<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pendekar Tidar</title>
	<atom:link href="http://pendekartidar.org/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pendekartidar.org</link>
	<description>Komunitas Blogger Magelang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 May 2012 00:25:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Membaca dengan Inovasi Animasi</title>
		<link>http://pendekartidar.org/membaca-dengan-inovasi-animasi.php</link>
		<comments>http://pendekartidar.org/membaca-dengan-inovasi-animasi.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 00:25:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[lmsp2012]]></category>
		<category><![CDATA[smp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendekartidar.org/?p=3653</guid>
		<description><![CDATA[Abad ini merupakan masa-masa yang cemerlang bagi pemuda yang mempunyai semangat untuk terus berkembang maju... <a class="meta-more" href="http://pendekartidar.org/membaca-dengan-inovasi-animasi.php">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Abad ini merupakan masa-masa yang cemerlang bagi pemuda yang mempunyai semangat untuk terus berkembang maju dan positif. Berlomba-lomba mencari kemenangan mutlak untuk mengawali masa depan mereka. Salah satunya dengan cara membaca. Dengan membaca kita akan bertemu dengan kata-kata yang asing di mata kita, selain itu membaca juga dapat untuk menambah suatu wawasan ilmu yang menakjubkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam membaca, tak hanya sekedar melihat dan membaca kalimat yang ditulis, dalam aktivitas membaca ada satu makna yang sering dilupakan, yaitu memahami. Bagaikan bunga dan serangga yang saling sangkut-paut dalam kegiatan ekosistem. Membaca dan memahami juga sama dengan hal itu, dengan membaca dan memahami setiap kata, akan menghasilkan sebuat kalimat yang elok dimata dan pikirin.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak orang yang menyepelekan satu kata yang sebenarnya bisa mengubah hidup mereka yaitu membaca. Membaca tidak akan lepas dari roda perputaran aktivitas manusia. Tanpa membaca, kita akan dibayangi oleh masa depan yang suram yang tidak punya tujuan hidup yang jelas. Dengan membaca kita akan mengerti maknanya, dan dengan membaca ilmu baru akan tertabung sedikit demi sedikit dalam memori otak kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam mengartikan sebuah bacaan, tidaklah perlu membutuhkan jarak waktu dan usaha yang lama. Di mana-mana pasti terdapat bacaan, karena bacaan merupakan jalan pintas untuk manusia menuju sebuah kebenaran dalam memahami kehidupan nyata maupun maya. Seperti halnya buku-buku yang terpampang rapi di meja belajar kita, atau perpustakaan yang berdiri megah menyambut orang yang haus ilmu.</p>
<p style="text-align: justify;">Rotasi zaman telah mengubah kepekaan memori otak terhadap komunikasi dan informasi dalam pengembangan suatu tujuan. Salah satunya pengembangan dalam sarana dan prasarana membaca. E-book yang merupakan sarana yang paling mudah untuk kita bawa ke mana-mana. Di mana saja kita dapat menambah wawasan dengan mudah dimanapun dan kapan saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Andaikan setiap orang menyatukan pikiran mereka dengan membaca, dunia mereka akan selalu dihiasi oleh warna-warni ilmu pengetahuan. Dari waktu seharian yang telah diberikan cuma-cuma, hanya beberapa persen saja yang kita gunakan untuk membaca suatu kalimat. Banyak saja ujian yang melewati alam sadar kita. Permainan internet yang mencandui pikiran pemuda sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Hegemoni budaya telah tersebar sangat cepat menuju saraf kendali budaya dunia. Dengan mudah dapat diterima banyak kalangan. Untuk itu, dibutuhkanlah suatu konsep untuk membenahi masalah yang yang serius ini. Dari pengamatan yang telah dilakukan, kebanyakan kalangan tidak menyukai bacaan yang monoton terhadap tulisan yang rapat dan tidak menarik. Karena dalam hal ini, otak bekerja dua kali lipat dari yang sebenarnya. Hanya melihat tulisan tanpa ada hiburan disekitarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan itu, adanya gambar saat membaca dapat membuat kita merasa bahwa jika membaca itu tidak membosankan untuk dilakukan. Selain mendapatkan ilmu, dengan ada gambar kita juga dapat meningkatkan daya imajinasi kita. Dua keuntungan dalam satu objek. Selain dengan gambar, membaca bisa kita sajikan dengan sebuah permainan susun kalimat atau yang lainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, menurut penelitian yang telah dilakukan membaca dengan animasi dapat menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan kita. Dengan seimbangnya otak kita, dapat membuat kita siap dalam menghadapi masa depan. Semakin sering kita membaca bersamaan dengan melihat animasi disekitarnya membuat kita dapat larut dalam suasana yang rileks.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi bangkitlah dari kemunduran yang di sebabkan informasi yang tak baik, sebuah aktifitas yang sepele di pandang orang, tapi luar biasa di hadapan masa depan. Tak boleh kalah dari dorongan informasi dan komunikasi yang mengahalangi untuk membaca. Mulailah membaca dari sekarang, dengan begitu masa depan yang sempurna akan menjemput anda.</p>
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="Juara III Lomba Menulis Tahun 2012 Kategori SMP" src="http://i301.photobucket.com/albums/nn66/bluekaizen/juara3_smp.jpg" alt="" width="97" height="130" />  Muhamad Al-Fath</p>
<p style="text-align: justify;">  SMP MUHAMMADIYAH PLUS  GUNUNGPRING MUNTILAN</p>
<p style="text-align: justify;">  Juara III Lomba Menulis Tahun 2012 Kategori SMP</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendekartidar.org/membaca-dengan-inovasi-animasi.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Membaca</title>
		<link>http://pendekartidar.org/indonesia-membaca.php</link>
		<comments>http://pendekartidar.org/indonesia-membaca.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 00:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[lmsp2012]]></category>
		<category><![CDATA[smp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendekartidar.org/?p=3650</guid>
		<description><![CDATA[Buku adalah jendela kehidupan.&#8221;, inilah semboyan bagi sebagian orang yang memahami betul manfaat dari membaca... <a class="meta-more" href="http://pendekartidar.org/indonesia-membaca.php">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Buku adalah jendela kehidupan.&#8221;, inilah semboyan bagi sebagian orang yang memahami betul manfaat dari membaca buku. Mereka telah menggap buku sebagai bagian dari hidup mereka yang tak terpisahkan. Buku, begitu besar sekali makna yang terkandung di dalamnya apabila kita betul-betul paham akan khasiatnya. Membaca buku akan memberikan manfaat positif yang dapat kita rasakan, diantaranya: Dapat menghilangkan kecemasan dan kegundahan; membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir; meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata; meningkatkan kretifitas; mengurangi kebosanan; dan masih banyak manfaat lainnya yang didapat dari membaca buku. Akan tetapi, betapapun besar manfaat dari membaca buku, jika individu itu sendiri kurang memiliki kesadaran tentang pentingnya membaca buku, terciptanya suatu peradaban yang lebih baik menjadi suatu keniscayaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Minat baca menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap angka pembaca buku. Menurut beberapa survey di dunia seperti UNESCO dan PISA, angka minat baca Indonesia masih sangat minim dibandingkan dengan negara-negara Asia lain, bahkan masih kalah dibandingkan negara-negara Asia.</p>
<p style="text-align: justify;">Tenggara lainnya. Hal itu dibuktikan dengan tidak terbiasanya warga Indonesia memiliki kebiasaaan membaca buku ( reading habit ), seperti yang telah menjadi budaya di beberapa negara maju lain, seperti Jepang dan Korea. Kejadian ini dianggap sebagai tragedi yang  disebut &#8220;Tragedi Nol Buku.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembangunan kebiasaan membaca dapat ditanamkan sejak masa kanak-kanak terutama di lingkungan keluarga, karena dapat membentuk karakter seseorang dan dapat menjadi kebiasaan. Pepatah Inggris mengatakan <em>&#8220;We first make our habits, then our habits make us. &#8220;, </em>yang artinya, <em>&#8220;Sebuah watak akan muncul, bila kita membentuk kebiasaan terlebih dahulu.&#8221; </em>Maka, perlu sekali untuk diadakan pengembangan minat dan kebiasaan baca terhadap para generasi muda, sebagai generasi penerus kelak. Pembangunan minat baca, selain membutuhkan peran serta keluarga, juga memerlukan adanya partisipasi aktif dari pemerintah , lembaga pendidikan, lembaga swasta, dan dukungan dari masyarkat pada umumnya. Jadi, kesimpulannya adalah mengembangkan minat dan kebiasaan baca masyarakat akan bisa terwujud kalau semua pihak dari mulai pemerintah, kalangan swasta, pustakawan, dunia pendidikan, Orang tua, pecinta buku maupun elemen masyarakat bersatu untuk bersama-sama menumbuhkan minat dan kebiasaan baca bagi semua orang terutama anak-anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Minimnya minat baca masyarakat, juga dipengaruhi oleh minimnya sarana dan prasarana membaca buku, seperti perpustakaan. Budaya minat baca masyarakat tentunya juga sangat bergantung pada ketersediaan buku yang dapat dibaca. Buku di perpustakaan, terutama perpustakaan sekolah masih sangat jauh dari apa yang diharapkan pemerintah, apalagi sperti di daerah-daerah pelosok yang umumnya masih mengalami kesenjangan sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya, dari pihak pemerintah sudah menetapkan beberapa Undang-Undang dan Peraturan yang lain mengenai usaha untuk mengembangkan minat baca, seperti diantaranya : UU No. 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan; Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014; Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007; dan bahkan telah memaksa pemerintah daerah untuk mengembangkan sarana dan prasarana membaca dari dana APBD. Akan tetapi, semua itu hanya sebatas peraturan yang diabaikan. Kenyataanya di lapangan, banyak terjadi penyelewengan sehingga tujuan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Itulah yang menjadi kendala pengembangan budaya baca di kalangan masyarakat saat ini. Untuk itu, perlu sekali untuk diadakan pembaharuan peraturan dan perbaikan sistem dan strategi yang masih belum sesuai agar dapat dijalankan secara lancar dan baik. Dalam hal ini, pemerintah juga harus bersikap konsisten agar rencana ini tidak berhenti di tengah jalan dan kahirnya akan menjadi sesuatu yang sia-sia. Selain itu, pemerintah juga perlu untuk mensosialisasikan budaya minat baca sebagai budaya yang mempunyai keluhuran serta manfaat pembangunan din sendiri dan negara. Sosialisasi perlu diadakan secara intensif dan tepat sasaran sehingga kesadaran pentingnya membaca dan manfaat membaca dapat tumbuh subur di kalangan masyrakat biasa sekalipun. Apalagi sekarang teknologi informasi dan komunikasi sedang berkembang sangat pesat, sehingga memungkinkan sosialisasi dapat diberikan dengan lebih cepat dan berkembang di berbagai media informasi lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, selagi masih ada kesempatan dan kemauan , Ayo, kita sukseskan Budaya Membaca untuk Indonesia yang lebih baik!</p>
