Relawan TIK2Era globalisasi identik dengan era informasi. Informasi menjadi sumber daya yang sangat penting dalam menentukan arah roda jaman. Ibarat buah simalakama, sumber daya informasi memiliki dua sisi kontradiktif yang senantiasa hadir secara bersamaan. Ada sisi positif yang bisa berguna untuk menumbuhkan, mengembangkan, ataupun meningkatkan harkat dan martabat peradaban manusia. Ada juga sisi gelap, sisi negatif yang justru dapat mendorong manusia tercebur ke dalam jurang kehinaan dan penderitaan.

Dalam konteks internet sebagai salah satu aplikasi kemajuan teknologi informasi, memang banyak tersedia situs yang berisi konten mengenai ilmu pengetahuan, informasi peluang usaha, pariwisata, kuliner, kekayaan seni dan budaya serta lainnya yang memberikan kemanfaatan positif dalam kehidupan kita sehari-hari.

Di sisi yang lain, internet juga ditebari dengan konten-konten yang justru menebarkan informasi bohong, palsu, memecah-belah persatuan dan kerukunan manusia, hingga muatan-muatan berupa gambar, tulisan, maupun video yang dipenuhi unsur pornografi dan pornoaksi. Konten-konten hitam inilah yang harus semaksimal mungkin kita hindari karena dapat mendorong manusia melakukan hal-hal yang menjurus kepada tindakan asusila, berdosa, dan melanggar aturan hukum.

Relawan TIK3 Relawan TIK4

Mempertimbangkan hadirnya dua sisi mata pedang informasi yang baik dan buruk, yang berguna dan mubadzir, yang menguntungkan dan merugikan, maka manusia dihadap kepada dua pilihan yang terkadang tidak mudah untuk memilihnya. Dengan demikian sikap kritis dan cerdas dalam memahami, memaknai, menggunakan, serta memanfaatkan teknologi informasi untuk tujuan yang berguna perlu terus ditingkatkan.

Secara formal, Kementerian Komunikasi dan Informatika memanggul tugas untuk membangun infrastruktur dan sekaligus melaksanakan edukasi publik terhadap pemanfaatan teknologi informasi untuk turut mendukung pembangunan serta kemajuan bangsa kita. Namun demikian, keadaan negeri Indonesia yang luas dengan berbagai kesenjangan-kesenjangan sebagai akibat belum meratanya proses pembangunan, juga dengan segala keterbatasan sumber daya yang dimiliki, kementerian ini perlu bersinergi dan dukungan berbagai pihak lain yang terkait. Dengan latar belakang inipulalah, Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak beberapa tahun yang lalu gencar mendorong tumbuhnya para Relawan TIK sebagai ujuk tombak dalam edukasi publik untuk pemanfaatan teknologi informasi.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas, bersamaan dengan pelaksanaan Jagongan Media Rakyat yang digelar pada 23-26 Oktober 2014 di Yogyakarta, sekaligus dilaksanakan pengukuhan Relawan TIK Provinsi DIY, Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunung Kidul, sekaligus Relawan TIK Kabupaten Magelang dan Temanggung.

Relawan TIK1

Selain melaksanakan program-program rutin berkenaan dengan pemberdayaan teknologi informasi, relawan yang baru dilantik juga mendapat tantangan untuk mempersiapkan pelaksanaan Festival Relawan TIK 2015 di Jawa Tengah atau DIY. Sampeyan-sampeyan tertantang untuk turut berjuang memajukan bangsa melalui advokasi penggunaan teknologi informasi? Monggo silakan bergabung dengan barisan Relawan TIK di wilayah masing-masing.

Lor Kedhaton, 28 Oktober 2014