Sosial-Budaya Archive

Festival Lima Gunung XVI Tahun 2017

“MARI GOBLOK BARENG” Tema “Mari Goblok Bareng” memang menggelitik. Orang yang sedikit ilmu pengetahuannya dibilang goblok. Orang yang tidak begitu mengikuti tren perkembangan jaman disebut goblok. Demikianpun orang yang melakukan kecerobohan juga dikatakan goblok. Orang jujur yang tidak mau diajak oleh teman-teman di sekitar

Grebeg Kupat ala Magelangan

Idul Fitri tidak terlepas dari simbol ketupat. Ketupat bagi masyarakat Jawa disebut sebagai kupat. Kupat berasal dari tembung kerata basa, ngaku lepat. Maknanya adalah mengaku bersalah. Di samping itu, kupat juga dapat diartikan laku papat, yaitu lebaran, luberan, leburan, dan laburan. Orang yang mengaku

Refleksi Tradisi Lebaran: Dari Ujung Hingga Ujung

Ujung merupakan istilah yang sangat lekat dengan Idul Fitri atau Lebaran. Ujung merupakan istilah yang memiliki makna saling berkunjung untuk menyambung tali silaturahim dan utamanya adalah untuk saling meminta maaf. Dalam aktivitas ujung, saudara yang lebih muda berkunjung ke kediaman saudara yang lebih tua.

Nasi Tumpeng Nasi Ambeng

Entah ada angin apa, tiba-tiba saya menerima sebuah sms dari salah seorang seorang Srikandi Balatidar, “Mas, mau minta info tentang nasi ambengan, Njenengan paham maknanya ndak Mas? Di Magelang ada juga ndak ya istilah tersebut? Nuwun.” Saya tentu saja bukan seorang budayawan ataupun filosof

Ajur Ajer Tan Luluh

Bertempat di Dusun Gowok Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, kembali akan digelar hajatan besar khusus untuk anak-anak, Festival Tlatah Bocah ke-X Tahun 2016. Sedikit lebih singkat dari penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, acara inti festival kali ini hanya diagendakan berlangsung selama dua hari,

Pagelaran Festival Lima Gunung ke-XV Tahun 2016

Dataran tinggi Magelang sebagai maha-gelang, lingkaran gelang maha-raksasa, yang terwujud dari penjelmaan lima gunung yang mengelilingi menyimpan berjuta mutiara kearifan luhur. Di dataran tanah yang subur tersebut tersemai dengan baik benih-benih peradaban awal bangsa Nusantara. Adalah Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra menjadi peletak dasar

Kethoprak Ampak-ampak Katresnan

Alkisah, Prabu Ambaketawang yang bertahta di Keraton Karang Kates memiliki dua orang putri nan rupawan. Putri tersebut bernama Ambar Kinasih dan Ambar Asmara. Mereka berdua memiliki kakak sulung bernama Pangeran Sumirat. Pangeran ini terkenal memiliki kedigdayaan dalam ilmu olah kanuragan. Demi mendapatkan jodoh bagi

Merti Jiwo Gunung Tidar

Merti, sebuah kata dalam khasanah bahasa Jawa. Merti bisa bermakna bebersih, membersihkan diri, atau mensucikan diri. Maka gabungan kata merti jiwo diartikan sebagai sebuah laku untuk mensucikan jiwa atau rohani kita sebagai manusia. Bagi sebagian ummat beragama, bersuci merupakan lelaku yang sangat penting sebagai

Keris Senopati, Landmark Baru Kota Magelang

Berbicara tentang keris tentu saja tidak bisa dipisahkan dari adat dan tradisi manusia Jawa. Keris bukan satu-satunya warisan tradisi yang lahir dan hadir hanya dalam khasanah kebudayaan suku Jawa saja, suku bangsa yang lain juga mengenal keris dengan corak atau ragam khas masing-masing. Namun

Prepegan Pasar Muntilan

Roda waktu memang tidak bisa ditahan untuk terus bergulir. Ramadhan tahun ini segera akan berlalu. Ujung dari bulan suci tersebut adalah Idhul Fitri, kembalinya manusia kepada kefitrian dan kesucian dirinya. Manusia-manusia baru terlahirkan kembali setelah menjalani berbagai ibadah penyucian diri selama sebulan penuh. Ramadhan