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="Juara II Lomba Menulis Tahun 2012 Kategori SMP" src="http://i301.photobucket.com/albums/nn66/bluekaizen/juara2_smp.jpg" alt="" width="97" height="130" />  Lela Wahyu Anggraeni</p>
<p style="text-align: justify;">  SMPN 1 MUNTILAN</p>
<p style="text-align: justify;">  Juara II Lomba Menulis Tahun 2012 Kategori SMP</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendekartidar.org/indonesia-membaca.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejuta Kebaikan di Dunia Kata</title>
		<link>http://pendekartidar.org/sejuta-kebaikan-di-dunia-kata.php</link>
		<comments>http://pendekartidar.org/sejuta-kebaikan-di-dunia-kata.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 00:17:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[lmsp2012]]></category>
		<category><![CDATA[smp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendekartidar.org/?p=3647</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman ini, kebiasaan dan tata nilai kehidupan mulai berkembang di tengah arus globalisasi. Berbagai... <a class="meta-more" href="http://pendekartidar.org/sejuta-kebaikan-di-dunia-kata.php">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada zaman ini, kebiasaan dan tata nilai kehidupan mulai berkembang di tengah arus globalisasi. Berbagai sisi kehidupan mulai beranjak menuju kemajuan. Kemajuan inilah salah satu faktor penggeseran budaya setempat. Tidak sedikit hal positif berangsur memudar akibat antusiasme masyarakat terhadap trend globalisasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Termasuk budaya dan minat baca di kalangan pelajar, pendidik, dan masyarakat umum. Hal ini begitu memprihatinkan. Padahal dengan membaca, kita memperoleh berbagai kebaikan. Membaca sebenarnya adalah kegiatan yang kompleks. Kegiatan membaca menuntut kita untuk dapat melakukan beberapa kegiatan mental yang berbeda. Kita diharapkan dapat berpikir, memahami, dan menghayati. Selain itu, juga diharapkan mengenal makna atau maksud berdasarkan konteks wacana.</p>
<p style="text-align: justify;">Membaca mendatangkan banyak manfaat. Kita dapat memperkaya perbendaharaan kosakata (vocabulary), ungkapan (expressions), dan istilah (terms). Dengan membaca, kita dapat belajar dari pengalaman yang lain, mengetahui peristiwa besar dalam kebudayaan suatu bangsa, serta dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru dunia. Membaca, suatu sarana membuka dunia dan memanen buah pengetahuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara spesifik, ada dua fungsi membaca. Fungsi rekreatif dan diduktif. Fungsi rekreatif berarti seseorang dapat mengembara, berekreasi, dan memperoleh suguhan kisah berikut imajinasi pengarang mengenai berbagai kehidupan manusia. Sehingga seseorang merasa terhibur, puas, dan memperoleh pengalaman batin tentang tafsir hidup dan kehidupan manusia yang disajikan oleh pengarang. Sedangkan dengan fungsi diduktif seseorang dapat memperoleh pengetahuan tentang seluk beluk kehidupan manusia dan pelajaran tentang nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Dari sana, orang tersebut terbangkitkan kreativitas dan emosinya untuk berbuat sesuatu, baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Dilihat dari beberapa kebaikan di atas, perlu upaya untuk memupuk serta membudidayakan minat baca di kalangan pelajar maupun masyarakat umum. Meningkatkan motivasi, mencetak sarana dan prasarana yang memadai, serta mengkondisikan suasana membaca yang efektif adalah caranya. Dalam melakukan kegiatan membaca sudah seharusnya kita tidak melakukannya secara asal-asalan. Siapkan diri kita untuk membaca secara intensif sehingga tenaga dan waktu tidak terbuang sia-sia. Upayakan sarana dan prasarana yang memadai. Ciptakanlah lingkungan yang kondusif dalam rangka terlaksananya kegiatan membaca efektif. Jadi, upayakan kegiatan membaca anda terjaga sebaik mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita membaca, perlu kiranya memperhatikan tingkat kualitas bacaan. Bacalah baacan yang memang perlu dibaca. Menurut ST. Y. Slamet, bahan bacaan yang berkualitas memiliki ciri khas sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Bahan bacaan mengandung nilai kehidupan tertentu. Nilai kehidupan yang dimaksud dapat berupa kebenaran, keadilan, kebijakan, kemanusiaan, atau keahlian.</li>
<li>Bahan bacaan bersifat mendidik (edukatif). Bahan bacaan dapat memberikan pengaruh positif pada pembacanya.</li>
<li>Bersifat otentik, tidak imitatif (pulasan). Mengandung nilai orisionalitas (keaslian) dan punya keunikan serta kekhasan.</li>
<li>Menggunakan bahasa baik, benar, dinamis, dan tidak klise (terlalu sering dipakai).</li>
<li>Menyampaikan ide secara komunikatif, runtut dan efektif.</li>
<li>Bersifat etis, tidak mengandung unsur asusila.</li>
<li>Berisi wawasan luas yang membahas persoalan secara mendalam.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"> Pada umumnya, masyarakat beropini bahwa membaca tidaklah begitu penting. Opini tersebut muncul karena berbagai faktor. Modernisasi zaman merupakan faktor utama penggerak keterbelakangan budaya baca. Menjadi kendala hebat yang sukar dicegah. Kini, masyarakat menyibukkan diri dengan benda berbau teknologi. Contohnya : BBM, browsing internet, chatting di jejaring sosial, dsb. Bahkan menghabiskan sebagian besar waktunya hanya sekedar untuk shopping (berbelanja).</p>
<p style="text-align: justify;">Selayaknya, hal tersebut tidak akan menjadi persoalan rumit selama masyarakat mampu memilah hal baik, selektif terhadap pengaruh global, serta mampu membagi waktu sesuai porsi sebagaimana mestinya. Pihak-pihak yang terkait, perlu mencermati hal ini. Para pendidik meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam membaca, orang tua memberi contoh anak-anaknya dalam membaca, tentunya kesemuanya dapat bersinergi membentuk budaya dan minat baca kembali hadir di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Terdapat strategi yang patut diterapkan saat membaca. Ada banyak strategi yang dapat digunakan. Salah satunya adalah skimming dan scanning. Skimming adalah strategi membaca untuk memperoleh gambaran sebuah teks secara umum. Dilakukan dengan membaca cepat serta tidak memperhatikan informasi rinci. Scanning merupakan kebalikan dari skimming. Membaca secara scanning berarti membaca secara rinci untuk mendapatkan informasi khusus sebuah teks. Tujuannya untuk menemukan informasi tentang angka, tanggal, dan tahun. Strategi ini sangat sesuai untuk menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan isi teks.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan berbagai manfaat dan kebaikan membaca, diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya membaca. Semoga budaya dan minat baca di kalangan masyarakat semakin meningkat. Membaca, membuka jendela dunia!</p>
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="Juara I Lomba Menulis Tahun 2012 Kategori SMP" src="http://i301.photobucket.com/albums/nn66/bluekaizen/juara1_smp.jpg" alt="" width="97" height="130" />  Yuan Adelintang K.</p>
<p style="text-align: justify;">  SMP N 1 MUNTILAN</p>
<p style="text-align: justify;">  Juara I Lomba Menulis Tahun 2012 Kategori SMP</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendekartidar.org/sejuta-kebaikan-di-dunia-kata.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hasil Survey Pelaksanaan Seminar</title>
		<link>http://pendekartidar.org/hasil-survey-pelaksanaan-seminar.php</link>
		<comments>http://pendekartidar.org/hasil-survey-pelaksanaan-seminar.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 14:51:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndoroseten</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[intip buku]]></category>
		<category><![CDATA[lmsp2012]]></category>
		<category><![CDATA[magelang]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[pustaka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendekartidar.org/?p=3638</guid>
		<description><![CDATA[PUSAKA DI BALIK PUSTAKA Gedung Waninta Magelang, 6 Mei 2012 Beberapa poin penting terkait dengan... <a class="meta-more" href="http://pendekartidar.org/hasil-survey-pelaksanaan-seminar.php">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 align="center"><span style="color: #ff0000;"><strong>PUSAKA DI BALIK PUSTAKA</strong></span></h2>
<p align="center"><span style="color: #0000ff;"><strong>Gedung Waninta Magelang, 6 Mei 2012</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Beberapa poin penting terkait dengan penyelenggaraan seminar dimintakan pendapatnya kepada peserta seminar melalui pengisian angket pada sesi akhir seminar. Peserta seminar yang nmenjadi responden jajak pendapat ini sebanyak 109 orang. Selengkapnya hasil jajak pendapat tersebut adalah sebagai berikut:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;"><strong>Darimana Anda mengetahui seminar ini?</strong></span></p>
<p><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/LMSP1.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-3639" title="LMSP1" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/LMSP1.jpg" alt="" width="369" height="230" /></a><strong><span style="color: #008000;">Apa yang menurut Anda paling menarik dari seminar ini?</span></strong></p>
<p align="center"><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/LMSP2.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-3640" title="LMSP2" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/LMSP2.jpg" alt="" width="371" height="231" /></a></p>
<p><strong><span style="color: #008000;"> Apakah tema seminar yang diangkat bermanfaat bagi Anda?</span></strong></p>
<p><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/LMSP3.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-3641" title="LMSP3" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/LMSP3.jpg" alt="" width="370" height="231" /></a><strong><span style="color: #008000;"> Bagaimana uraian dari pembicara?</span></strong></p>
