MENUJU SRAWUNG BLOGGER NUSANTARA

Malam-malam likuran di bulan Ramadhan bagi umat Islam adalah saat-saat untuk meningkatkan amalan ibadah guna meraih lailatul qodar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Ummat dituntunkan untuk beriktikaf di masjid dan memperbanyak amalan sholeh.

Pengertian amal ibadah memang tidak hanya terbatas kepada urusan habluminnallah semata. Urusan habluminnas-pun bisa bernilai ibadah bila dilandasi niat ikhlas untuk mencapai kemaslahatan manusia. Inilah yang mendorong rekan-rekan Bala Tidar, sebutan wirablogger anggota Komunitas Pendekar Tidar Magelang, untuk menggelar malam kopdar atau Lailatul Kopdar di akhir Ramadhan kali ini.

Agenda utama acara Lailatul Kopdar adalah sebagai wahana silaturahmi untuk lebih mempererat persaudaraan dan kekompakan komunitas. Beberapa rangkaian acara yang disusun meliputi: buka bersama, kultum Ramadhan, sholat tarawih berjamaah, dan tentunya sahur bareng. Di samping acara peribadahan, Lailatul Kopdar sekaligus diisi dengan rapat koordinasi terkait agenda besar Visit Magelang 2011 yang akan diselenggarakan tahun depan di Magelang.

Berdasarkan kesepakatan rembug yang terungkap, akhirnya berhasil diputuskan dengan cara musyawaroh untuk mufakot bahwasanya dengan mempertimbangkan kemampuan, kekuatan, kekompakan, komitmen, konsistensi yang dimiliki oleh segenap unsur jajaran Bala Tidar, maka mimpi besar tentang Visit Magelang akan diselenggarakan pada tahun yang belum ditentukan. Adapun sebagai salah satu langkah dalam rangka mempersiapkan Visit Magelang yang sesungguhnya, pada tahun 2011 mendatang akan digelar ajang Srawung Blogger Nusantara 2011.

Srawung Blogger Nusantara 2011 merupakan arena pertemuan blogger dari berbagai komunitas yang eksis di segenap pelosok Nusantara. Diharapkan tidak kurang dari 15 komunitas akan meramaikan acara akbar tersebut. Srawung berarti bergaul, sedangkan pesrawungan berarti pergaulan. Melalui ajang ini diharapkan akan terbentuk pergaulan antar komunitas yang lebih luas dengan dilandasi semangat persatuan dan persaudaraan tanpa membeda-bedakan asal-usul, suku, agama, bahkan status sosial. Dengan jalinan silaturahmi yang kuat dan solid, diharapkan komunitas blogger di berbagai daerah akan dapat lebih berperan dalam rangka memasyarakatkan dan membudayakan penggunaan internet secara sehat dan positif, demi kemajuan bangsa dan negara.

Konsep yang mendasari Srawung Blogger Nusantara adalah turut memperkenalkan potensi daerah, baik wisata, budaya, kuliner maupun nilai kearifan lokal yang dimiliki sekawan keblat gangsal pancer-nya Gunung Tidar. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Komunitas Pendekar Tidar untuk berperan aktif dalam rangka perwujudan Magelang yang mendunia, terkenal dan tenar di seantero penjuru dunia, khususnya melalui media blog atau internet.

Menurut rencana Srawung Blogger Nusantara 2011 akan diselenggarakan pada pertengahan tahun 2011. Agenda utama adalah kunjungan ke berbagai obyek wisata potensial yang belum banyak dikenal seperti Gunung Tidar, Museum AKMIL, Sekar Langit, Ketep Pass, Candi Asu, Gunung Pring, dan Candi Ngawen. Selain itu beberapa UKM dan industri utama akan turut dikunjungi, seperti Gethuk Gondhok Karet, Karoseri New Armada, dan pusat kerajinan arca di Prumpung.

Di samping menikmati  tempat wisata dan industri, para blogger juga akan diajak untuk menyelami kreativitas anak-anak lereng Merapi yang menggelar Festival Tlatah Bocah V dengan tema “Moco Agawe Santoso”. Inilah yang lain daripada jambore blogger yang lain, karena peserta akan diajak untuk menginap di rumah penduduk kampung dengan kesejukan hawa dingin Merapi. Dengan demikian suasana karib dengan alam dan keramah-tamahan budaya dusun, akan menjadi kenangan tak terlupakan bagi setiap wirablogger yang hadir.

Kedepan tentu saja konsep acara dan segala hal yang terkait dengan penyelenggaraan Srawung Blogger Nusantara 2011 masih akan digodog secara lebih matang. Oleh karena itu dibutuhkan komitmen, konsistensi, dan kekompakan segenap barisan Bala Tidar dimanapun berada. Dalam kesempatan malam Lailatul Kopdar kemarin tercatat Bala Tidar yang hadir, diantaranya Rokhmad Munawwir, Nanang, Hanafi, Pak Soli, Mas Antok, Bu Bidan, Emi, Yudha, Nahdhi, Eko Bandoro, Yudo, Agung, Maradona, Danung, Ariev, Kukuh, Deden, Kang Syahrudin, Pak Gun, Aji, dan May, serta Roji’un. Untuk itu diucapkan banyak terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi aktif rekan Bala Tidar yang hadir, dan diharapkan rekan lain dapat turut bergabung untuk tandang gawe dalam agenda yang telah disepakati bersama tersebut. Suradirat jayaningrat lebur dening pangastuti!

Ndalem Peniten, 6 September 2010