Inspirasi Ignatius Jonan di Kompasianival 2014

JonanSemenjak digelar rutin setiap tahun dari 2012, baru kali itu saya berkesempatan untuk merapat ke acara Kompasianival 2014. Kopdar Akbar para blogger yang tergabung dalam barisan Kompasianer ini bisa jadi merupakan kopdar terbesar di tahun 2014 ini. Sebelumnya memang ada Pesta Blogger, Blogger Nusantara, ASEAN Blogger Festival, ataupun Festival TIK yang juga menjadi ajang temu darat para penulis online yang juga dikenal sebagai citizen journalist.

Kompasianival kali ing mengusung tema “Kompasianival 2014: Aksi untuk Indonesia”. Kejutan pertama yang sangat berkesan dan memberi arti tersendiri justru hadir sejak di titik awal acara. Setelah kata sambutan yang disampaikan oleh Bang Edi Taslim dari pimpinan Kompasiana, acara dibuka oleh Ignatius Jonan. Siapa yang tidak kenal beliau? Ya, ia adalah mantan orang nomor satu di PT. KAI yang kini menahkodai Kementerian Perhubungan di Kabinet Kerja Jokowi-JK. Lalu kisah apakah yang dibagikan beliau di Kompasianival 2014?

Sebagaimana tema Aksi untuk Indonesia yang diusung, Pak Jonan berbagi kisah mengenai aksi-aksinya untuk Indonesia pada saat mendapat amanah menjadi Dirut PT. KAI. Sejenak setelah berdiri di panggung utama Sasono Budoyo, ia bertanya kepada hadirin, “Tahukah Anda apa yang membuat saat ini tidak ada lagi penumpang kereta api yang berada di atap kereta? Anda semua tahu betapa tidak mudahnya untuk menertibkan penumpang kereta api kelas ekonomi ini yang menjadi ciri khas kereta api lokal di Jabodetabek. Berbagai cara pernah dicoba dan dilakukan, mulai dari melumuri atap dengan oli, menyemprot penumpang dengan cat warna, sampai memasang paku dan kawat berduri di atas kereta. Hasilnya nihil!”

“Lalu bagaimana bisa kondisi tertib tercipta seperti sekarang?” ia melanjutkan. Hal itu tidak lepas dari tiga hal. Hal yang pertama adalah niat baik dari seluruh jajaran PT. KAI untuk berbenah dalam semua aspek pelayanan. Intinya bagaimana penumpang alias konsumen menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengambilan kebijakan. Mereka butuh dimanusiakan, diwongke! Dan setiap tindakan tidak akan menjadi sebuah kebaikan jika tidak didasari dengan niat yang baik. Ini sangat mendasar dan sangat penting!”

“Yang kedua, teknologi. Manusia terus berganti dari generasi ke generasi. Seiring dengan itu, perkembangan jaman juga telah menghantarkan manusia kepada perkembangan teknologi berlandaskan ilmu pengetahuan sebagai kunci-kunci jawaban terhadap berbagai permasalahan hidup. Genereasi tua yang tumbuh dan berkembang dalam segala keterbatasan, tentu sangat berlainan dengan generasi muda masa kini yang difasilitasi berbagai kemudahan dan produk teknologi canggih dalam kesehariannya. Namun demikian, mau tidak mau, suka tidak suka, teknologi memang merupakan jawaban dari berbagai permasalahan hidup sehingga setiap komponen perusahaan harus mau belajar untuk mempergunakannya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri di kereta api.”

“Adapun yang ke tiga, penyamaan semua kelas kereta api angkutan lokal. Tidak umum di dunia manapun, angkutan kereta api di kawasan kota besar dibedakan menjadi beberapa jenis kelas. Untuk kereta tujuan jauh memang biasa dibedakan kelas-kelasnya. Tetapi untuk lokal, tidak ada pembedaan kelas! Hal ini berkaitan dengan frekuensi dan mobilitas yang sangat tinggi dari para pengguna jasa kereta api lokal. Kereta harus bisa menjadi andalan sarana transportasi harian. Lain halnya dengan kereta api jarak jauh. Katakanlah kereta jurusan Jakarta-Jogja, bisa dibuktikan tidak ada penumpang yang harian nglaju pulang-pergi untuk bekerja misanya. Satu minggu sekali sih masih mungkin. Tetapi setiap hari dapat dikatakan tidak ada.”