<p><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/LMSP4.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-3642" title="LMSP4" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/LMSP4.jpg" alt="" width="410" height="256" /></a><strong><span style="color: #008000;">Apakah menurut Anda seminar ini bermanfaat?</span></strong></p>
<p><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/LMSP5.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-3643" title="LMSP5" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/LMSP5.jpg" alt="" width="373" height="233" /></a><strong><span style="color: #008000;">Apakah seminar sejenis perlu dilaksanakan lagi di waktu mendatang?</span></strong></p>
<p><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/LMSP6.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-3644" title="LMSP6" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/LMSP6.jpg" alt="" width="381" height="238" /></a><strong><span style="color: #008000;">Menurut Anda, kapan waktu yang paling sesuai untuk pelaksanaan seminar?</span></strong></p>
<p align="center"><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/LMSP7.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-3645" title="LMSP7" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/LMSP7.jpg" alt="" width="376" height="235" /></a></p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;"> Sebutkan kelebihan/kekuatan seminar ini!</span></strong></p>
<ol>
<li><span style="color: #0000ff;">Tema dan materi menarik; tema sesuai profesi; tema mendidik;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Judul seminar mengguggah;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Narasumber dari kalangan jurnalis; pembicara kompeten/menarik; interaksi pembicara dan audience;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Peserta seminar aktif; mempedulikan peserta; belajar berbaur dengan peserta lain; bertemu dengan penulis buku fiksi;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Memberi motivasi untuk membaca dan menulis; menambah wawasan di bidang menulis; meningkatkan kreativitas menulis; mengetahui cara menulis di internet/blog; mengetahui cara menulis buku; menumbuhkan hobi menulis; memacu guru untuk membiasakan menulis; promosi jaringan penulis dan pembaca;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Menambah pengetahuan dan wawasan; memberikan pencerahan dan inspirasi baru; membangkitkan semangat; meningkatkan daya pikir; membantu mengembangkan pola pikir;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Mengetahui manfaat perpustakaan;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Mengetahui manfaat internet; memberi pengetahuan tentang blogger; menambah pengetahuan untuk mengakses internet secara positif;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Mengetahui seluk beluk dunia jurnalistik;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Praktik menulis langsung;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Pilihan waktu penyelenggaraan sesuai; tepat waktu;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Doorprizenya banyak dan menarik;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Ada promo internet; sponsor sangat antusias;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Fasilitas mencukupi; harga terjangkau; ada sertifikat</span></li>
</ol>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>  Sebutkan kekurangan/kelemahan seminar ini!</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="color: #0000ff;">Persiapan panitia kurang; paniti tidak pengalaman(pembagian hadiah, distribusi snack dan makalah);</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Pengemasan acara kurang menarik, terkesan monoton dan membosankan; peserta merasa bosan; Tidak ada selingan sehingga membuat ngantuk; terlalu formal;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Perlengkapan kurang optimal; sound system kemresek; LCD kurang besar;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Presentasi terlalu cepat dan tidak mengenai intinya; pembicara kurang akrab kepada peserta;  pembicara kurang dapat membaawa suasana; terlalu banyak pembicara; pemaparan materi kurang mendalam; jawaban pertanyaan tidak memuaskan penanya;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Tidak on time? Waktu terbatas; acara terlalu lama; sesi jurnalistiknya kurang; waktunya terlalu lama;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Tidak diawali dengan doa di awal acara;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Kurang ramai;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">MC kurang komunikatif; Dua MC conect-nya lambat; Tema lebih ditekankan daripada iklan;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Biaya agak mahal untuk mahasiswa dan pelajar; peserta kalangan pelajar sedikit;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Hand out tidak lengkap di awal acara;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Pengenalan biografi pembicara tidak memanfaatkan LCD;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Kesempatan diskusi kurang; pemilihan penanya kurang adil;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Tidak disertai bazar buku;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Belum mengikutkan kepala sekolah;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Sosialisasi kurang sehingga peserta terbatas;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Snack kurang mantap;</span></li>
</ol>
<p><strong><span style="color: #ff0000;"> Apakah saran dan masukan Anda ke depan?</span></strong></p>
<ol>
<li><span style="color: #0000ff;">Persiapan lebih matang; masalah teknis diminimalisasi;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Pemberian handout, makalah, dan jadwal seminar di awal waktu; modul lebih lengkap;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Sarana dan prasarana harus lebih baik; <strong>Sound system dipastikan bagus</strong>, LCD lebih lebar;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Seminar dilanjutkan di waktu mendatang; penyelenggaraan teratur dan kontinyu; frekuensi seminar ditambah; kalau bisa seminar untuk guru bahasa Inggris; seminar setiap 2 bulan sekali atau satu tahun 3 kali;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Perhatian khusus tentang pembuatan blog; Materi menulis karya ilmiah; materi e-learning harap dibahas khusus;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Pengaturan waktu agak longgar; kesempatan diskusi ditambah; durasi seminar jangan terlalu lama;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Diutamakan kepesertaan dari anak sekolah; diundang khusus siswa;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Dipilih narasumber yang dapat mempersuasi dan mensugesti peserta; narasumber diperbanyak lagi; mengundang penulis sastra;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Menciptakan suasana segar dalam seminar; perlu ada hiburan agar pikiran santai; beri selingan yang  menarik; MC lebih bersemangat dan berkomunikasi dengan audience;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Diadakan bazar buku murah usai seminar; semua peserta mendapatkan buku baru;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Diperbanyak doorprize;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Panitia banyak-banyaklah senyum; keep spirite;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Distribusi promosi lebih digalakkan; promo ke bimbel, tempat kursus, dan taman bacaan;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Harus ada waktu istirahat;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Perbanyak kegiatan semacam ini, sangat bermanfaat;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Mewajibkan tiap-tiap sekolah ada perwakilan siswa-siswinya;</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Lagu Indonesia Raya dinyanyikan paling awal dan harus ada yang memberikan aba-aba;</span></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendekartidar.org/hasil-survey-pelaksanaan-seminar.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rajin Membaca Sukses di Depan Mata</title>
		<link>http://pendekartidar.org/rajin-membaca-sukses-di-depan-mata.php</link>
		<comments>http://pendekartidar.org/rajin-membaca-sukses-di-depan-mata.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 13:05:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[lmsp2012]]></category>
		<category><![CDATA[sma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendekartidar.org/?p=3630</guid>
		<description><![CDATA[Membaca adalah nutrisi paling penting untuk pikiran kita. Tidak adil jika kita rajin memberi nutrisi... <a class="meta-more" href="http://pendekartidar.org/rajin-membaca-sukses-di-depan-mata.php">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Membaca adalah nutrisi paling penting untuk pikiran kita. Tidak adil jika kita rajin memberi nutrisi tubuh tapi tidak untuk otak kita. Dengan membaca kita telah membuat otak kita menjalankan tugasnya. Dengan membaca secara kontinu kita telah merawat otak kita dari bahaya ketumpulan.</p>
<p style="text-align: justify;">Seyogyanya membaca, terutama membaca buku harus sudah menjadi sebuah kebiasaan untuk kita dalam kehidupan sehari-hari. Dalam agama Islam perintah pertama yang diwahyukan kepada nabi dan harus diamalkan oleh seluruh umat adalah perintah untuk membaca. Dengan membaca pikiran kita pada lingkungan sekitar akan tebuka. Kabut tebal kebodohan sedikit demi sedikit akan sirna digantikan dengan cahaya kebijakan pengetahuan yang kita dapat dari membaca buku.</p>
<p style="text-align: justify;">Ungkapan yang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia memang benar adanya. Dalam konteks ini kata buku tidak hanya sebatas buku teks saja. Surat kabar dan majalah pun dapat membantu kita mengenal dunia seisinya. Dunia kita tidak hanya terdiri dari planet bumi dan segala komponen yang menyusun serta makhluk hidup yang menghuninya. Masih banyak lagi yang belum kita ketahui. Buku mengenalkan kita hal tersebut. Kita tidak perlu bersusah payah datang ke suatu tempat, tidak perlu bersusah payah menyentuh suatu benda. Hanya dengan membaca buku kita akan memiliki pengetahuan tentang tempat atau pun benda tersebut. Buku dapat mengenalkan kita pada seseorang yang bahkan belum pernah kita lihat wajahnya. Setelah membaca kita bisa mengetahui dan mengambil pelajaran dari pengalaman hidup mereka serta meneladani sikap mereka. Dengan demikian, pikiran kita akan terbuka. Hal tersebut tentu akan diikuti oleh peningkatan kualitas hidup kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu banyak manfaat membaca buku bagi kehidupan kita. Namun, kesadaran masyarakat untuk membaca buku terbilang masih sangat kurang. Beberapa penyebabnya adalah mereka tidak dibiasakan untuk membaca buku sejak usia dini. Akibatnya, mereka berpendapat bahwa membaca buku adalah suatu hal yang membosankan dan tidak berguna karena hanya akan membuang banyak waktu. Selain itu, kurangnya pengetahuan mereka tentang manfaat membaca buku juga membuat meraka merasa enggan untuk membaca buku.</p>
