Pasang-surut, naik-turun adalah irama hidup sebagai sebuah keniscayaan. Sebagaimana ummat manusia yang mengerti agama dan paham peradaban, kita tentu saja senantiasa berkeinginan agar hari ini lebih baik daripada hari kemarin, dan hari esok lebih baik daripada hari ini. Spirit ini semestinya memang mendorong manusia untuk senantiasa berproses menuju kepada keadaan yang lebih baik. Demikian halnya ketika sedikit dari sebagian personal yang memiliki keprihatinan tentang eksistensi bhumi Magelang di dunia maya, yang kemudian tergabung di dalam Komunitas Blogger Pendekar Tidar Magelang, juga memiliki harapan menjadi sebuah komunitas yang semakin eksis dan solid.

Dua ribu sebelas merupakan masa kritis yang tidak mudah dilalui untuk mempertahankan eksistensi komunitas ini. Dinamika perjalanan komunitas mau tidak mau dan suka tidak suka harus melewati berbagai rintangan, hambatan, dan cobaan yang tidaklah semakin ringan. Soliditas dan solidaritas yang menjadi nafas kebersamaan ketika dalam komunitas ini diusung motto “Paseduluran Tanpa Batas” rupanya tidak begitu mudah untuk diwujudkan. Hal ini tidak lepas dari instabilitas stamina dari setiap Bala Tidar yang mengaku menjadi bagian dari barisan komunitas.

Awal tahun merupakan titik kulminasi kelelahan selepas hampir semua keluarga besar Bala Tidar merasakan dampak letusan dahsyat gunung Merapi yang sudah menjadi bagian tidak terpisahkan bagi semua komponen masyarakat Magelang. Sisa-sisa dampak dan efek samping aktivitas erupsi Merapi masih terus berlangsung seiring dengan musim hujan yang kian menderas. Langsung ataupun tidak langsung suasana ini jelas berdampak kepada agenda komunitas yang telah dirumuskan sebelum erupsi Merapi berlangsung, seperti lomba dan seminar, dan tentunya wacana Visit Magelang 2011.

Mengawali 2011, di bulan Januari Bala Tidar mendapatkan kehormatan untuk turut bergabung dalam acara Napak Tilas Sejarah Bangunan Tua di Kota Magelang yang digagas oleh Komunitas Kota Toea Magelang. Sejarah dan kisah mengenai Masjid Agung, alun-alun, kantor kadipaten, kweekschoool, karesidenan, gedung balaikota lama, hingga Masjid Payaman dan makam Bupati Danuningrat menambah wawasan beberapa perwakilan Bala Tidar yang turut dalam acara tersebut.

Sebagai sebuah komitmen untuk memberikan wadah kreasi para remaja untuk mengembangkan bakat dalam seni tulis-menulis, Bala Tidar tetapkan niat dan tekad untuk tetap menggelar event tahunan dalam rangka HUT ke-II Komunitas Pendekar Tidar. Maka secara maraton dipersiapkanlah agenda lomba menulis khusus pelajar tingkat SLTP-SLTA dan seminar untuk para guru, orang tua dan umum. Berkenaan dengan kesan erupsi Merapi yang masih segar di ingatan warga Magelang, sengaja lomba menulis mengangkat tema “1001 Sisi Erupsi Merapi”.

Januari, Februari, hingga Maret adalah selang waktu Bala Tidar berusaha merapatkan barisan untuk secara serius mempersiapkan event lomba dan seminar. Dengan harapan kepesertaan lomba dan seminar yang lebih meningkat dan menjangkau kalangan yang lebih luas, maka paket event tersebut sengaja diundurkan waktu pelaksanaannya menjadi Mei dan Juni. Di sela-sela persiapan agenda tahunan, salah seorang Bala Tidar memberikan kepastian tentang niat yang pernah diutarakannya untuk mengangkat beberapa sisi komunitas menjadi sebuah tema penelitian untuk kemudian diajukan sebagai tugas akhir guna mendapatkan gelar kesarjanaan. Sungguh kesempatan yang sangat luar biasa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Pemurah.

