Magelang memang kota tua. Pada 11 April 2013 ini Magelang menapaki usia 1107 tahun. Usia boleh dihitung tua, tetapi mau tidak mau sebuah kota yang dinamis harus terus bergerak menapaki roda jaman yang tidak bisa diputar mundur. Namun demikian, bukan berarti tidak ada yang
Andaikan sampeyan mengunjungi Candi Borobudur dari arah Jogjakarta melalui kota Muntilan, sampeyan pasti akan menjumpai Candi Mendut. Diantara Borobudur dan Mendut sesungguhnya terhubung sebuah garis imajiner linear yang mengubung tiga titik candi sekaligus, Candi Mendut, Candi Pawon, dan Candi Borobudur yang termasyhur. Nah Candi
Wilayah Magelang secara administrasi terbagi atas wilayah Kabupaten Magelang dan Kota Magelang. Semenjak pemekaran kota Magelang menjadi daerah pemerintahan tersendiri, sebagaian besar kantor dinas maupn badan yang berada di bawah kepemerinatahan Kabupaten Magelang berpindah ke ibukota di Kota Mungkid. Namun demikian hingga saat ini,
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa manusia hidup tak terpisahkan dengan air. Air merupakan kebutuhan hidup yang sangat penting bagi manusia. Manusia masih bisa bertahan melakukan aktivitas tanpa asupan makanan untuk beberapa hari. Namun tanpa air, hanya dalam beberapa jam saja manusia akan mengalamai dehidrasi
Sebagai makhluk sosial, manusia ditakdirkan untuk senantiasa berdampingan dengan manusia yang lainnya. Kodrat makhluk yang memiliki berbagai keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya menjadikan manusia harus saling tolong-menolong dan bantu-membantu. Salah satu perwujudan interaksi manusia dalam memenuhi kebutuhannya adalah pasar. Pasar menjadi tempat bertemunya pembeli
Sebuah ketidaksengajaan perjalanan telah mengantarkan saya ke tepian Kali Progo tepat sebelah barat pemandian Kalibening – Payaman. Sungai yang lebar dengan air yang deras mengalir dengan latar belakang dataran di sekitarnya menjadikan lanskap pemandingan yang sangat elok. Di tepi jalanan yang berbatasan langsung dengan
Nusantara merupakan bangsa besar yang terdiri dari beragam etnis dan suku bangsa. Di samping suku bangsa asli, seperti Aceh, Batak, Minang, Melayu, Sunda, Jawa, Bali, Dayak, Bugis, Mandar, Ambon, hingga Asmat, di negara kita juga terdapat warga negara keturunan pendatang dari negara lain, semisal
Kebon Polo merupakan nama sebuah tempat di titik pertemuan antara Jalan Jend. Ahmad Yani dan Jalan Urip Sumohardjo, Kota Magelang. Nama itu kemudian kini identik dengan Pasar Kebon Polo. Nama Kebon Polo tentu saja sangat berkaitan dengan komoditas polo atau pala. Konon di sekitar
Kali Krasak, pernahkan sampeyan mendengar nama sungai tersebut? Jika sampeyan memasuki wilayah Kabupaten Magelang dari arah Jogjakarta di sisi selatan, maka sampeyan akan disambut dengan sebuah jembatan kembar sepanjang kurang lebih 100 meter yang melintang di atas Kali Krasak. Sungai inilah yang menjadi garis
Merapi, sebuah gunung berapi teraktif di dunia. Merapi tidak saja hanya menyimpan sejuta misteri, lebih dari itu Merapi memiliki sisi eksotika, romantika, historika, hingga malapetaka. Gunung yang berada di perbatasan empat wilayah kabupaten ini bisa diibaratkan sekawan keblat gangsal pancer, empat wilayah dengan satu