<p style="text-align: justify;">Apalagi dalam era informasi sekarang ini. Popularitas buku semakin meredup digantikan dengan informasi-informasi instan yang lebih cepat mereka dapatkan melalui internet. Memang dengan demikian aktivitas membaca tetap dapat mereka lakukan. Namun, risiko yang ditimbulkan akan lebih besar dibandingkan dengan kita membaca buku. Misalnya dampak pada kesehatan mata kita. Sinar-X yang terpancar dapat menyebabkan kerusakan mata jika terkena terus menerus. Lalu dari segi penggunaan energi. Dengan membaca buku kita akan menghemat penggunaan energi listrik.</p>
<p style="text-align: justify;">Faktor yang menyebabkan perubahan pada seseorang di antaranya adalah pengalaman hidup, lingkungan tempat tinggal, serta dari buku-buku yang ia baca. Oleh karena itu, budaya membaca buku harus kita tingkatkan. Kerja sama dari semua pihak sangat menentukan keberhasilannya. Penerbit buku berusaha meningkatkan kualitas buku yang mereka terbitkan. Kemudahan dalam proses peminjaman buku di perpustakaan serta perbanyakan koleksi buku-bukunya. Semakin banyak buku yang kita baca maka semakin banyak pula ilmu dan pengetahuan yang kita dapat. Setelah kita dapat pengetahuan-pengetahuan itu, alangkah terpujinya jika kita membaginya pada orang lain. Saling berbagi pengetahuan maka niscaya kualitas hidup setiap orang akan meningkat menjadi lebih baik setiap harinya. Hubungan baik antarsesama manusia serta antara manusia dan alam tempat tinggalnya akan tercipta. Sudah terbukti bahwa banyak tokoh yang berhasil karena mereka gemar membaca. Maka, dapat disimpulkan bahwa salah satu kunci keberhasilan adalah dengan membaca buku.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="Juara III Lomba Menulis Tahun 2012 Kategori SMA" src="http://i301.photobucket.com/albums/nn66/bluekaizen/juara3_sma.jpg" alt="" width="97" height="130" />  <em>Widya Larasati</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>  SMAN 1 Kota Magelang</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>  Juara III Lomba Menulis Tahun 2012 Kategori SMA</em></p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendekartidar.org/rajin-membaca-sukses-di-depan-mata.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membaca, Suatu Fakta Tak Terelakkan</title>
		<link>http://pendekartidar.org/membaca-suatu-fakta-tak-terelakkan.php</link>
		<comments>http://pendekartidar.org/membaca-suatu-fakta-tak-terelakkan.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 12:56:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[lmsp2012]]></category>
		<category><![CDATA[sma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendekartidar.org/?p=3627</guid>
		<description><![CDATA[Membaca adalah keterampilan berbahasa ketiga yang dialami oleh manusia. Membaca menjadi keterampilan berbahasa ketiga karena... <a class="meta-more" href="http://pendekartidar.org/membaca-suatu-fakta-tak-terelakkan.php">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Membaca adalah keterampilan berbahasa ketiga yang dialami oleh manusia. Membaca menjadi keterampilan berbahasa ketiga karena sebelum manusia itu belajar membaca, ia harus mampu mendengarkan dan berbicara dengan baik terlebih dahulu. Pada dasarnya, ketiga proses tersebut saling berkesinambungan dan akan menghasilkan proses belajar yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Belajar membaca merupakan proses belajar yang harus dilakukan dengan sabar oleh orang yang belajar dan orang yang memberi pelajaran. Alasannya yaitu bahwa belajar membaca tidak dapat dilakukan secara instan atau sekali jadi, tetapi harus dilakukan dalam waktu yang cukup lama agar menghasilkan kemampuan membaca yang berkualitas. Telah kita ketahui pula bahwa membaca memiliki berbagai ragam jenisnya. Ragam tersebut digunakan sesuai dengan konteks dan keperluan kita dalam mendapatkan informasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita memasuki jenjang pendidikan dasar tingkat awal, pelajaran membaca menjadi pelajaran yang sering diajarkan, baik itu membaca huruf maupun membaca suku kata, dan kata yang nantinya tersusun menjadi frasa, klausa, kalimat, atau bacaan singkat. Guru yang mengajarkan membaca pun memiliki cara tersendiri agar siswa-siswinya lekas mampu membaca dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, muncullah suatu pertanyaan, seberapa pentingkah membaca itu sehingga kemampuan membaca menjadi suatu hal yang wajib dimiliki oleh setiap orang?</p>
<p style="text-align: justify;">Ada suatu fakta yang tidak dapat dihindari di dunia ini. Kemampuan membaca yang baik akan mendorong kita untuk menulis dengan baik pula. Informasi-informasi penting yang ada di dunia ini tidak mampu ditularkan kepada semua orang melalui lisan saja, tetapi juga melalui tulisan-tulisan yang harus dibaca. Informasi-informasi di dunia ini akan terasa valid dan lebih dapat dipertanggungjawabkan apabila disajikan dalam bentuk tulisan. Orang-orang yang menuliskan informasi pun haruslah orang yang mampu menulis dengan baik, yang kemampuannya itu didapatkan dari proses membaca yang baik pula terlebih dahulu. Semakin banyak informasi yang kita peroleh, semakin luas pula wawasan yang kita miliki. Wawasan luas yang kita miliki pun akan mendorong kita untuk mengembangkannya menjadi banyak hal yang berdaya guna bagi kehidupan.</p>
<p style="text-align: justify;">Wawasan luas yang diperoleh dari kegemaran membaca memiliki dampak yang cukup besar dan bermanfaat dalam pergaulan. Biasanya, orang yang gemar membaca akan terlihat “nyambung” ketika bergaul dengan orang-orang di sekelilingnya. Ia mampu membicarakan suatu topik permasalahan yang ada di dunia ini dengan antusias, bahkan mampu untuk mendiskusikannya dengan kawan-kawannya. Dalam berdiskusi pun ia memiliki pemikiran yang terarah. Ia terlihat serbatahu tetapi tidak sok tahu, karena ia memiliki dasar yang menyebabkan ia tahu, yaitu berbagai informasi yang diperoleh dari membaca.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, orang yang gemar membaca akan memiliki wawasan tentang tata kehidupan dan keagamaan yang luas dan baik pula. Ketika ia mendapatkan suatu permasalahan, ia akan berusaha untuk menghadapinya dengan tegar dan berusaha untuk mencari jalan keluar yang baik. Bahkan, ketika ada seorang karib kerabatnya yang kesusahan, ia juga mampu untuk memberikan motivasi agar karib kerabatnya itu tidak berputus asa. Ia akan membantu karibnya itu agar selalu menggunakan akal sehat dan cara-cara yang lurus dalam memecahkan berbagai persoalan, sehingga tidak terjebak dalam kehidupan menyimpang yang membuat masalah menjadi semakin pelik. Ya, semua itu ia dapatkan karena ia banyak dan gemar membaca. Tak hanya membaca buku saja yang membuatnya mampu menularkan informasi serta memotivasi, tetapi juga membaca segala hal yang ada di alam ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu kita mendengar bahwa minat untuk membaca di negara kita masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh lingkungan yang kurang mendukung, misalnya, orang tua yang tidak memiliki kebiasaan untuk membaca, tidak tersedianya bacaan-bacaan menarik karena orang lebih tertarik membeli barang tersier daripada membeli buku, pengaruh teman yang malas membaca dan lebih rajin melakukan hal lain yang kurang bermanfaat, serta kesempatan mengunjungi perpustakaan yang sedikit. Namun sebenarnya, kerendahan minat baca itu sendiri dapat diatasi dengan baik, khususnya pada anak-anak dan remaja saat ini. Anak-anak dan remaja akan tertarik membaca bila dibiasakan oleh orang-orang terdekatnya, seperti orang tua dan guru. Pembiasaan itu dapat dilakukan tentunya dengan jalan menyediakan berbagai macam bacaan bagi mereka, atau mengajak mereka untuk mengunjungi taman-taman bacaan yang dapat pula dilakukan dengan penjadwalan. Untuk beberapa situasi, mungkin sedikit pemaksaan dapat dilakukan, karena dari keterpaksaan yang dirasakan oleh anak-anak dan remaja itu lama kelamaan akan tertanam menjadi suatu kebiasaan yang kelak akan menjadi budaya yang indah. Bacaan-bacaan bernilai yang sering dibaca pun akan memengaruhi jiwa kita semua untuk membaca segala hal yang tertera di alam ini, segala hal yang telah dikaruniakan oleh Tuhan kepada kita agar kita senantiasa mensyukurinya. Membaca juga merupakan sesuatu yang telah diperintahkan oleh Tuhan kepada kita. Ini terbukti dengan turunnya wahyu yang memerintahkan manusia untuk membaca, (Q.S. Al-Alaq). Dapatlah kita simpulkan bahwa selain dapat menjadi orang berwawasan luas dan bermanfaat, dengan membaca berarti kita sedang melaksanakan perintah Tuhan.</p>
<blockquote><p><a href="http://s301.photobucket.com/albums/nn66/bluekaizen/?action=view&amp;current=juara2_sma.jpg" target="_blank"><img class="alignleft" style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px;" src="http://i301.photobucket.com/albums/nn66/bluekaizen/juara2_sma.jpg" alt="Juara II Lomba Menulis Kategori SMA" width="97" height="130" border="0" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">  <em>Happy Virgina Puspa Nirmala</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>  SMAN 1 Kota Magelang</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>  Juara II Lomba Menulis Tahun 2012 Kategori SMA</em></p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendekartidar.org/membaca-suatu-fakta-tak-terelakkan.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedikit Membaca Kalam Tak Pernah Membaca Alam</title>
		<link>http://pendekartidar.org/sedikit-membaca-kalam-tak-pernah-membaca-alam.php</link>
		<comments>http://pendekartidar.org/sedikit-membaca-kalam-tak-pernah-membaca-alam.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 12:43:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[lmsp2012]]></category>
		<category><![CDATA[sma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendekartidar.org/?p=3623</guid>