“Moda angkutan kereta api sangat spesifik dan jauh berbeda dengan moda angkutan darat yang lain. Jika kendaraan jalan raya bisa saling menyalip satu sama lain, tentu tidak demikian dengan kereta api. Meski semua jalur sudah double track, akan tetapi prioritas jalan terhadap kelas kereta yang lebih tinggi mengharuskan kereta lain dengan kelas di bawahnya harus minggir. Hal ini tidak bisa lagi diteruskan. Prinsipnya, siapa yang berangkat duluan ya harus sampai di tujuan duluan juga. Dengan cara ini penumpang merasa memiliki persamaan hak dan kewajiban. Akhirnya tidak ada lagi penumpang bergelantungan di atas atap kereta api.”

Sungguh sebuah pengalaman kepemimpinan yang bahkan diterapkan dari hal-hal mendasar yang terkesan sederhana dan mungkin tidak terpikirkan oleh menajemen sebelumnya sebagai alternatif penyelesaian masalah. Di bidang-bidang dan sektor kehidupan yang lain tentu saja kita sangat memerlukan sosok-sosok Jonan dalam wujud dan kepentingan yang lain. Sangat beruntung bisa bergabung dalam Kompasianival 2014 dan mendapatkan percikan pengetahuan dari sosok Ignatius Jonan. Moga penggalan tulisan ini juga bisa menginspirasi anak bangsa yang lain untuk turut mewujudkan berbagai aksi nyata untuk Indonesia.

Lor Kedhaton, 25 November 2014

Pengukuhan Relawan TIK Magelang

Relawan TIK2Era globalisasi identik dengan era informasi. Informasi menjadi sumber daya yang sangat penting dalam menentukan arah roda jaman. Ibarat buah simalakama, sumber daya informasi memiliki dua sisi kontradiktif yang senantiasa hadir secara bersamaan. Ada sisi positif yang bisa berguna untuk menumbuhkan, mengembangkan, ataupun meningkatkan harkat dan martabat peradaban manusia. Ada juga sisi gelap, sisi negatif yang justru dapat mendorong manusia tercebur ke dalam jurang kehinaan dan penderitaan.

Dalam konteks internet sebagai salah satu aplikasi kemajuan teknologi informasi, memang banyak tersedia situs yang berisi konten mengenai ilmu pengetahuan, informasi peluang usaha, pariwisata, kuliner, kekayaan seni dan budaya serta lainnya yang memberikan kemanfaatan positif dalam kehidupan kita sehari-hari.

Di sisi yang lain, internet juga ditebari dengan konten-konten yang justru menebarkan informasi bohong, palsu, memecah-belah persatuan dan kerukunan manusia, hingga muatan-muatan berupa gambar, tulisan, maupun video yang dipenuhi unsur pornografi dan pornoaksi. Konten-konten hitam inilah yang harus semaksimal mungkin kita hindari karena dapat mendorong manusia melakukan hal-hal yang menjurus kepada tindakan asusila, berdosa, dan melanggar aturan hukum.

Relawan TIK3 Relawan TIK4

Mempertimbangkan hadirnya dua sisi mata pedang informasi yang baik dan buruk, yang berguna dan mubadzir, yang menguntungkan dan merugikan, maka manusia dihadap kepada dua pilihan yang terkadang tidak mudah untuk memilihnya. Dengan demikian sikap kritis dan cerdas dalam memahami, memaknai, menggunakan, serta memanfaatkan teknologi informasi untuk tujuan yang berguna perlu terus ditingkatkan.

