Merapi, sebuah gunung berapi teraktif di dunia. Merapi tidak saja hanya menyimpan sejuta misteri, lebih dari itu Merapi memiliki sisi eksotika, romantika, historika, hingga malapetaka. Gunung yang berada di perbatasan empat wilayah kabupaten ini bisa diibaratkan sekawan keblat gangsal pancer, empat wilayah dengan satu puncak tiang langit. Keempat wilayah tersebut adalah Magelang, Boyolali, Klaten, dan Sleman. Adapun pancer-nya adalah puncak Merapi itu sendiri.

Merapi bagi masyarakat di sekitarnya adalah sebuah berkah Allah. Kesuburan tanahnya, kesejukan hawa udaranya, keindahan bentang alamnnya, termasuk abu, debu, pasir, krokos, krikil, krakal, dan bebatuannya sangat berguna dalam menunjang kehidupan manusia. Merapi adalah sahabat manusia sekaligus sarana bagi Tuhan untuk memberikan segala limpahan kemurahannya. Dengan segala potensi Merapi, masyarakat sebenarnya tidak akan merasa kekurangan dari kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Merapi menjadi jalan bagi masyarakatnya untuk berlindung dalam ketentraman, ketenangan, kedamaian, dan kemakmuran hidup.

Sebagai sebuah karunia alam anugerah dari Yang Maha Kuasa, Merapi menyimpan banyak misteri ilmu pengetahuan yang tidak akan pernah habis untuk digali oleh ummat manusia. Ratusan ribu para ilmuan terus memantau serta mengamati gerak nafas maupun tanda alam yang diungkapkan Merapi untuk menjadi sumber informasi dan ilmu baru untuk kemaslakhatan manusia. Eksotika keindahan Merapi juga telah mengundang ribuan orang untuk mendaki dan menikmati ketinggian puncak Merapi dengan panorama alam yang sangat luar biasa. Merapi adalah simbol keperkasaan kekuasaan Tuhan.

Jika para pendaki yang relatif harus mengadakan persiapan khusus untuk mencapai puncak Merapi, maka masyarakat awampun dapat menikmati keindahan alam sekitar lereng Merapi melalui beberapa titik obyek pengamatan yang kini bahkan sudah dikembangkan menjadi kawasan wisata yang sangat menarik. Salah satu obyek wisata pengamatan gunung Merapi adalah Obyek Wisata Ketep Pass, di dusun Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Ketep Pass dapat dicapai dengan mudah melalui akses jalan beraspal yang sangat mulus. Apabila Anda dating dari arah Yogyakarta melalui Jalan Magelang-Jogja Km.30, setelah melewati depan pabrik kertas PN Blabak, ambil arah kanan setelah terlebih dahulu berbalik arah di sekitar Pasar Blabak. Jarak antara Blabak ke Ketep Pass sekitar 16 km. sepanjang jalur ini kita akan disuguhi pemandangan persawahan dan nuansa kehidupan padukuhan yang masih sangat asri dan membawa kesan kesejukan dan ketentraman hidup.

Setelah menjalani beberapa tanjakan curam selepas pertigaan Tlatar, pengunjung akan sampai di gerbang Obyek Wisata Ketep Pass yang terletak tepat di sisi kanan jalan. Untuk memasuki area Ketep Pass pengunjung hanya dikenakan tiket masuk seharga Rp. 7.000,- dengan parker kendaraan roda dua sebesar Rp. 2.000,-. Apa saja yang dapat dinikmati pengunjung di Ketep Pass?

Ketep Pass menyajikan menu utama panorama keindahan puncak gunung Merapi yang berdampingan mesra dengan puncak gunung Merbabu. Dalam suasana cuaca yang cerah, puncak Merapi akan terlihat dengan sangat jelas dengan berbagai alur aliran sungai, maupun beberapa puncak kawah yang tersusun dari bebatuan hasil aktivitas vulkanologi Merapi. Lebih eksotik lagi jika puncak Merapi dilihat pada waktu malam hari yang cerah. Pengunjung dapat mengamati dengan lebih jelas dan indah pijaran aliran lahar yang merambat turun dari puncak kawah mengikuti jalur-jalur yang telah terbentuk secara alamiah.