April memang hari kelahiran Komunitas Pendekar Tidar bersamaan dengan HUT Kota Magelang. Sangat berbeda dengan saat pertama kali digelar Kopdar Bala Tidar, 11 April 2009, yang kemudian menjadi tonggak kelahiran Komunitas Pendekar Tidar, HUT ke-II komunitas berlalu tanpa ritual ataupun peringatan apapun. Semua berlalu begitu saja, seolah komunitas ini dalam suasana mati suri. Nampak sekali stamina sebagian Bala Tidar mencapai titik kritis, bahkan ada beberapa diantaranya yang kemudian tidak jelas kemana rimbanya!

Pengalaman menggelar event yang sama pada tahun sebelumnya sebenarnya merupakan modal awal yang sangat berharga. Dukungan Dispora Kab Magelang dirasa lebih total dan tulus turut membesarkan hati Bala Tidar. Terlebih lagi XL Magelang dan Radar Magelang turut menjadi sponsor serta media partner menjadikan harapan kegiatan tahun ini lebih sukses dari tahun sebelumnya. Namun sayang seribu sayang, eksistensi eksternal yang semakin diakui oleh beberapa kalangan masyarakat luar justru tidak menjadikan dorongan bagi sebagian besar Bala Tidar untuk lebih eksis mengawal perjalanan komunitas.

Detik demi detik menjelang dateline lomba dan seminar, barisan Bala Tidar belum temata bahkan semakin terlihat mawut dan ambyar. Dapat dihitung dengan jari, hanya segelintir Bala Tidar yang tetap setia dan komit terhadap komitmen yang telah diputuskan bersama. Meskipun penuh dengan peluh, kegelisahan, rasa was sumelang dan dagdigdug dari panitia inti, akhirnya panitia menerima sejumlah naskah dari peserta yang jumlahnya cukup memadai.

Hal yang lebih tragis justru terjadi untuk kegiatan seminar dimana jumlah kepesertaan hingga  detik terakhir tidak melebihi angka dua puluh. Sebuah kemunduran memang! Namun seminar akhirnya tetap berlangsung pada Sabtu 25 Juni 2011 bertempat di Pendopo drh. Soepardi, Kompleks Sekretariat Pemerintah Kabupaten Magelang, Kota Mungkid dengan tema “Internet Sehat untuk Generasi Masa Depan” dengan narasumber Acep Saepudin dari Internet Sehat Indonesia/ICT Wacth, Bahtiar Rifa’i dari Komunitas Blogger BHI Jakarta, Gunawan Juliyanto dari Tlatah Bocah, dan Rahardian Mukti selaku admin group Wisata Magelang di facebook.

Di bulan Juli semestinya Bala Tidar mendapatkan tawaran dari ASEAN Blogger Community chapter Indonesia yang didukung penuh Kementerian Luar Negeri untuk menggelar workshop tentang pengenalan wacana ASEAN Community 2015. Acara kemudian digelar di Jogja dengan kepanitian dari Komunitas Joglo Abang. Beberapa perwakilan Bala Tidar berkesempatan menghadiri acara yang berlangsung di Hotel Melia Purosani tersebut.

Agustus, bersamaan dengan bulan Ramadhan, Bala Tidar mendapat undangan untuk bersilaturahmi dengan Komunitas Penggunan Linux Indonesia cabang Magelang. Dalam forum ini tercetus ide untuk membuat website bersama sebagai wadah gerak bersama bagi segenap komunitas pengguna dunia maya yang ada di Magelang.  Hampir bersaman dengan itu, perwakilan Bala Tidar juga turut menghadiri acara Workshop dan Pameran Foto yang digagas ASEAN Blogger Community chapter Indonesia di Museum Bank Mandiri, Jakarta. Menjelang Idul Fitri, Bala Tidar sempat kembul bujono untuk berbuka bersama di Omah Pring dengan disaksikan ketenangan aliran Kali Elo di pinggiran Kota Magelang.

