Gus Mul? Siapa yang tidak kenal dengan blogger kondhang kaloka dari kota gethuk ini. Goresan postingannya yang trengginas bin lucu di samping menghiasi tampilan blog pribadinya di www.agusmulyadi.com, www.agusmulyadi.web.id maupun di www.gusmul.com, bualan dagelannya juga banyak terpampang di www.merdeka.com. Seberapa Sampeyan mengenal akrab dengan tokoh kita yang mengaku tidak pernah lulus pesantren namun bisa mendapatkan panggilan Gus ini?

Gus Mul bernama lengkap Agus Mulyadi. Jadi Gus Mul merupakan akronim alias kependekan dari nama Agus Mulyadi tersebut! Lho baru ngeh? Tentu saja kita tidak akan sangsi jika Gus Mul mengaku lahir di bulan Agustus, bulan yang sangat keramat bagi bangsa Indonesia. Demikian pulakah sosok Gus Mul juga memiliki kharisma keramat? Ingin tahu asal-usul sebutan Gus Mul nggak?

Al kisah, Agus Mulyadi sudah gentur menekuni dunia perbloggeran selepas sekolah di SMA Tidar. Dia bahkan pernah mengembara di tatar Sukabumi dan Tanah Ngayojokarta sebagai layouter majalah dan operator warnet. Sejak itu pulalah ia meluncurkan blog getuk magelangan sebagai semangat nasionalisme terhadap kota kelahiran tercintanya.

Sekian lama ngeblog, barulah di awal tahun 2013 ia menampakkan batang hidunya di salah satu gethukan, kopdarannya Bala Tidar Magelang. Tak berselang lama, ia turut menjadi duta Bala Tidar dalam perhelatan Asean Blogger Festival Indonesia (2013) di Kota Bengawan Surakarta. Di sanalah ia mulai mengibarkan diri sebagai seleblogger spesialis dagelan mataraman sebagaimana yang ia warisi dari Pak Trimo, bapaknya yang memang artis kethoprak tersohor pada eranya.

Nah tatkala di Solo itu ia masih aktif menggunakan akun twitter @agusmulyadi_… … (saya agak lupa akun persisnya). Dalam suatu perbincangan ia mengungkapkan kegundahannya. Dalam dunia online ia merasa namanya kurang branding. Ia ingin merumuskan sebuah nama yang singkat, simpel, mudah diingat dan mencerminkan sebuah karakter yang khas, unik, dan kuat. Dia sempat menyinggung pilihan identitas yang sering saya pergunakan di dunia online. Menurutnya dengan menambahkan satu kata yang unik di depan nama asli saya, ternyata ada kesan dalam yang bisa tergambar.

Gus MulMendengar keluh-kesahnya tersebut, tentu saja saya tidak tinggal diam. Melalui sebuah perenungan singkat di depan Pendopo Pura Mangkunegaran yang keramat, saya sampaikan pemikiran yang terlintas pada saat itu. “Kenapa nggak mengusung Gus Mul?” usul saya saat itu. Namamu kan Agus Mulyadi. Satu suku kata diambil dari bagian akhir kata agus, dan satu kata diambil dari permulaan kata mulyadi. Menurut saya nama sandi itu sudah sangat unik dan berbobot.

Memang pada saat itu Gus Mul tidak langsung mengiyakan atau menolak usulan saya. Tetapi pada suatu postingan yang saya dedikasikan untuk memperkenalkan sosok Agus Mulyadi di profil Pendekar Tidar#17 yang sempat saya tulis sepulangnya dari Solo, saya selipkan lagi profokasi Gus Mul. Dan dalam beberapa kesempatan sepanjutnya iapun meluncurkan akun twitter baru @gusmul ketika bercengkrama dengan Bang Qomar. Mulai saat itulah Agus Mulyadi menyandangkan diri sebagai Gus Mul. Waktu itu, kira-kira tepat dua tahun yang lalu.

Semoga dengan kisah ini Anda para pecinta Gus Mul lebih bisa menghayati celotehan guyon matonnya yang sarat dengan pesan nilai kehidupan yang dalam sebagai kumpulan tulisannya dalam Bergumul dengan Gus Mul.

Lor Kedhaton, 5 Mei 2015.

.