		<description><![CDATA[Masalah, bencana, dan musibah terus saja terjadi. Semua itu terjadi karena faktor alam dan ulah... <a class="meta-more" href="http://pendekartidar.org/sedikit-membaca-kalam-tak-pernah-membaca-alam.php">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Masalah, bencana, dan musibah terus saja terjadi. Semua itu terjadi karena faktor alam dan ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Namun sebenarnya masalah, bencana atau musibah terus saja muncul karena manusia jarang membaca atau bahkan tidak pernah membaca. Mengapa bisa demikian? </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-3623"></span>Allah swt menciptakan alam semesta ini untuk manusia. Manusia harus selalu menjaga alam semesta ini. Namun kenyataannya, banyak masalah, bencana, atau musibah terjadi karena ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Aksi kekerasan dan ketidakpedulian manusia terhadap sesama dan alam terus saja ada. Perbuatan manusia tersebut disebabkan karena manusia jarang atau bahkan tidak pernah membaca, baik itu membaca buku atau tulisan maupun membaca keadaan alam atau keadaan. Jika manusia memiliki kebudayaan membaca apalagi selalu membaca keadaan atau alam sekitar, pasti manusia akan mampu mengambil hikmah atau pelajaran yang bisa dipetik dari setiap peristiwa yang terjadi. Pelajaran yang bisa diperoleh tersebut bisa menjadikan manusia pandai bersyukur, bijaksana, dan tidak merusak alam. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (Q.S.Ar-Ruum:41)</p>
<p style="text-align: justify;">Namun masalahnya, masyarakat belum mempunyai budaya membaca. Bahkan mereka sama sekali tidak pernah membaca alam. Buktinya, masyarakat di dusun Bakalan, kecamatan Sawangan, kabupaten Magelang banyak yang belum bisa menyayangi lingkungan sekitarnya. Masyarakat masih kurang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Banyak pohon ditebang tanpa adanya penanaman kembali, sampah-sampah dan kotoran dibuang ke sungai, dan banyak lahan terbengkalai atau kurang terawat. Masyarakat di dusun Bakalan juga masih belum bisa mengambil pelajaran berharga yang diperoleh dari peristiwa erupsi merapi tahun 2010 yang lalu yaitu pelajaran menyayangi alam dan lingkungan sekitar.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain masalah kerusakan alam, masalah sosial yang sering terjadi juga disebabkan karena kurangnya minat baca dalam diri masyarakat. Orang yang sering membaca buku yang berkaitan dengan masalah sosial kemasyarakatan akan mempunyai jiwa yang peka terhadap sosial. Dalam kehidupan masyarakat akan timbul perasaan saling menyayangi dan rasa kekeluargaan. Namun masyarakat di dusun Bakalan, perasaan saling menyayangi masih belum bisa berkembang. Hal ini terjadi karena masih ada jarak yang cukup jauh antara masyarakat golongan ke atas dengan masyarakat golongan ke bawah. Masyarakat masih minim mempunyai pengetahuan tentang masalah sosial kemasyarakatan dan belum bisa membaca keadaan lingkungan sosial yang sedang terjadi sehingga mereka masih saling kurang peduli dan bersikap egois.</p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat di dusun Bakalan, mulai dari anak-anak sampai orang tua, kegiatan membaca merupakan hal yang sangat sulit dilakukan apalagi dengan adanya arus globalisasi yang tidak bisa dihindari. Anak-anak sampai orang tua lebih senang menonton televisi dari pagi sampai malam. Para remaja lebih suka membaca sms dan <em>chatting </em>daripada membaca buku. Hal ini diperparah dengan kurangnya sarana dan prasarana untuk membaca, seperti kurangnya koleksi buku yang dimiliki, tidak ada perpustakaan di desa, dan tidak ada peraturan atau ketentuan yang mewajibkan setiap orang untuk membaca buku.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya membaca adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap manusia. Maka setiap individu harus dipaksa untuk membaca sejak dini agar semakin lama tercipta kebudayaan membaca, baik membaca tulisan maupun membaca alam. Dan juga manusia harus selalu ingat bahwa membaca sama saja dengan menuntut ilmu yang merupakan perintah dari Allah swt agar manusia bisa hidup bahagia di dunia dan akhirat. Semakin banyak ilmu yang diperoleh maka manusia akan menjadi semakin bijaksana dalam menanggapi dan mengatasi segala pemasalahan yang terjadi dalam kehidupan. Dengan banyak membaca, manusia akan memiliki kepekaan alam dan sosial yang tinggi. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran (Q.S.An-Nahl:90)</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="Juara I Lomba Menulis Kategori SMA" src="http://i301.photobucket.com/albums/nn66/bluekaizen/juara1_sma.jpg" alt="" width="97" height="130" /></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Zaidah Rifah Uswatun</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> SMAN 1 Muntilan</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> Juara I Lomba Menulis Tahun 2012 Kategori SMA</em></p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendekartidar.org/sedikit-membaca-kalam-tak-pernah-membaca-alam.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setinggi-tingginya Sukhoi Terbang, Masih Ada Yang Maha Tinggi</title>
		<link>http://pendekartidar.org/setinggi-tingginya-sukhoi-terbang-masih-ada-yang-maha-tinggi.php</link>
		<comments>http://pendekartidar.org/setinggi-tingginya-sukhoi-terbang-masih-ada-yang-maha-tinggi.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 00:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndoroseten</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[gunung salak]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[sukhoi superjet 100]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendekartidar.org/?p=3617</guid>
		<description><![CDATA[Kita tentu sangat paham dengan pepatah setinggi-tingginya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Secanggih-canggihnya teknologi buatan... <a class="meta-more" href="http://pendekartidar.org/setinggi-tingginya-sukhoi-terbang-masih-ada-yang-maha-tinggi.php">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/Sukhoi1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3621" title="Sukhoi1" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/Sukhoi1.jpg" alt="" width="185" height="140" /></a>Kita tentu sangat paham dengan pepatah setinggi-tingginya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Secanggih-canggihnya teknologi buatan manusia, pasti ada sisi kelemahan yang bisa menjadikan kegagalan atau bahkan kehancuran. Hal inipun terjadi dengan pesawat super canggih Sukhoi Superjet 100 yang mengalami tragedi maut di lereng gunung Salak, Rabu lalu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Pesawat Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia merupakan pesawat dengan rancangan teknologi yang sangat canggih. Meskipun untuk kepentingan penerbangan sipil komersial, kecanggihan Sukhoi Superjet 100 tentu tidak jauh berbeda dengan kecanggihan pesawat tempur Sukhoi yang telah terlebih dahulu terkenal di dunia. Aspek kenyamanan penerbangan untuk para penumpang pesawat, tentu saja diimbangi dengan jaminan tingkat keselamatan yang tinggi pula.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Sebuah teknologi yang diterapkan pada suatu sistem yang semakin canggih akan memiliki risiko kegagalan sistem maupun komponen yang tinggi pula. Mesin mobil pribadi tentu saja tidak secanggih mesin pesawat terbang. Dengan demikian risiko kegagalan sistem maupun komponen sebuah mobil pribadi tidak akan terlalu fatal jika dibandingkan kegagalan yang terjadi pada pesawat terbang. Jika mobil pribadi tersebut kehilangan kontrol kendali, mungkin akibatnya akan terjadi kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan mobil pribadi, baik tunggal atupun berakibat kepada kendaraan lain masih tetap menyisakan harapan hidup bagi para korbannya. Memang dalam situasi terparah, korban dapat mengalami luka fisik parah hingga meninggal. Akan tetapi faktor pertolongan dari pihak lain dapat dilakukan dengan lebih cepat.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Bandingkan dengan sebuah pesawat terbang. Setiap pesawat terbang dilengkapi dengan kecanggihan sistem operasional dalam kondisi normal maupun kedaruratan untuk memastikan tingkat keselamatan yang tinggi. Untuk sebuah pesawat terbang dengan teknologi yang jauh lebih canggih dan kompleks jika dibandingkan dengan sebuah mobil pribadi, sistem tersebut tentu jauh lebih canggih pula. Akan tetapi bayangkan apa yang terjadi jika terdapat sebuah kegagalan sistem maupun komponen pada sebuah pesawat terbang!</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Dalam hal pesawat mengalami suatu kegagalan, maka sistem antisipasi akan bekerja untuk menormalisasi keadaan. Akan tetapi apabila sistem tersebut gagal menjalankan fungsinya, kegagalan tidak dapat terhindarkan dan terjadilan kecelakaan. Dengan posisi operasional pesawat pada ketinggian tertentu dari permukaan bumi, kita semua dapat membayangkan pesawat tidak sempat melakukan pendaratan darurat dan akhirnya akan jatuh di suatu tempat pada permukaan bumi. Banyak kemungkinan dimana sebuah pesawat yang mengalami kecelakaan akan terjatuh, bisa di darat bisa di perairan, bisa di gunung bisa di lembah. Dan apabila sebuah pesawat jatuh, maka kemungkinan pesawat akan hancur sangat tinggi sehingga kemungkinan selamatnya korban penumpang di dalamnya justru semakin kecil.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Rumusan bakunya adalah semakin tinggi teknologi, maka tinggi konsekuensi kegagalan yang mungkin terjadi. Semakin canggih teknologi, semakin tinggi pula risiko kegagalannya. Dalam dunia rancang bangun teknologi, risiko merupakan kombinasi antara peluang terjadinya kegagalan dengan konsekuensi akibat terparah dari sebuah kegagalan. Oleh karena itu, untuk memastikan tingkat keselamatan sebuah sistem, maka semakin canggih teknologi selalu diimbangin dengan potensi atau peluang risiko kegagalan yang semakin rendah. Sebuah sistem dengan tingkat peluang risiko kegagalan yang semakin rendah dikatakan memiliki tingkat kehandalan sistem yang semakin tinggi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Contohnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). PLTN merupakan salah satu contoh penrapan teknologi tingkat tinggi. Struktur, sistem dan komponen sebuah PLTN diracancang sedemikian rupa sehingga memiliki tingkat kehandalan yang sangat tinggi. Kegagalan teknologi PLTN yang paling parah akan berdampak terjadinya kontaminasi atau tercemarnya lingkungan sekitar akibat adanya kebocoran zat radioaktif dari dalam sistem. Dampak dari pencemaran radiasi tersebut mengharuskan lingkungan harus didekontaminasi, penduduk harus dievakuasi, segala produk yang tercemar harus dimusnahkan, dan yang pasti lingkungan terkontaminasi tidak boleh ditinggali warga hingga tingkat kontaminasi mencapai tingkat aman.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Konsekuensi dampak keparahan teknologi PLTN diimbangi dengan tingkat kehandalan struktur, sistem dan komponen yang tinggi. Teknologi PLTN yang saat ini diaplikasikan memiliki tingkat peluang risiko kegagalan yang sangat kecil, yaitu 10<sup>-5</sup> (satu per seratus ribu) tahun reaktor. Angka ini memiliki arti dari 100 ribu PLTN yang diopersionalkan, ada peluang satu diantaranya akan mengalami kegagalan yang dapat berakibat timbulnya kecelakaan nuklir.