CurugSilawe3Magelang memang merupakan kawasan dataran tinggi di pusatnya Tanah Jawa. Keluasan bentang alam dataran Magelang dipagari dengan deretan gunung dan pegunungan yang membentuk gelang maha raksasa. Dengan demikian pinggiran wilayah Magelang justru merupakan kawasan gunung dan pegunungan. Kawasan inilah yang secara sosio antropologis historis dikenal dengan Panca Arga, suatu kawasan yang dikelilingi deretan lima gunung, masing-masing Merapi, Merbabu, Telomoyo, Sumbung, serta Menoreh.

Keberadaan kawasan pegunungan nan asri merupakan daerah tangkapan air yang selanjutnya menghadirkan ratusan mata air dengan ratusan aliran sungainya. Adalah kontur lereng pegunungan yang terjal dan curam, serta adanya pengaruh proses geologi yang telah berlangsung selama jutaan tahun telah menghadirkan banyak patahan aliran sungai yang membentuk air terjun atau curug.

Diantara banyak air terjun yang terdapat di wilayah Kabupaten Magelang, Curug Silawe merupakan salah satu diantaranya. Air terjun alami yang berada di lereng gunung Sumbing ini tepatnya berada di wilayah Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, yang berjarak kurang lebih sekitar 30 km sebelah barat laut dari pusat Kota Magelang.

CurugSilawe5 CurugSilawe6

Lokasi air terjun atau Curug Silawe dapat dicapai melalui beberapa jalur alternatif. Jika pengunjung datang dari arah Borobudur atau Porworejo, Curug Silawe lebih dekat diakses melalui Salaman, melintasi wilayah Kecamatan Kajoran. Adapun bagi pengunjung dari arah Kota Magelang dapat melewati jalur Bandongan – Kaliangkrik. Sedangkan jika pengunjung datang dari arah Semarang, maka sebelum memasuki Magelang dapat belok kanan di pertigaan Payaman, kemudian melintasi Windusari, Bandongan dan Kaliangkrik.

Meskipun jalur menuju Curug Silawe merupakan jalanan berkelok dan naik-turun mengikuti kontur lereng Sumbing, namun setidaknya hingga di titik Kaliangkrik kondisi jalanan berupa jalan beraspal yang cukup mulus. Barulah ketika menaiki tanjakan menuju Kantor Desa Temanggung, jalanan sedikit menyempit berupa jalan aspal yang mulai mengelupas di sana-sini. Bahkan terdapat beberapa ruas yang meninggalkan jalan kricakan berupa tatanan batu tanpa aspal lagi.

CurugSilawe7

CurugSilawe4 CurugSilawe2

Mencapai lokasi Curug Silawe memang penuh tantangan oleh kondisi jalanan yang terjal dengan beberapa tanjakan dan turunan curam. Bahkan di ujung menjelang loket obyek wisata, tanjakan ekstrim berupa dua jalur blok cor-coran benar-benar menghadirkan degup adrenalin yang menantang. Jangankan mobil, motor baru sekalipun sangat jarang bisa lolos di tanjakan ini. Banyak pengunjung berkendaraan roda dua, terpaksa menurunkan penumpangnya dan melenggang sendirian untuk mencapai ujung tanjakan.

Kondisi infrastruktur jalan menuju lokasi wisata Curug Silawe yang belum memadai sama sekali tidak menyurutkan banyaknya pengunjung yang datang ke obyek di lereng Sumbing ini. Di samping perjalanan yang penuh tantangan, sisi kanan-kiri jalanan yang masih hijau asri dalam suasana dan nuansa khas pedesaan merupakan pemandangan yang sungguh menyegarkan mata serta pikiran. Dan Anda tidak akan pernah merasa rugi menempuh berbagai tantangan medan berat tersebut tatkala telah benar-benar sampai dan menikmati kesejukan jatuhan air bening di Curug Silawe.

Curug Silawe merupakan air terjun dengan ketinggian lebih dari 40 meter. Nama silawe konon berasal dari sebutan binatang laba-laba oleh masyarakat setempat. Pada saat belum dikelola sebagai obyek wisata, lereng terjal di sekitar air terjun dipenuhi dengan ratusan sarang laba-laba. Tentu nama tersebut sedikit meleset dari bayangan para calon pengunjung yang kebanyakan diantaranya menduga bahwa nama silawe identik dengan kata selawe yang berarti dua puluh lima. Memang banyak orang luar daerah yang menghubungkan kata selawe dengan perkiraan ketinggian air terjun.

CurugSilawe1 CurugSilawe8

Ketinggian jatuhan air dengan debit yang cukup besar menghadirkan sensasi tersendiri bagi pengunjung. Di samping tampias titik air yang terasa sangat sejuk, bahkan dingin, pada saat matahari bersinar cerah butiran air yang lembut juga membentuk bias pantulan sinar matahari yang menghadirkan warna-warni pelangi nan cantik. Cerukan di bawah jatuhan air yang deras membentuk cekungan bendungan yang mengundang pengunjung untuk berbasah ria bermain air. Bahkan tidak sedikit pengunjung yang mandi di bawah guyuran air terjun. Sungguh sebuah pengalaman yang terlampau sayang untuk dilewatkan.

Sebagai sebuah potensi obyek wisata alam yang sangat menarik, sayangnya Curug Silawe masih dikelola ala kadarnya oleh pemerintah desa setempat yang memberdayakan kaum muda dan para ibu-ibu. Ke depannya sangat penting turun tangan nyata dari pemerintah di tingkat kabupaten maupun provinsi untuk menghadirkan infrastruktur jalan dan sarana transportasi untuk mengakses Curug Silawe ini. Jika kunjungan wisatawan terus meningkat, bukan tidak mungkin obyek ini akan mampu memberikan peningkatan kesejahteraan bagi warga setempat, dan tentu saja juga bagi pendapatan asli daerah di wilayah Kabupate Magelang.

Ngisor Blimbing, 9 Januari 2015