1:28 pm - Friday February 4, 8518

Gunung Tidar Sebagai Ikon Identitas Magelang

Gambaran umum Magelang berasal dari kata maha dan gelang. Maha berarti besar atau agung, gelang seperti yang anda maknai sebagai perhiasan berbentuk lingkaran yang biasanya dipasang di pergelangan tangan atau pergelangan kaki. Sekiranya nama Magelang memang cocok, pasalnya wilayah dataran Magelang memang dikelilingi gunung-gunung dan wilayah perbukitan. Sebagian sesepuh ada yang menyebut papat keblat lima pancer sebagai rangkaian melingkar empat gunung utama (Sumbing, Telomoyo, Merbabu, Merapi) dan satu perbukitan Menoreh.

Di tengah-tengah sirkum papat keblat lima pancer terdapat sebuah bukit sakral Tidar. Dari cerita yang beredar di masyarakat, Gunung Tidar adalah pusering tanah Jawa karena terletak di tengah-tengah pulau Jawa. Sisi lain ada yang menyebut Gunung Tidar sebagai pakuning tanah Jawa. Cerita lain yang membuat Gunung Tidar terkesan angker berasal dari kisah sastra dunia persilatan Nagasasra Sabuk Inten karya S.H. Mintardja dimana Gunung Tidar merupakan markas Simalodra.

Di atas Gunung Tidar terdapat tiga makam yang disakralkan yaitu Kiai Sepanjang, Kiai Subakir dan makam Eyang Ismoyo. Jangan pernah membayangkan di masa hidupnya Kiai Sepanjang ini merupakan alim-ulama di Tlatah Tidar sehingga kini seringkali orang berbondong-bondong ziarah ke makam ini. Kiai Sepanjang tidak pernah mengalami namanya hidup seperti layaknya manusia, sebab meski bergelar Kiai tapi Sepanjang adalah benda pusaka berupa tombak yang menurut juru kunci, panjangnya hampir tiga meter.

Sebegitu ampuh Gunung Tidar ini sehingga banyak tempat ataupun nama lokal di Magelang mencantumkan nama Tidar semisal rumah sakit, spot radio, hotel, terminal, farmasi apotek, dan tentu saja Pendekar Tidar. Tidar menjadi salah satu ikon identitas Magelang selain AKMIL, Panca Arga, Ketep Pass, Borobudur.

Gambar adalah hasil keptur googlemaps yang telah diedit.

Kategori ~ Berita

8 Tanggapan di Artikel “Gunung Tidar Sebagai Ikon Identitas Magelang”

  1. August 9, 2009 at 4:35 pm #

    Hehehehe… Pertamax….. :)

  2. Ardyan
    August 10, 2009 at 8:09 am #

    Wah oleh solar ki
    @omah:Lha iyo pertamaxxx
    gawe dwe dikomentari dwe

  3. August 10, 2009 at 9:39 pm #

    nk nmr4 entuk opo? minyak tanah?? :-? :-o

  4. August 11, 2009 at 10:58 am #

    nomer limo minyak telon?….cap tiga anak? lumayan nggo mblonyo si ponang!
    .-= Artikel terakhir Ndoro Seten: Lapangan RINDAM IV =-.

  5. August 22, 2009 at 12:56 pm #

    ada kebanggaan tersendiri sebagai orang magelang yang semasa kecilnya bisa sampai di pucuk gunung itu, terasa mndapatkan keberhasilan yang tiada tara……
    .-= Artikel terakhir eko magelang: Menyusuri Surabaya Lama, Review buat Kompetisi Soerabaja Tempoe Doeloe =-.

  6. Aloysius Triyono
    May 4, 2010 at 4:54 pm #

    Gunung Tidar juga sebagai paku tanah Jawa (Pakubuwono) yang menyebabkan orang Jawa tenang, sehingga keturunan Sadono dan Sri (Panji dan Sekartaji) menjadi banyak.Jadi Gunung Tidar juga ikon stabilitas dan kedamaian Jawa.

  7. May 28, 2010 at 1:48 pm #

    Saya juga punya tulisan tentang sejarah Magelang…
    Monggo
    http://zulfiifani.wordpress.com/2008/05/10/berkisah-tentang-magelang/
    .-= Tulisan terbaru Zulfi Ifani: Mouthrinho-isme =-.

  8. August 6, 2010 at 10:57 pm #

    lingkar tidar memang gawe kangening ati lan lati margo jajanane seng iseh nempel nang lati…..ra kroso wes 28 thn ngluyur neng riau golek menir kangen ciblon neng kali manggis jegor seko mbabrek es tekan kerkop nganggo ban mobel………neng saiki banyune kali manggis wes nlusup neng ngisor tokoooooooooooo.! gagal deh.

Tinggalkan Balasan

(required)