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Demikian halnya penerapan teknologi tinggi pada pesawat terbang, termasuk pada Sukhoi Superjet 100 yang mengalami kecelakaan di gunung Salak. Dari sudut desain teknologi, peluang terjadinya kegagalan teknologi pada sebuah pesawat terbang ditekan serendah mungkin. Jika dari sisi teknologi sudah memiliki tingkat kehandalan yang sangat tinggi, namun dari sisi operator yang menjalankan seringkali terjadi faktor <em>human error</em> yang berakibat fatal. Dalam kasus Sukhoi Superjet 100 ini, tindakan menurunkan ketinggian pesawat dari 10.000 kaki menjadi 6.000 kaki mungkin menjadi penyebab pesawat menabrak tebing gunung Salak. Sesenior ataupun sepengalaman apapun sang pilot yang berkaliber dunia, namun bila ia melakukan kesalahan prosedur maka habislah riwayat pesawat yang dipilotinya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Setinggi apapun kecanggihan teknologi yang diciptakan manusia, setinggi apapun ilmu pengetahuan penerbangan yang dikuasai manusia, setinggi apapun ketinggian langit yang bisa didaki, namun di atas tingginya pesawat Sukhoi Superjet 100 terbang masih ada Yang Maha Tinggi. Dengan demikian hikmah penting yang harus kita petik bersama dari peristiwa kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 adalah manusia harus tetap berendah hati di hadapan Tuhan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="right"><span style="color: #0000ff;">Ngisor Blimbing, 13 Mei 2012</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendekartidar.org/setinggi-tingginya-sukhoi-terbang-masih-ada-yang-maha-tinggi.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar Revitalisasi Budaya Membaca</title>
		<link>http://pendekartidar.org/seminar-revitalisasi-budaya-membaca.php</link>
		<comments>http://pendekartidar.org/seminar-revitalisasi-budaya-membaca.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 03:55:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndoroseten</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bala tidar]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[magelang toea]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[pustaka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendekartidar.org/?p=3595</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka peringatan tiga tahun kebersamaan Bala Tidar di Komunitas Blogger Pendekar Tidar Magelang, telah... <a class="meta-more" href="http://pendekartidar.org/seminar-revitalisasi-budaya-membaca.php">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Dalam rangka peringatan tiga tahun kebersamaan Bala Tidar di <a href="http://www.pendekartidar.org/"><span style="color: #0000ff;">Komunitas Blogger Pendekar Tidar</span></a> Magelang, telah diselenggarakan Seminar Pendidikan bertema “<strong>Pusaka di Balik Pustaka: Revitalisasi Budaya Baca di Era Informasi</strong>”. Acara tersebut digelar pada hari Ahad, 6 Mei 2012, bertempat di Gedung Wanita Jln. Veteran Kota Magelang. Hadir selaku pembicara dalam seminar, Ibu Sugiarti, S.Sos (Kepala Perpustakaan, Arsip, dan Data Kota Magelang), Sholahuddin Al Ahmed (Jurnalis Suara Merdeka), Lusia Dayu (Nulis Buku Community Magelang), dan <a href="http://www.bengawan.org/"><span style="color: #0000ff;">Pakdhe Blontankpoer</span></a> (Komunitas Blogger Bengawan Surakarta).</span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/IMG_5543.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-3602" title="IMG_5543" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/IMG_5543.jpg" alt="" width="525" height="351" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Acara diawali dengan kata sambutan dari Ketua Panitia yang menyampaikan latar belakang diselenggarakannya kegiatan ini sebagai rangkaian peringatan HUT <a href="http://www.pendekartidar.org/"><span style="color: #0000ff;">Komunitas Pendekar Tidar</span></a> ke-3. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Perpustakaan Kota Magelang serta Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang atas kerja samanya dalam sosialisasi dan publikasi kegiatan ini. Selain itu ungkapan terima kasih juga disampakan untuk semua pihak sponsor pendukung seminar, seperti Telkom Speedy, <a href="http://www.pandi.or.id/"><span style="color: #0000ff;">Pandi</span></a>, Kedai Digital, Polaris FM, serta <a href="http://ictwatch.com/internetsehat/"><span style="color: #0000ff;">ICTWacht/Internet Sehat Indonesia</span></a>.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Seminar dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Perpustakaan, dilanjutkan dengan pengumuman dan penyerahan hadiah <a href="http://www.magelangmenulis.com/p/pengiriman-naskah.html"><span style="color: #0000ff;">Lomba Menulis</span></a> untuk tingkat pelajar SLTP-SLTA se-Magelang Raya. <a href="http://www.magelangmenulis.com/"><span style="color: #0000ff;">Pemenang lomba</span></a> untuk kategori pelajar SLTP masing-masing adalah Juara I Yuan Adelintang K. dari SMP N 1 Muntilan dengan tulisan Sejuta Kebaikan di Dunia Kata, Juara II Lela Wahyu Anggraeni dari SMP N 1 Muntilan dengan tulisan berjudul Indonesia Membaca, dan Juara III Muhammad Al-Fath dari SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring Muntilan dengan karya tulis Membaca dengan Inovasi Animasi. Adapun <a href="http://www.magelangmenulis.com/"><span style="color: #0000ff;">pemenang lomba</span></a> untuk kategori pelajar SLTA masing-masing adalah Juara I diraih Zaidah Rifah Uswatun dari SMA N 1 Muntilan dengan karya Sedikit Membaca Kalan, Tak Pernah Membaca Alam, Juara II atas nama Happy Virgina Puspa dari SMA N 1 Magelang dengan judul tulisan Membaca, Suatu Fakta Tak Terelakkan, dan Juara III Widya Larasati dari SMA N 1 Magelang dengan karya tulis berjudul Rajin Membaca Sukses di Depan Mata.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/IMG_5541.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-3604" title="IMG_5541" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/IMG_5541-300x200.jpg" alt="" width="255" height="170" /></a><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/IMG_5536.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-3605" title="IMG_5536" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/IMG_5536-300x200.jpg" alt="" width="255" height="170" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Acara seminar sesi pertama diisi oleh dua orang narasumber, Ibu Sugiarti dari Perpustakaan Kota Magelang dan Sholahuddin Al Ahmed dari Suara Merdeka. Dalam uraiannya, Ibu Sugiarti menyampaikan kebijakan pemerintah yang terkait dengan pembudayaan minat membaca yang sudah digariskan dalam peraturan perundang-undangan, mulai dari konstitusi UUD ’45,  UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, UU No. 43 tahun 2009 tentang Perpustakaan, serta perangkat aturan teknis, seperti Keppres No. 86 tahun 2003 dan No.102 mengenai Fungsional Pustakawan. Lebih lanjut juga diuraikan mengenai pengertian, tujuan, manfaat, peranan para pihak, dan hambatan pengembangan minat baca. Catatan terpenting dalam hal-hal yang dapat menghambat minat baca, diantaranya budaya lisan yang lebih dominan dibandingkan tulisan, motivasi diri yang rendah, dorongan dari lingkungan sekitar rendah, kemudian dari sisi pengelolaan peprustakaan yang kurang profesional, penempatan masih seadanya, dan jam buka yang terbatas.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/IMG_5589.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-3608" title="IMG_5589" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/IMG_5589-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Pembicara ke dua, Sholahuddin Al Ahmed menguraikan materi dengan judul Membaca Itu Indah. Dalam pemaparannya Mas Udin pertama kali bertanya kepada hadirin, ”Apakah Anda hari ini sudah membaca?” Hadirin kebanyakan menjawab, ”Sudah!” Ketika ditanya lebih lanjut mengenai apa yang dibaca, jawaban hampir seragam diberikan hadirin, membaca sms! Hanya sedikit dan lirih yang menjawab membaca koran, majalah, apalagi buku atau kitab!</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Menurut Mas Udin kunci untuk memiliki minat membaca yang tinggi adalah menyukai bahan bacaan yang sesuai dengan minat kita masing-masing. Dari sinilah akan muncul rasa ”<em>enjoy</em>”, menikmati apa yang kita baca karena kita membaca setulus dari lubuk hati tanpa adanya paksaan dari pihak lain. Di tengah sesi Mas Udin mengajak kepada semua hadirin untuk menuliskan apapun yang dirasakan atau terpikirkan pada saat itu. Penulisan dilakukan hanya dalam waktu lima menit! Lalu bagaimana hasilnya?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Seorang Ibu Guru maju ke depan dan membacakan tulisannya. Guru biologi tersebut menguraikan dengan runut dan panjang lebar mengenai konsep mengajar yang efektif dan efisien dengan mengoptimalkan segala prasarana dan penunjang. Tulisannya sangat luar biasa karena mencerminkan penjiwaan sang guru terhadap profesi dan mata pelajaran yang diampunya di dalam kelas.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/IMG_5599.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3610" title="IMG_5599" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/IMG_5599-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><span style="color: #0000ff;">Guru ke dua seorang bapak-bapak. Dengan penuh percaya diri ia melantunkan bait-bait sajak yang mengungkapkan kekesalannya terhadap acara yang sempat berlangsung dengan penuh ketidaknyamanan. <em>Sound system</em> yang ”brengsek”, <em>snack</em> yang tidak menggugah selera, dan segala ”ungkapan kejengkelan” dituliskannnya dalam bait-bait sajak kritik yang pedas dan tajam kepada panitia. Untungnya rekan-rekan panitia memiliki sikap <em>legowo</em> dan <em>jembar segoro</em> dalam menyikapi hal tersebut, terbukti di arena seminar tidak sampai terjadi <em>tawur</em> ataupun caci dan makian secara terbuka.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Penulis <em>dadakan</em> ke tiga, seorang ibu rumah tangga yang tengah hamil muda. Dengan penuh welas asih, ia menyampaikan bahwa pada masa kehamilan yang kini tengah dijalaninya, ia banyak membaca buku perawatan kandungan maupun tips-tips merawat anak dan menjadi ibu yang baik. Segala perasaan yang dirasa sebagai ibu yang tengah mengandung diungkapkannya secara lugas dan tegas, sehingga mencerminkan kesholehahannya sebagai calon ibu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Sebagai ugkapan terima kasih kepada ketiga peserta seminar yang telah sukarela membacakan tulisan dadakannya, Mas Udin memberikan <em>doorprize</em> tiga buah buku kepada masing-masing peserta tersebut.  