AMBAL WARSO KOMUNITAS PENDEKAR TIDAR Ke-II

11 April 2011

Oleh: Sang Nananging Jagad

Dewan Sesepuh Komunitas Pendekar Tidar

Magelang

Sebelas April 2009, bersamaan dengan peringatan HUT Kota Magelang, 15 blogger putra daerah merapat dalam kopdar akbar blogger Magelang. Dari obrol ngalor-ngidul disepakatilah untuk saboyo mukti, saboyo mati meleburkan diri dalam Komunitas Blogger Magelang ajejuluk “Pendekar Tidar”. Bukan ingin berlagak sok jagoan, namun spirit dan semangat kejuangan pendekarlah yang ingin dibangkitkan kembali di Bhumi Tidar.

Mengusung visi untuk “meng-go blog-kan Magelang” maka sedulur-sedulur Bala Tidar, demikian sebutan bagi blogger Magelang, ingin lebih menduniakan informasi mengenai potensi dan gerak nadi kehidupan Magelang. Meskipun masih jauh panggang daripada api, namun beberapa Bala Tidar memang sudah memulai mimpi besar tersebut dengan postingan rutin tentang daerahnya.

Beberapa agenda kegiatan yang telah digulirkan Komunitas Pendekar Tidar diantaranya program pengumpulan buku untuk perpustakaan Dusun Ngampon di lereng Sumbing, pelatihan blogging untuk siswa dan guru di berbagai sekolah, pemutaran film untuk anak-anak, serta melakukan mediasi diantara berbagai komunitas sosial kemasyarakatan yang ada di wilayah Magelang.

Di samping agenda di Magelang, komunitas ini juga ikut berperan aktif dalam kegiatan blogger yang diselenggarakan di luar Magelang. Kiprah tersebut diantaranya Wisata Blogger 2009 di Wonosobo, Sarasehan Blogger di Ponorogo, Amprokan Blogger di Bekasi, Miladeblogger di Depok, Solo online lang offline di Surakarta, Bloggereaction HUT blogger Detik, dan tentunya Pesta Blogger di Jakarta.

Dalam rangkaian HUT Komunitas Pendekar Tidar I tahun 2010 diselenggarakanlah lomba menulis tingkat pelajar se-Eks Karesiden Kedu dengan mengusung tema “Dengan menulis, mengenali kearifan lokal lebih dalam. Di samping itu, untuk para guru alias sang pahlawan tanpa tanda jasa juga dihelat acara seminar bertajuk ”Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Pembelajaran dan Penulisan Multimedia dalam Menunjang Kegiatan Belajar Mengajar”.

Berbeda dengan suasana selingkaran empat keblat lima pancer-nya Bhumi Tidar di tahun sebelumnya, maka detik-detik peringatan kelahiran Komunitas Pendekar Tidar tahun ini masih diliputi dampak banjir lahar dingin. Bahkan keprihatinan terakhir adalah terputusnya salah satu sisi jembatan Kali Pabelan yang sudah tentu sangat mempengaruhi arus transportasi dan lebih luas lagi kepada aktivitas dan perekonomian warga Magelang.

Beberapa bulan surut ke belakangnya, segenap masyarakat di seputaran lingkar gunung Merapi, merasakan betapa dahsyatnya dampak erupsi gunung teraktif ini. Ratusan ribu rakyat secara tiba-tiba harus menyingkir ke pengungsian. Debu, abu, pasir, bahkan kerikil dan batu beterbangan di langit kaki gunung. Ribuan hektar lahan pertanian rusak porak-poranda. Hewan ternak, bahkan beberapa warga tewas menjadi korban awan panas. Sekolah-sekolah diliburkan karena semua siswa dan guru menjadi pengungsi.

Terdorong oleh hal-hal sebagaimana terurai di atas, pastinya akan sangat beragam kesan, pendapat, opini dan perasaan yang dirasa oleh berbagai kalangan masyarakat terhadap kejadian erupsi Merapi, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Alangkah menariknya untuk mendokumentasikan pikiran muda dari sudut pandang para remaja dan pelajar kita menjadi tulisan-tulisan yang inspiratif terkait keberadaan gunung Merapi.

