bala Tidar memang baru pertama kalinya itu. Namun beberapa Bala Tidar sudah langsung dapat “nyambung” obrolan yang akrab semanak karena memang telah terjalin komunikasi awal melalui media blog masing-masing. Di sesi awal diskusi yang didahului dengan perkenalan, ia memperkenalkan diri sebagai May. Bloggerwati yang bernama lengkap Mayang Hadiyanti ini kala itu tengah menempuh studi di Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada.

Menurut pengakuan May saat itu, dirinya turut merapat ke pertemuan itu di samping karena kesamaan visi misi sebagai putra daerah yang ingin turut memajukan Magelang melalui media blog, ia juga berinisiasi untuk mengangkat gerak-gerik dan kiprah Pendekar Tidar menjadi topik penelitian tugas akhirnya. Menurutnya, dari sisi teori ilmu sosial maupun komunikasi, banyak sudut menarik hadirnya komunitas blogger yang memiliki basis pemanfaatan kemajuan teknologi informasi. Fenomena yang masih bisa dibilang belum umum di Indonesia ini sangat menantang untuk diteliti secara ilmiah. Dari sinilah titik awal keterlibatan May yang lebih intensif dalam berbagai kopdaran dan agenda-agenda yang digulirkan satu-satunya komunitas blogger di Magelang yang eksis.

Bicara mengenai bloggerwati atau Bala Tidarwati di barisan Komunitas Blogger Pendekar Tidar, memang bisa dibilang sangat sedikit yang konsisten bertahan lama. Di masa awal tergabungnya blogger Magelang, hadir nama-nama seperti Emi Fa, Indah, Yunita, Prama, Eva, Nurul, Bidan Yuni, Susi, dll, kemudian May, namun belakangan yang masih eksis terdengar kabarnya di dunia maya tinggal segelintir saja. Bisa jadi semangat ngeblog yang memang sudah luruh ataupun dikarenakan ada kesibukan atau aktivitas lain yang lebih menyibukkan sehingga blog yang dulu pernah digagas menjadi terabaikan.

May menjadi cukup intens bergaul dengan beberapa Bala Tidar yang sengaja dijadikan subyek responden untuk penelitian skripsinya. Adalah Sang Nanang, Kang Ciwir, dan Yudha Dahlan yang dimintanya turut membantu menceritakan motivasi dan pandangan mengenai media blog, baik sebagai sarana ekspresi dan aktualisasi diri, maupun lebih jauh untuk nglumpuke balung pisah dalam sebuah komunitas yang peduli untuk menduniakan segala potensi Magelang melalui media blog.

Pada awalnya, penelitian terkait Pendekar Tidar yang dilakukan May sempat mengalami hambatan dan penundaan terkait dengan perisitiwa erupsi Merapi  2010 yang kemudian menyibukkan barisan Bala Tidar untuk turut membantu pengungsi di posko gabungan yang digawangi Rumah Pelangi, Pattiro Magelang dan Pendekar Tidar. Di posko inilah nampak sangat menonjol peran beberapa Sri Kandi Bala Tidar untuk mengurusi uba rampe logistik dan pendistribusian barang bantuan. Setelah suasana udan awu sedikit mereda, di sekitaran bulan Maret 2011, May baru bisa berkonsentrasi menyusun kembali rangkaian penggalian informasi dalam rangka penelitiannya.

Di samping intensif menyatu di barisan Bala Tidar dalam rangka penelitian, May juga sangat aktif turut menjadi garda terdepan dalam berbagai agenda kegiatan komunitas. Kiprahnya pertama kali terlihat sangat menonjol pada saat Pendekar Tidar mendapat kehormatan untuk turut meramaikan HUT Radio Polaris FM di penghujung tahun2010. Selanjutnya dalam agenda tahunan Lomba Menulis dan Seminar Pendidikan 2011, dia bisa dibilang menjadi “satu-satunya” Bala Tidarwati yang turut singset taliwanda melaksanakan gawe sejak perencanaan konsep, sosialiasi hingga pelaksanaan kegiatan.