Demikian halnya untuk tiga penanya yang mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi, dari panitia memberikan <em>doorprize</em> berupa buku menarik. Acara seminar kemudian diselingi dengan presentasi promosi dari Telkom Magelang selama hampir 20 menit.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/IMG_5667.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-3611" title="IMG_5667" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/IMG_5667-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>Sesi ke dua seminar diisi pemateri Lusia Dayu dan Pakdhe Blontankpoer. Lusia Dayu dari Nulis Buku Community Magelang memberikan penjelasan mengenai latar belakang terbentuknya NBC dan agenda kegiatan yang telah dilaksanakan maupun direncanakan di waktu mendatang. Lebih lanjut juga diuraikan bagaiman teknik menerbitkan buku hingga pemasarannya. Hadirin terlihat sangat antusias mendengarkan uraian dari pembicara.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Pembicara ke dua pada sesi ini adalah blogger senior dari <a href="http://www.bengawan.org/"><span style="color: #0000ff;">Komunitas Blogger Bengawan Surakarta</span></a>. Penggerak komunitas yang memiliki pengalaman malang melintang di dunia reportase semenjak bergabung di Detikcom, Majalah DR ,dan <em>the Jakarta Post</em> ini mengawali uraiannya bahwa dunia membaca telah mengantarkannya menjadi penulis. Gaya penulisan yang dilakoninya pun tidak terlepas dari buku-buku favoritnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Perihal belajar menulis, <em>Pakdhe</em> memiliki kita agar kita tidak perlu terlampau risau dengan kaidah baku EYD ataupun kriteria redaktur. Pertama kali belajar menulis, tuliskanlah apa yang dirasa dengan bebas, lepas dan mengalir. Nantinya, seiring dengan kebiasaan, jam terbang dan pengalaman, maka akan terbentuk tulisan yang memenuhi kaidah penulisan yang baik dan benar. Khusus bagaimana menuliskan tulisan secara runut, runtut, dan mengalir sehingga terjadi jalinan kisah utuh yang enak dibaca, <em>Pakdhe</em> banyak belajar dengan membaca novel.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/IMG_5671.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3613" title="IMG_5671" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/IMG_5671-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>Dalam skala yang lebih luas, <a href="http://www.blontankpoer.com/"><span style="color: #0000ff;">Blontankpoer</span></a> mengungkapkan bahwa bangsa yang memiliki minat baca tinggi akan memiliki daya literasi yang tinggi pula. Dengan hal ini sebuah bangsa akan menjadi bangsa pembelajar yang sanggup menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk selanjutnya menjadi bangsa yang maju secara ekonomi maupun budaya. Minat baca di Indonesia masih sangat memprihatinkan sehingga semua pihak harus mendorong dan meningkatkannya. Hanya dengan cara demikian bangsa kita menjadi bangsa yang unggul dan berjaya!</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Melengkapi uraian dari <a href="http://www.blontankpoer.com/"><span style="color: #0000ff;">Pakdhe Blontank</span></a>, Mas Hendri, seorang mahasiswa kependidikan bidang studi biologi dari UNS yang termasuk aktivis di <a href="http://www.bengawan.org/"><span style="color: #0000ff;">Komunitas Blogger Bengawan</span></a> Solo menyampaikan materi mengenai program <em>e-learning</em>. Dengan memberdayakan potensi kemajuan teknologi informatika dan komunikasi, proses pembelajaran dapat didorong agar siswa aktif menggali ilmu melalui sistem modul yang dipersiapkan oleh gurunya. Guru hanya bersifat sebagai pendamping dan fasilitator yang memberikan penjelasan apabila ada suatu sub materi yang dirasa kurang jelas bagi siswa. Proses ini lebih efektif dan efisien karena dapat dilakukan tanpa melakukan sesi kelas atau tatap muka secara langsung.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Mengakhiri rangkaian acara seminar, diberikan berbagai ragam <em>doorprize</em> mulai dari buku bacaan, mug cantik, kaset CD, tas laptop dan lain-lainnya. Seminar hari itu benar-benar banjir <em>doorprize</em> dari berbagai sponsor maupun pendukung lain. Dengan permainan sederhana dan pertanyaan-pertanyaan seputar isi seminar, para peserta sangat antusias saling berebut <em>doorprize</em>. Meskipun tidak semua peserta mendapatkan <em>dooprize</em>, namun semua peserta mendapatkan sertifikat dan makan siang.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/IMG_5788.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-3614" title="IMG_5788" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/IMG_5788.jpg" alt="" width="525" height="350" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Semoga seminar Pusaka di Balik Pustaka ini bisa bermanfaat dan ke depan bisa berlanjut dengan seminar yang lebih menarik.</span></p>
<p align="right">Lor Kedhaton, 7 Mei 2012</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendekartidar.org/seminar-revitalisasi-budaya-membaca.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;Intip Buku&#8217;, Menebar Spirit Menulis</title>
		<link>http://pendekartidar.org/intip-buku-menebar-spirit-menulis.php</link>
		<comments>http://pendekartidar.org/intip-buku-menebar-spirit-menulis.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 07:45:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndoroseten</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[iB]]></category>
		<category><![CDATA[intip buku]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[pustaka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendekartidar.org/?p=3589</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari mengintip website Be-Blog, nyasarlah saya pada sebuah postingan Om Jay yang mengajak untuk... <a class="meta-more" href="http://pendekartidar.org/intip-buku-menebar-spirit-menulis.php">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Berawal dari mengintip <em>website</em> Be-Blog, nyasarlah saya pada sebuah postingan Om Jay yang mengajak untuk bergabung di acara <strong>Intip Buku</strong>. “<strong>Intip Buku</strong> berbeda dan tak sama dengan bedah buku!” demikian Om Jay sempat menjelaskan panjang lebar mengenai konsep acara <strong>Intip Buku</strong>. Pada intinya <strong>Intip Buku</strong> memaparkan seluk-beluk dan proses kreativitas di balik lahirnya sebuah karya tulis menjadi sebuah buku. Dengan demikian dapat dipastikan di acara tersebut bertabur sekian narasumber para penulis buku yang terang benderang memaparkan pengalaman masing-masing dalam berkarya tulis. Pada deretan pembicara ada Kang Pepih Nugraha (wartawan Kompas), Imam FRK (mahasiswa penulis), Taufiq Effendi (Dosen muda UNJ), <a href="http://ramalaninteligen.net/"><span style="color: #0000ff;">Prayitno Ramlan</span></a> (purnawirawan TNI AU), <a href="http://johanwahyudi.info/"><span style="color: #0000ff;">Johan Wahyudi</span></a> (pendidik), Iskandar Zulkarnain (Kompasiana), dan sudah pasti sang empunya gawe Om Jay.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/iB3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3590" title="iB3" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/iB3.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Dengan dukungan penuh dari <strong>iB</strong> (<em>Islamic Banking</em>) yang digawangi Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia, acara <strong>Intip Buku</strong> berlangsung di Ruang Serba Guna Gedung Syafrudin Prawiranegara Lantai 3 Kawasan Perkantoran Bank Indonesia. Dukungan tersebut semakin mempertegas bahwa kalangan elit perbankan Indonesia-pun tak mau ketinggalan untuk turut mendukung pengembangan minat menulis di kalangan warga masyarakat (<em>citizen reporter</em>), terkhusus kalangan pendidik. Kenapa kalangan pendidik? Karena acara <strong>Intip Buku</strong> kepesertaannya didominasi oleh kalangan pendidik profesional alias para guru dengan jumlah sekitar 200-an. Sebuah jumlah yang fantastis, mengingat minat menulis di kalangan pendidik masih tergolong rendah saat ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Sesi pertama acara <strong>Intip Buku</strong> menampilkan tiga pembicara, masing-masing Kang Pepih Nugraha, Imam FRK, dan Taufiq Efendi, dengan moderator Amril Gobel.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Kang Pepih menyampaikan bahwa kunci untuk menulis adalah membaca. Ia, yang dibesarkan di tengah keluarga pendidik, semenjak kecil sudah sangat akrab dengan bahan bacaan. Sang ayah yang memiliki pandangan jauh terhadap masa depan anak-anaknya selalu “memarkirkan” terlebih dahulu buku baru yang diberikan ke sekolahannya, sebelum buku tersebut ditempatkan di perpustakaan sekolah. “Ini trik “licik”, tetapi kan niatnya baik”, tegas Kang Pepih.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Lebih jauh diungkapkan bahwa menulis bisa dimulai dengan hal yang kecil dan sederhana di sekitar kita. Modal utama untuk menjadi penulis adalah catatan harian. Dari catatan hari per hari bisa dirangkai sebuah kisah yang sangat menarik. Bisa juga bahan catatan harian tersebut dijadikan bahan penelitian atau analisis yang bisa memberikan pemikiran-pemikiran baru, original, dan solutif bagi sebuah permasalahan yang terjadi di tengah aktivitas kita sehari-hari. Karakteristik ini tentu sangat dekat dengan keseharian para guru, bahkan mungkin semua orang.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Sedikit membuka rahasia kenapa dirinya berhasil meraih profesi wartawan di harian yang bergengsi hari ini, Kang Pepih mengatakan bahwa semenjak remaja dirinya sudah memiliki opsesi dan cita-cita untuk menjadi wartawan. Dari sanalah spirit, komitmen, kedisiplinan, serta fokus langkahnya mantap menuju dunia jurnalistik yang hingga saat ini digelutinya. Lebih jauh menurutnya, dengan perkembangan media komunikasi, seperti <em>blog, facebook, twitter</em> dan lain-lainnya menjadikan menulis sudah menjadi hal yang <em>common</em> bagi semua orang. Menulis bukan lagi ekskusif milik para sastrawan, penyair, dan kaum <em>jurnalist</em>. Menulis sudah bisa dilakukan oleh semua orang awam. Menulis menjadi media untuk saling berbagi!</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Khusus mengenai <em>citizen jurnalism</em>, Kang Pepih memiliki pendapat tersendiri. Baginya, merujuk dari bahasa Romawi, kata <em>journal</em> berawal dari makna catatan harian para senat di masa itu. Adapun jurnalistik merupakan ilmu menuliskan catatan harian. Dengan demikian seorang jurnalis harus menulis catatan harian setiap hari. Nah, inilah profesi yang dikerjakan oleh seorang wartawan. Kalau warga biasa apakah benar-benar bisa menuliskan catatan hariannya dengan penuh konsistensi? Istilah <em>citizen reporter </em>menjadi lebih pas daripada <em>citizen journalism</em>!