Secara formal, Kementerian Komunikasi dan Informatika memanggul tugas untuk membangun infrastruktur dan sekaligus melaksanakan edukasi publik terhadap pemanfaatan teknologi informasi untuk turut mendukung pembangunan serta kemajuan bangsa kita. Namun demikian, keadaan negeri Indonesia yang luas dengan berbagai kesenjangan-kesenjangan sebagai akibat belum meratanya proses pembangunan, juga dengan segala keterbatasan sumber daya yang dimiliki, kementerian ini perlu bersinergi dan dukungan berbagai pihak lain yang terkait. Dengan latar belakang inipulalah, Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak beberapa tahun yang lalu gencar mendorong tumbuhnya para Relawan TIK sebagai ujuk tombak dalam edukasi publik untuk pemanfaatan teknologi informasi.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas, bersamaan dengan pelaksanaan Jagongan Media Rakyat yang digelar pada 23-26 Oktober 2014 di Yogyakarta, sekaligus dilaksanakan pengukuhan Relawan TIK Provinsi DIY, Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunung Kidul, sekaligus Relawan TIK Kabupaten Magelang dan Temanggung.

Relawan TIK1

Selain melaksanakan program-program rutin berkenaan dengan pemberdayaan teknologi informasi, relawan yang baru dilantik juga mendapat tantangan untuk mempersiapkan pelaksanaan Festival Relawan TIK 2015 di Jawa Tengah atau DIY. Sampeyan-sampeyan tertantang untuk turut berjuang memajukan bangsa melalui advokasi penggunaan teknologi informasi? Monggo silakan bergabung dengan barisan Relawan TIK di wilayah masing-masing.

Lor Kedhaton, 28 Oktober 2014

Kopdar Gethukan Akhir Mei 2014

Blogger tanpa kopdar mungkin memang terasa hambar. Meskipun para pendahulu blogger cukup banyak yang nyata maupun sembunyi undur diri dari pakeliran blogger, tetapi tidak sedikit pula blogger-blogger newbie hadir mengisi ruang-ruang kosong yang ditinggalkan para seniornya. Ibarat kata daun-daun kuning, layu untuk kemudian gugur berjatuhan, tetapi tunas-tunas muda telah tumbuh untuk menggantikan yang tua. Itulah sebuah keniscayaan hukum alam.

Adalah dunia blog, di samping menjadi media ekspresi diri maupun berbagi ide ataupun pengalaman, blog juga berguna dalam menjalin tali silaturahmi. Dari saling kunjung-mengunjungi antar blog, tidak sedikit perkenalan dan interaksi di dunia maya bersambung di dunia nyata. Makanya pada saat sekerumunan para blogger kopdaran, suasana akrab sangat cepat terjalin. Tidak ada lagi rasa canggung karena satu sama lain sudah pernah berinteraksi melalui blog masing-masing. Semua berbaur akrab dalam suasana persaudaran yang kental.

Sebagaimana ditradisikan di Komunitas Blogger Pendekar Tidar Magelang, forum gethukan alias glenak-glenik methuk malem mingguan memang dirancang sebagai ajang jumpa darat yang dihelat secara rutin dua kali setiap bulannya. Namun suatu cita-cita dan rencana manusia seringkali mengalami pasang surut, termasuk forum gethukan tadi. Hal inilah yang kemudian menjadikan gelaran gethukan lebih sering diselenggarakan secara tentatif. Termasuk gethukan yang berlangsung pada penghujung 31 Mei 2014 yang lalu.

Berawal dari fakta berderet-deretnya tanggal merah di minggu terkahir bulan Mei, beberapa Balatidar menelurkan ide untuk gethukan. Ide itupun segera diworo-worokan melalui media sosial, gayungpun kemudian bersambut. Beberapa Balatidar langsung merespon dengan menyatakan diri untuk siap merapat ke Ringin Tengah Alun-alun Kota Magelang. Bukan semata-mata Balatidar yang masih tetap menetap di Magelang tercinta, tetapi beberapa Balatidar yang kesehariannya berada di tanah rantau juga berniat untuk turut gethukan. Bahkan ada juga beberapa penggedhe dan warga Kampung Blogger ingin turut hadir pula.