Oleh karena hal itu, dalam peringatan HUT Komunitas Pendekar Tidar II tahun ini, kami mengagendakan lomba menulis tingkat pelajar se-Eks Karesidenan Kedu dengan tema “1001 Sisi Erupsi Merapi”. Tema tersebut masih terbagi menjadi beberapa sub tema. Pertama sub tema mengenai kesan, pengalaman, opini, serta pandapat tentang peristiwa erupsi Merapi. Kedua tentang alam, berkenaan dengan kondisi dan situasi alam, baik mengenai wisata alam yang terpendam, kondisi lingkungan hidup yang ada, produk atau sumber daya alam potensial, serta kondisi pembangunan kawasan Merapi. Ketiga mengenai sosial-budaya, berkenaan dengan budaya yang ada di kawasan masing-masing, seperti kesenian, seni kerajinan rakyat, tari-tarian, adat istiadat atau upacara-upacara adat, serta berbagai aspek kehidupan sosial kemasyarakatan. Sub tema keempat mengenai kuliner atau makanan khas seputar Merapi. Dan sub tema terakhir mengenai aspirasi terhadap proses pemulihan dan pembangunan yang sedang berlangsung.

Adapun tujuan diadakannya lomba menulis tersebut diantaranya adalah meningkatkan minat membaca dan menulis pada kalangan pejalar; membagi pengalaman, kesan dan pendapat mengenai peristiwa erupsi Merapi; membagi pengetahuan tentang potensi Merapi; mengetahui, menggali dan mengenal potensi serta kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat seputar Merapi; memperkenalkan seni, tradisi, dan budaya yang hidup di seputaran Merapi; meningkatkan keterampilan kepenulisan sesuai dengan aturan tata bahasa (Ejaan Yang Disempurnakan).

Secara teknis ketentuan pelaksanaan lomba diatur sebagai berikut:

1.      Setiap peserta akan membuat sebuah tulisan yang menceritakan tentang “1001 Sisi Erupsi Merapi 2010” di daerah tempat tinggal mereka, sesuai dengan sub tema atau kategori yang diminati.

2.      Hasil membaca, pengamatan, pengalaman, dan investigasi tersebut dituliskan sepanjang maksimal 2-3 halaman kertas ukuran A-4 dengan huruf Times New Roman berukuran 12, spasi 1,5, dengan batas tepi adalah 3 cm (kanan, kiri, atas, bawah).

3.      Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang harus disesuaikan dengan kaidah bahasa baku.

4.      Hasil tulisan disampaikan kepada panitia melalui email [email protected]g, serta dapat juga melalui pos. Tulisan yang dikirimkan melalui pos dikirimkan kepada panitia dengan alamat sebagai berikut:

Panitia Lomba Menulis untuk Pelajar se-Eks Karesidenan Kedu:

Sekretariat – Komunitas Pendekar Tidar

c.q. Nanang Triagung Edi H

Jln. Pahlawan No.134 (Belakang POP FM), Gg Peniten, Potrobangsan, Magelang; atau

5.      Tulisan disertai dengan data diri peserta (nama, tempat tanggal lahir, alamat, NIS, asal sekolah, alamat sekolah, email/nomor hp);

6.      Khusus tulisan yang dikirimkan melalui pos, dibuat rangkap 2 (dua). Satu asli dan satu fotokopi untuk memudahkan proses penjurian.

7.      Setiap tulisan yang diikutkan lomba akan menjadi milik panitia dengan hak cipta tetap pada peserta.

8.      Informasi lengkap website http://www.pendekartidar.org

 

Selanjutnya naskah lomba ditunggu di meja panitia antara tanggal 2-12 Mei 2011 dan pengumuman pemenang akan disampaikan pada akhir Juni 2011. Di samping lomba menulis, rangkaian HUT Komunitas Pendekar Tidar rencananya akan dipuncaki dengan penyelenggaraan seminar pendidikan dengan tema “Internet sehat mencerdaskan generasi masa depan” pada 25 Juni 2011 dengan para pembicara Donny BU(ICT Wacth – Internet Sehat), Bahtiar Rifa’i (Blogger BHI), Blontank Poer(Blogger Bengawan Solo), dan Rahardian Mukti(Radar Magelang). Seminar ditujukan untuk para guru, orang tua, pelajar/mahasiswa, dan umum.

 

Ngisor Blimbing, 5 April 2011