Mungkin masih melekat dibenak kita bagaimana kejadian banjir lahar dingin yang menimpa saudara kita di desa jumoyo yang berada di sepanjang aliran kali putih. Rumah, toko, dan segala yang ada hancur terterjang banjir pasir dan batu yang berasal dari gunung merapi. Kejadian ini kemudian menarik perhatian berbagai kalangan masyarakat untuk melihat dari dekat kejadian yang menghebohkan itu. sehingga membuat desa jumoyo menjadi sebuah objek wisata yang didatangi orang dari berbagai daerah.

Kejadian itu ternyata tidak hanya dialami di bantaran kali putih saja tetapi juga dibantaran kali pabelan. Banjir lahar dingin ini tidak hanya menghancurkan rumah penduduk tapi juga menjebolkan beberapa jembatan antara lain jembatan talun dan srowol. Beberapa waktu yang lalu kita dikejutkan dengan ambrolnya jembatan utama penghubung jalur magelang-jogja yang berada di atas kali pabelan. Ambrolnya jembatan ini membuat aktivitas lalu lintas menjadi terganggu, bahkan menyebabkan macet yang mencapai hampir 1 km pada akhir minggu. Kemacetan ini selain dipicu karena hanya dapat dilaluinya 1 jembatan untuk dua arah, juga karena sebagian besar bus jurusan semarang-jogja yang menurunkan penumpang tepat sebelum jembatan. Hasilnya areal sekitar jembatan menjadi sebuah terminal dadakan.

Kasus penurunan penumpang ini dikarenakan angkutan umum dilarang melalui jembatan untuk mengurangi beban pada jembatan dan juga bus yang lebih memilih menurunkan penumpangnya dari pada harus memutar melalui purworejo untuk sampai ke jogja. Menurut pengamatan bus dari semarang akan menurunkan penumpang di sebelah utara jembatan kemudian akan putar balik ke arah semarang lagi dengan membawa penumpang yang dari jogja. Hal serupa juga terjadi pada bus dari arah jogja. Sampai saat ini antrean bus menjadi semakin panjang karena bus-bus itu menunggu penumpang dari arah sebaliknya. Kasus ini segera ditanggapi oleh pemerintah dengan segera melakukan pembangungan jembatan.

Keadaan ini akan terus berlangsung sampai perbaikan jembatan selesai yang diperkirakan akan selesai dalam waktu dua bulan. Serta dalam jangka waktu itu diharapkan semua pihak dapat menjaga ketertiban dan memiliki kesadaran yang tinggi agar arus lalu lintas tetap lancar.