</span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/iB2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3591" title="iB2" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/iB2.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Manusia purba mati meninggalkan goresan tulisannya di batu dan dinding goa. Di masa kini manusia dapat menggoreskan tulisannya di kertas, bahkan di dunia maya. Macan mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, maka jadilah manusia meninggal yang meninggalkan karya tulisnya! Bahkan manusia mati akan meninggalkan “status”! Demikian Kang Pepih mengakhiri uraiannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Pembicara ke dua, Imam FRK, seorang mahasiswa yang bercita-cita menjadi penulis buku sebelum bergelar sarjana. Opsesi itu telah terwujud dengan terbitnya buku pertamanya “Jadi Jurnalis itu Gampang!” Pada awalnya ia sangat tertarik dengan perkembangan media <em>blog</em>. Dari dunia perbloggeran kemudian muncullah istilah <em>citizen journalism</em>. Merasa tertarik untuk tahu lebih mendalam mengenai <em>citizen journalism</em>, ia mencoba mencari referensi buku mengenai hal tersebut. Namun harapannya itu menjadi sebuah keniscayaan tatkala ia tidak bisa menemukan buku tersebut. Dari sanalah ia justru terdorong untuk menuliskan perspektifnya mengenai <em>citizen journalism</em>. Harapannya bukunya kelak bisa menjadi sedikit bahan rujukan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Taufiq Effendi mendapat giliran menyampaikan pengalamannya di urutan ke tiga. Ia adalah seorang dosen muda pengampu bahasa Inggris di UNJ. Perjalanan hidupnya membawanya menjadi seorang tuna netra semenjak usia SMA. Dengan segala kekurangharmonisan hubungan keluarga yang dialaminya di masa lalu, ia banyak belajar bagaimana mendekati anak didik dari hati ke hati.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Selepas menyelesaikan pendidikan SMA, keluarga sempat menyarankannya untuk belajar menjadi tukang pijat. Ia sempat kecewa dengan hal itu. Singkat kata, akhirnya ia bisa diterima di UNJ Jurusan Bahasa Inggris. Dari sanalah ia memulai untuk mewujudkan mimpinya untuk dapat keliling dunia. Berawal dari menulis <em>paper</em> ilmiah ke sebuah <em>international conference</em>, ia mulai merambah luar negeri. Bahkan ia pernah mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan S-2 di London. Menulis kemudian menjadi bagian tidak terpisahkan dari kesehariannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Keterbatasan fisiknya memang sedikit menghambat minat baca tulisnya. Dapat dibayangkan, apabila ia ingin membaca sebuah buku, maka pertama kali ia men-<em>scan</em> buku tersebut. Setelah itu, hasil <em>scan</em>an dikonversi melalui sebuah <em>software audio</em> untuk dapat didengarkannya. Jika ia yang memiliki keterbatasan itu masih semangat tinggi untuk membaca, maka orang lain yang tidak memiliki kendala sepertinya harus lebih bisa mensyukuri karunia Tuhan dengan memanfaatkannya sebaik-baiknya. Membacalah untuk kemudian menuliskannya, demikian ia mengakhiri uraiannya yang disambut rasa haru para hadirin.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Acara <strong>Intip Buku</strong> menjadi semakin seru dengan kehadiran Bapak Prayitno Ramelan. Ia adalah seorang purnawiran perwira tinggi TNI AU. Jalan karirnya banyak melibatkannya di dunia inteligen. Segala seluk-beluk dan sudut perinteligenan dituangkannya melalui Kompasiana. Postingan-postingan tersebut telah diterbitkan dalam buku Inteligen Bertawaf. Banyak artikel dengan beragam tema telah dilahirkan melalui analisis-analisis dari sudut pandang seorang intel. Satu hal terpenting yang selalu dipegangnya adalah bahwa ia menulis untuk niat kebaikan. Apabila ada permasalahan di masyarakat, entah urusan politik, sosial, ataupun lainnya, ia berusaha mengkritisi dengan murni niat melakukan perbaikan. Bukan kritik asal kritik yang lahir dari sebuah ketidaksukaan, kebencian ataupun rasa permusuhan. Kritik dengan santun dan penuh solutif terhadap suatu persoalan akan lebih bermanfaat bagi masyarakat, demikian prinsip yang dipegangnya dengan teguh.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Masih menurut Pak Paryitno, negara kita saat ini tengah diwarnai berbagai konflik horisontal antar warga, antar kelompok masyarakat, maupun golongan. Hal yang paling mengkhawatirkannya adalah bila konflik itu berkembang menjadi konflik vertikal, antar rakyat dan aparatur negara. Tahapan ini bisa jadi memang sangat berat, tetapi harus dihadapi sebagai konsekuensi menjalani proses pendewasaan demokrasi. Oleh karena itu, ia merasa sangat berbahagia berada di tengah komunitas pendidik yang memiliki minat untuk menulis. Guru adalah harapan bagi terciptanya generasi penerus yang lebih cerdas, pandai, dan berakhlak. Dengan demikian, para guru juga harus terus belajar secara dinamis, diantaranya melalui menulis.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pikiran dan pendapatnya, termasuk melalui tulisan. Namun demikian, mantan jenderal ini mengingatkan bahwa di dalam menulis harus tetap memegang norma dan aturan yang berlaku. Koridor baik dan buruk, mana yang boleh dan mana yang dilarang harus dipahami agar kasus semacam Prita tidak terulang kembali.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/iB1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3592" title="iB1" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2012/05/iB1.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Pemaparan sesi ke dua diisi oleh narasumber Johan Wahyudi, Iskandar Zulkarnain, dan Om Jay dengan moderator Agus Hermawan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Johan Wahyudi, seorang guru pendidik di Sragen yang saat ini tengah merampungkan S-3 nya, adalah seorang penulis buku teks pelajaran yang telah menerbitkan puluhan buku. Melalui pemaparan berjudul “Tips Menulis Buku Teks”, Johan menguraikan mengenai kelebihan dan kekurangan menulis buku teks yang selama ini ditekuninya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Dari sisi kelebihan, menulis dapat mendukung profesinya sebagai guru pendidik karena dengan menulis ia mengembangkan profesinya. Keuntungan lainnya bahwa pangsa pasar buku teks sebagai bahan ajaran di sekolah-sekolah sangat besar. Kebutuhan yang besar akan tersedianya bahan ajaran yang sesuai saat ini, belum diimbangi dengan jumlah penulis yang mencukupi. Dengan demikian persaingan antar penulis buku teks masih akan terus berkembang dan terbuka lebar bagi para pendatang baru. Diantara kelemahan menekuni menjadi penulis buku teks, misalnya kurikulum yang sering diganti-ganti yang mengharuskan buku yang pernah kita tulis harus direvisi atau digantikan dengan buku baru dari penulis lain. Kendala yang lain adalah bagaimana konsisten menulis sesuai kaidah bahasa yang formal kerana bagaimanapun tulisan buku teks adalah tulisan formal.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Di tengah para rekan sejawatnya, Johan juga membocorkan tips-tips di dalam menulis buku teks pelajaran, diantaranya perlunya calon penulis memahami SKKD yang berlaku, bagaimana membuat pemetaan kebutuhan muatan buku, mencari bahan, mengolah bahan tersebut, menuliskannya dan melakukan penyuntingan naskah. Semua dikupasnya secara gamblang dan jelas.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Secara filosofis, Johan Wahyudi menyimpulkan bahwa seorang penulis, khususnya penulis buku teks ajar adalah seorang guru yang baik, ia juga seorang pendengar yang baik, pembaca yang baik, dan tentunya pembicara yang baik.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Di urutan selanjutnya, Iskandar Zulkarnaen, seorang jebolan Pesantren Gontor dan FE UIN Ciputat ini mengisahkan bagaimana ia mengelola Kompasiana.com. Kompasiana merupakan situs <em>citizen reporter</em> terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Kompasiana adalah situs yang menampung tulisan warga dari berbagai segmen latar belakang dan profesi, serta dengan beragam corak maupun tema tulisan. Prinsip utama Kompasiana adalah menjadi media yang menampilkan buah pikiran, aspirasi, pendapat maupun gagasan warga untuk memajukan kehidupan bersama. Di sinilah wadah untuk pengembangan ketrampilan menulis (<em>skill writing</em>) tanpa terbatasi oleh aturan redaksional yang terlalu ketat sebagaimana media cetak.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Dan selanjutnya, selaku “pembesar” acara <strong>Intip Buku</strong>, Om Jay memuncaki acara dengan ajakannya untuk “Menulis setiap Hari dan Merasakan Apa yang Akan Terjadi”. Menulis bagi Om Jay sudah menyatu dalam gerak urat syaraf dan nadi tubuhnya. Menulis sudah menjadi sejajar dengan makan, minum, dan tidur. Menulis adalah kebutuhan hariannya. Melalui ketekunan, fokus dan disiplinnya dalam menulis setiap hari, Om Jay sudah menerbitkan beberapa buah buku yang menghasilkan nilai <em>royalty</em> yang sangat lumayan dibandingkan gajinya sebagai penjaga laboratorium komputer di sekolahnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Om Jay juga mengungkapkan bahwa sumber insipirasi menulis adalah membaca. Maka bila ingin menjadi penulis yang produktif dan kreatif jangan pernah pelit untuk membeli buku. Ia mengisahkan bagaimana seorang ustadz kenalannya dengan gaji 150.000, ustadz tersebut membelanjakan 50.000 diantaranya untuk membeli buku secara rutin. Dari ketekunannya membaca buku, ustadz tersebut memiliki ketajaman kecerdasan yang luar biasa sehingga ceramahnya menjadi berbobot, pengetahuannya menjadi luas, pikirannya berkembang, sehingga ia memiliki kesempatan luas untuk menunaikan haji dan lain sebagainya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Sedikit dengan rasa bangga, Om Jay menyampaikan bagaimana dengan menulis yang diniatkannya untuk berbagi kebaikan kepada sebanyak-banyaknya orang, ia kemudian diberikan kesempatan untuk keliling provinsi di tanah air. Dari 33 provinsi, hanya tinggal Maluku dan Papua yang belum dikinjungi Om Jay. Bahkan dengan selorohnya, Om Jay mengatakan bahwa royalti yang diterimanya dari beberapa buku yang pernah ditulisnya, ia bisa mendapatkan limpahan rejeki yang luar biasa. Maka menulislah setiap hari dan rasakan apa yang akan terjadi! Demikian sekilas acara <strong>Intip Buku</strong> yang disponsori oleh <strong>iB Syariah</strong>, dengan organiser dari MeetPro.</span></p>
<p align="right">Ngisor Blimbing, 28 April 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendekartidar.org/intip-buku-menebar-spirit-menulis.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