Pada pelataran Panca Arga yang berada di atas semua fasilitas, pengunjung dapat menikmati kemegahan lima puncak gunung sekaligus. Di sisi tenggara sudah pasti ada puncak Merapi. Pada arah timur laut Nampak aggun puncak Merbabu yang tambun dan didampingi puncak Andong serta Telomoyo di sebelah utaranya. Nun jauh di sisi barat laut, nampang berdiri puncak Sumbing yang menantang dengan latar puncak Sindoronya. Adapun di seblah barat, sedikit rendah akan Nampak deretan pegunungan Menoreh yang menjadi batas wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DIY.

Ketep Pass juga dilengkapi dengan beberapa gardu pandang dan gasibo. Di gardu pandang tersebut pengunjung dapat menyewa teropong dengan tarif Rp. 5.000,- untuk waktu sepuasnya. Dengan bantuan teropong tersebut, pengunjung dapat mengamati secara lebih detail dan jelas seluk-beluk gunung Merapi.

Selaian pengamatan langsung secara visual terhadap puncak Merapi, pengunjung dapat menggali pengetahuan Merapi melalui film diorama yang diputar di Merapi Volcano Theater setiap satu jam. Film diorama tersebut menggambarkan aktivitas geologis maupun vulkanologis Merapi, lengkap dengan risiko bahaya dan manfaat gunung Merapi. Selain itu, melalui film tersebut, pengunjung juga dapat mengetahu peristiwa beberapa letusan erupsi Merapi yang banyak menimbulkan korban harta dan benda sebagaimana terjadi pada erupsi Merapi yang terakhir tahun 2010.

Selain melalui film diorama, pengetahuan tentang Merapi juga dapat digali melalui Museum Geologi Merapi yang terletak tepat di bawah pelataran Panca Arga. Menuruni tangga, dilanjutkan dengan menapaki jalan melingkar, pengunjung akan disuguhi miniature gunung Merapi sebagai sebuah peta bentang alam yang lengkap dengan profil alur sungai-sungai yang mengalir dari puncak, hingga beberapa titik pos pengamatan gunung Merapi yang terletak di Babadan, Ngepos, Plawangan, hingga Ndeles.

Selepas itu, di sisi kiri dan kanan lorong, pengunjung dapat mengamati gambar maupun keterangan mengenai asal muasal gejala alam yang menimbulkan terbentuknya sebuah gunung berapi. Selanjutnya akan nampak latar pemandangan puncak Garuda yang merupakan titik tertinggi dari gunung Merapi (2968 m d.p.l). Di sini banyak sekali pengunjung yang berfoto ria dengan latar puncak Garuda, seolah mereka benar-benar mendaki Merapi hingga tuntas di puncak Garuda.

Koleksi Museum Geologi Merapi lebih lengkap lagi dengan pemajangan beberapa foto mengenai keindahan Merapi, hingga sisi malapetaka yang pernah ditimbulkannya. Beberapa foto tersebut menggambarkan upaya penanggulangan bencana Merapi yang dilakukan pada 1954 yang menampilkan tokoh mulai Presiden Soekarno, Hatta, dan Sri Sultan HB IX. Nampak pula di salah satu sudut, sebuah foto yang menampilkan sosok Mbah Marto Kakung-Putri, selaku petugas pengamat gunung Merapi yang pertama. Adapun koleksi foto-foto terbaru menggambarkan peristiwa kedahsyatan erupsi Merapi pada 2010 yang lalu.

Beberapa fasilitas penunjang di Obyek Wisata Ketepa Pass diantaranya area parker untuk kendaraan roda dua maupun roda empat yang sangat memadai, toilet dan mushola yang bersih terawat dengan baik, took souvenir khas Ketep, beberapa kantin hingga warung makan dapat dijumpai dengan sangat mudah. Ada juga sarana permainan untuk anak, mulai dari ayunan, plosodan, hingga arena outbond dan flying fox. Di samping itu, Ketep Pass juga menyediakan sarana pendopo untuk pertemua maupun acara gathering bagi rombongan pengunjung yang sengaja ingin menggelar acara di lokasi.

Suasana dinginnya hawa sejuk gunung Merapi akan lebih lengkap dinikmati dengan sajian jagung bakar maupun segarnya minuman legen khas yang menggoda. Pengunjung juga dapat memilih menu dari bakso, mie ayam, mie godhog, mie goring, sego pecel, dan nasi rames. Dijamin pengung akan merasa kenyang, wareg dengan harga super murah meriah! Anda belum pernah berkunjung ke Ketep Pass? Silakan mampir dan buktikan sendiri eksotikanya.

Lor Kedhaton, 19 November 2012