Bulan September 2011, halal bi halal di Hari Lebaran hanya sebatas lewat online karena pada waktu diundang ke Ndalem Peniten banyak Bala Tidar yang menyatakan diri berhalangan hadir. Bahkan pada saat Kang Ikhsan, salah seorang sesepuh sekaligus pendiri komunitas, melangsungkan hari bahagia dengan memetik sang kembang idaman dari tlatah Gelangan, tetap hanya segelintir Bala Tidar yang turut menjadi saksi.

Masih di bulan yang sama, memenuhi undangan dari Be-Blog, Komunitas Blogger Bekasi, untuk menghadiri acara Amprokan Blogger 2012. Turut hadir pada acara ini saya sendiri, Kang Dobelden, dan Faris Ashim. Acara yang menghadirkan blogger dari segenap penjuru tanah air ini berlangsung meriah dan penuh kesan karena di samping peserta dibekali pengetahuan dalam seminar yang mengangkat topik tentang blogging, dunia IT, cyberlaw, lingkungan dan etika blogging, kami juga turut touring ke Jababeka dan Taman Buaya.

28 – 30 Oktober digelar kopdar seribu blogger dalam Forum Blogger Nusantara bertempat di Sun City, Sidoarjo, Jawa Timur. Kumpulan blogger yang memiliki visi untuk mengarahkan penggunaan blog dalam rangka blogpreunership ini banyak digagas oleh rekan-rekan dari Poros Daerah. Intinya di samping memberikan sisi peluang dan kesempatan untuk menjadikan blogging sebagai aktivitas berpendapatan, Blogger Nusantara juga ingin menepis paham Jakarta centris! Sayang seribu sayang, saya yang sudah ancang-ancang jauh hari untuk menghadirinya terhambat oleh kesehatan tubuh yang kurang bersahabat sehingga batal hadir. Harapan akan ada perwakilan Bala Tidar yang ikut ngombyongi, ternyata hanya harapan hampa!

Bergeser ke bulan November. Bersamaan dengan berlangsungnya acara KTT ASEAN XIV di Bali, ASEAN Blogger Community juga menggelar conference. Adalah sebuah kehormatan Komunitas Pendekar Tidar diundang untuk mengirimkan perwakilannya dengan ongkos transportasi dan akomodasi ditanggung penuh oleh panitia. Tanggal 22 November 2011, Graha Sabha Pramana menorehkan salah satu wisudawatinya yang mengangkat judul skripsi “Magelang dalam Blog”. Sampeyan ingin membacanya juga? Silakan request kepada kami!

Detik-detik akhir tahun segera datang menjelang. Waktu senantiasa bergerak maju tanpa ada kuasa kita untuk menghambatnya. Satu per satu prestasi telah kita torehkan bersama. Satu per satu kesalahan, bahkan kekalahan, juga telah kita catat dalam memori dan jejak sejarah komunitas kita. Adalah sebuah kegembiraan jika kita tengok bahwa Komunitas Pendekar Tidar sudah banyak terlibat di kancah nasional, bahkan mulai mengglobal dengan keikutsertaannya dalam ASEAN Blogger Community. Secara eksternal eksistensi kita semakin dikenal dan diakui oleh berbagai pihak. Namun catatan pentingnya justru secara internal kita haru semakin merapatkan dan menguatkan barisan. Soliditas dan solidaritas harus terus ditingkatkan. Stamina harus terus dijaga sebagai pijakan komitmen, konsistensi dan kebersamaan untuk terus berkarya bagi kejayaan Magelang tercinta. Monggo kembali merapatkan barisan! Salam Bala Tidar!

Ngisor Blimbing, 11 Desember 2011