BLOGGER GAK BLOGGER,

YANG PENTING NGEBLOG

MB1

Hari itu cuaca Jakarta tidak terlalu cerah sedari pagi. Awan yang meggelantung di angkasa justru meneduhkan suasana yang biasanya sangat panas dengan terik sinar matahari dan kebisingan lalu lintas jalan raya. Mungkin itu semua sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa untuk menguatkan tekad para blogger di seputaran ibukota untuk merapat, merayakan “reunian” dan kangen-kangenan dalam Muktamar Blogger 2013 yang diselenggarakan Blogger BHI di Aula Taman Langsat, Jakarta Selatan pada Sabtu, 1 Juni 2013.

Setelah sekian tahun para pelopor blog yang eksis pada tengahan dekade 2000-an, termasuk yang bergaung di barisan BHI, tidak lagi jumpa darat sebagaimana semangat kopdar 45 yang menggelora kala itu, rasa rindu, kangen, bahkan penasaran kian hari kian menggunung. Kesibukan pada rutinitas masing-masing, ngurusi pekerjaan, ngurusi rumah tangga, anak, dan istri. Belum lagi tempat tinggal yang terpencar-pencar, saling berjauhan sesuai dengan jalan hidup dan penghidupan masing-masing, menimbulkan sisi-sisi kutub medan magnet yang semakin menguatkan daya tarik diantara sesama teman ngeblog yang dulunya sangat akrab di dunia maya. Sudah tiba waktunya bagi insan yang didera rasa kangen itu menuntaskan kekangenannya.

MB2 MB9 MB10

Alasan kesibukan, ngurus berbagai hal dan lain sebagainya itulah yang mungkin menjadikan para pelopor blogger di BHI maupun lainnya menjadi tidak sempat lagi ngurusi rumah blognya. Ada pula yang tidak menyentuh blog justru karena spirit ngeblog sedang down, ide dan inspirasi sedang hampa, bahkan komitmen ngeblog sedang melemah. Maka dengan mengusung tagline “Blogger Gak Blogger yang Penting Ngeblog” menjadi sebuah pengingat bagi para blogger yang telah melupakan blognya untuk kembali menyentuh blognya masing-masing dan memperkaya kembali konten positif di dunia internet.

Tiga orang narasumber yang merupakan blogger-blogger yang masih aktif mengelola blognya sengaja dihadirkan untuk membangkitkan dan memompakan kembali semangat kembali ngeblog tersebut. Ada Mas Pidibaiq yang juga Imam Besar The Panas Dalam, Fransisca Prandayanidan Mas Iwan Esjepe yang mbabar pemikiran dan pengalamannya masing-masing dalam menekuni aktivitas blogging.

MB8 MB11

Pidibaiq lebih banyak menguraikan bagaimana menjawab pertanyaan, meskipun jawaban tersebut hanya terhenti sebatas sebuah jawaban tanpa menjadi solusi dari sebuah permasalahan yang dirumuskan menjadi pertanyaan. Masalah menjadi sebuah masalah ataupun tidak menjadi sebuah masalah dikembalikan kepada sudut pandang masing-masing manusia yang menjalaninya. Hidup hanya sekali, terlalu sayang kalau hanya digunakan untuk mempermasalahkan setiap hal yang kita temui. Hidup bisa dijalani dengan easy going, tanpa beban, santai aja!

Sementara itu, Fransisca atau yang lebih akrab dikenal sebagai Sisca adalah blogger yang spesialisasinya menulis potingan dengan tema relationship and date. Nah, dari spesialisasinya itulah sering lahir tulisan-tulisan yang menyerempet “semangat kemerdekaan” kaum adam maupun hawa, seperti seluk beluk tentang kuencan, termasuk tentang 10 posisi terbaik. Wuaduh…..saya nggak paham apa yang dibicarakan Ndoro Kakung ketika menggambarkan sosok pembicara yang kedua tersebut.

MB7 MB3

Adapun pembicara ke tiga, Iwan Esjepe, nampak juga dari tampang dan raut mukanya, adalah blogger yang serius mewujudkan “Indonesia Bergerak”. Berawal dari pekerjaan sebagai pembuat narasi iklan berbagai produk, ia merasa telah menggiring publik untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak menjadi kebutuhannya. Maka untuk sedikit menebus “dosa” ia mengajak Indonesia Bergerak tadi. Bergerak kemana atau bergerak dalam hal apa? Intinya bagaimana blogger memperkuat nasionalisme Indonesia di sanubari hati, jiwa dan raganya.

Di samping tampilnya para pembicara berbobot yang membangkitkan semangat re-ngeblog, acara Muktamar kian bermakna dengan hadirnya muka-muka blogger lama yang kini sudah semakin menua. Ada barisan Mbilung, Ndoro Kakung, Iman Brotoseno, Mbelgedhes, Paman Tyo dll. Di barisan warga BHI-pun ada Bangsari, Kang Likin, Miko, Mr Bambang, Yudi, Iqbal, Mita, Gandung, Vivink, Zen, Joko, Mbok Venus, Blantik, dan masih banyak lagi yang lainnya. Namun memang ada yang sangat terasa kurang di muktamar tersebut. Trio Plakenton, Pitik, Endik dan Pito berhalangan hadir. Termasuk Mbok Wedang yang biasa menemani di HI dulu.

MB12

Alunan musik pengiring semakin menyemarakkan suasana acara. Jejeran jajanan aneka rupa makanan yang tersaji di meja prasmanan jelas memberikan pasokan logistik yang tidak akan habis, meskipun blogger yang datang mengalir bagai air bah dari penjuru Jakarta. Jika muktamar di era dulu, mangan ora mangan sing penting kumpul. Nampaknya era itu sudah berlalu, dan kini berganti “mangan karo mangan, sing penting wareg”. Intinya mangan ro mangan, tak kenal lelah dan tak kenal habis wis!

MB5

Meriah, ceriah, dan sumringah! Itulah kesan yang bisa ditangkap dari gelaran Muktamar Blogger 2013 tersebut. Meskipun konsep kesederhaan tetap dikedepankan sebagai ikon kumpulan blogger yang semanak bin ndeso, namun justru suasana cair itulah yang semakin mempertautkan tali paseduluran diantara para blogger generasi awal maupun generasi kini. Demikian halnya dengan pembawaan Ndoro Kakung dalam memoderasi beberapa nara sumber dengan gaya santai, ringan, namun cerdas dengan penggalian-penggalian informasi.

Tak lupa di sepanjang acara maupun selepas acara selesai, para kumpulan blogger tak lupa mengabadikan setiap momentum dengan berfoto ria. Kapan lagi Muktamar Blogger akan digelar lagi? Ah tak tahulah. Biarkan waktu yang kelak akan menjawabnya.

MB6

Terima kasih untuk BHI. Matur nuwun untuk Mbak Ainun serta segenap panitia. Salam sahabat untuk semua blogger yang hadir. Dan salam blogger Indonesia dimanapun berada! Mari menata blog kita kembali.

Ngisor Blimbing, 1 Juni 2013