Ketika di paruh akhir 2011, rekan-rekan Bala Tidar menggagas pelatihan komputer di Panti Asuhan Arrahman yang kebetulan berada tidak jauh dari rumah tinggalnya di Ngembik, May juga turut menjadi pengasuh adik-adik dalam belajar beberapa aplikasi komputer sederhana. Meskipun saat itu ia tengah intensif menggarap skripsinya, namun tanpa kenal lelah May merutinkan diri bolak-balik Jogja Magelang untuk turut mendukung barisan Bala Tidar. Sepeninggal Ema Fa yang hijrah ke Tanah Pasundan, tinggal Maylah satu-satunya Bala Tidarwati yang memiliki komitmen tertingginya untuk mencurahkan pikiran, tenaga dan pengorbanannya sebagai sebuah pilihan jalan ibadah melalui komunitas kami.

Mayang2

Sekitar Oktober 2011, May mulai memasuki tahapan akhir penelitian yang melibatkan kami-kami. Hingga akhirnya skripsi yang dia susun diuji di hadapan para dosen penguji, kami masih terus intensif berkomunikasi secara timbal balik meskipun dari jarak jauh. Akhirnya kelulusan itupun dapat diraih May dengan penuh gemilang. Dan sekitar November 2011, ia memberikan kabar tentang wisudanya. Kami semua tentu saja turun berbahagia atas prestasinya.

Kelulusan dari bangku kuliah tidak menyurutkan kiprah May di Pendekar Tidar. Dalam hajatan Lomba Menulis dan Seminar Pendidikan yang digelar untuk ke tiga kalinya awal tahun 2012 ini, May menjadi satu-satunya Bala Tidarwati yang terus setia menjalankan amanat-amanat tugas mulia sebagaimana disepakati oleh rekan-rekan lain yang dari hari ke hari jumlahnya kian menyusut. Cita-cita sudah dipancangkan, layar siap terkembang, maka tiada perkataan lain selain pantang menyerah dan berputus asa.

Mayang Hadiyanti. Dari segi nama yang disandangnya mengingatkan kami tentang bunga pohon jambe yang disebut mayang. Bunga mayang hadir dalam kesucian warna putih nan suci. Sebagai cikal bakal buah pinang, mayang melambai dan mekar sarwa merak ati bagi siapa saja yang memandangnya. Mayangpun bermakna kegiatan melakonkan wayang, wewayangan atau bayang-bayang. Sebagaimana manusia hidup di duniapun hanyalah sekedar melaksanakan titah dan dhawuh dari Kang Maha Wenang, maka sebaiknya manusia senantiasa andhap asor, penuh rasa tawadhu, dan senantiasa taat patuh atas segala perintah-Nya.

Kini di penghujung tahun, saya pribadi mendengar selentingan kabar bahwa adik kami, Mayang Hadiyanti, telah melepas masa lajang dalam rangka melaksanakan sunnah Kanjeng Nabi yang sudah pasti sangat dipundinya tinggi-tinggi. Satu lagi tahapan dan fase perjalanan hidup dimasuki oleh May. Sebagai saudara yang dipertuakan di dalam keluarga besar Pendekar Tidar, tentu saja hanya sebatas doa dan harapan yang bisa kami panjatkan. Semoga bahtera rumah tangga yang kini tengah dibangun May mendapatkan keberkahan dari Gusti Alloh untuk menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, adem ayem, tata titi tentrem, kalis ing rubeda lan sambekala, cinaketaken ing reja lan mulyanipun, atut rukun kadya mimi lan mintuna, bisa langgeng hingga dunia akhirat.

Ngisor Blimbing, 22 Desember 2012

NB: Tulisan ini saya dedikasikan atas pernikahan adik kami Mayang Hadiyanti, 16 Desember 2012, sekaligus dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-84 atas kiprah dan peranannya turut menggawangi barisan Komunitas Blogger Magelang. (Huff…….ternyata cukup sulit untuk menemukan seraut muka Bala Tidarwati yang satu ini dalam berbagai album koleksi komunitas. Rupanya dia lebih senang berada di balik layar)