Pada hari yang dijanjikan, semenjak pagi Gusmul terus sibuk mengkonfirmasi daftar rekan-rekan Balatidar yang telah berkomitmen untuk gethukan bersama. Selepas ba’da Ashar hingga menjelang waktu Magrib berkumpullah beberapa Balatidar di ruang terbuka Alun-alun Kota Magelang, tepatnya pada titik tengah antara ringin tengah dan Patung Pangeran Diponegoro. Ada Gusmul van Seneng, Ivan Desain & keluarga, Mas Tri Indonesia Tera, Deny Dele, Rizki Tegalrejo, juga menyusul Kang Ikhsan Salaman. Muka-muka Balatidar memang sebagian besar telah berubah dibandingkan warga gethukan 3-4 tahun yang silam. Meskipun perasaan nglangut senantiasa terbayang jika mengenang gethukan pada tahun-tahun awal keberadaan Komunitas Blogger Pendekar Tidar Magelang, tetapi memang roda kehidupan harus berputar.

Sebagaimana format forum gethukan yang cair penuh obrolan ngalor-ngidul, dalam kesempatan gethukan akhir Mei kemarin juga terjadi banyak obrolan. Tema-tema pembicaraan mengalir mbanyu mili tanpa perlu moderasi dari seorang moderator. Ada obrolan ringan yang mengulas jargon Magelang sebagai Kota Sejuta Bunga. Sekian lama warga menunggu kelanjutan action Kota Sejuta Bunga, namun masyarakat memang masih harus terus bersabar dengan pertanyaan-pertanyaan klasik yang tidak pernah terjawab dengan realitas di lapangan. Beberapa kepala berpendapat, mungkin Kota Sejuta Bunga memang hanya jargon dan isapan jempol yang berorientasi “proyek”.

Dalam kesempatan selanjutnya, Gusmul dan Ivan berbagi cerita panjang lebar mengenai perjumpaan mereka dengan perwakilan Hotel Atria Magelang pada beberapa waktu sebelumnya. Dari pertemuan tersebut terbuka wacana untuk menjalin kolaborasi dan kerja sama antara Hotel Atria dengan Pendekar Tidar dalam wujud lomba blogging contest alias membuat postingan di blog. Tema yang diangkat bisa secara khusus mereview keberadaan Hotel Atria dalam mendukung pengembangan kepariwisataan di Magelang, atau barangkali mengenai Kota Magelang sebagai tujuan wisata sejarah dan petualangan. Meskipun bentuk kerja sama masih sedikit abstrak tetapi tidak ada salahnya juga jika Balatidar mulai mempersiapkan diri.

Tatkala Gusmul menyindir secara nyinyir mengenai siswa sekolah pertanian yang berseragam ala militer, obrolan sempat juga menyerempet kepada urusan pertanian yang menjadi hajat hidup orang banyak dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan manusia. Buat apa siswa sekolah pertanian yang ujung-ujungnya glidhik di tengah sawah ataupun ladang harus bergaya militeristik. Lebih jauh terungkap keprihatinan bersama soal kemunduran dunia pertanian di negara agraris ini. Bagaimana sulitnya para petani mencari pupuk untuk tanamannya. Bagaimana kemudian pada saat panen tiba, petani sedemikian tidak berdaya berhadapan dengan para pengijon dan rentenir, sehingga petani tidak lagi dapat menikmati jerih-payah kerja keras mereka. Yang kaya memang semakin kaya, sedangkan yang miskin tidak ada lagi yang memikirkan nasib masa depannya.

Selain tema obrolan di atas, sempat mengemuka pula rerasan Gusmul yang sedikit berbagai rahasia mengenai rancangan buku yang tengah disusunnya. Ia sempat merasa mangkel bin jengkel karena penggunaan kata atau frase kata berideom bahasa Jawa yang menjadi ciri khas kelucuan guyonannya Agus Magelangan dinggap berbau sarkanisme, semisal penggunaan kata-kata ndasmu, dengkulmu amoh, bahkan kata hasuuk!

Satu tema obrolan berganti mbanyu mili secara alamiah tanpa rekayasa. Tanpa terasa waktupun semakin petang dan Magrib segera menjelang. Meskipun rasanya masih ingin terus glenak-glenik semalaman suntuk, tetapi Balatidar yang hadir sadar bahwa saat perpisahan memang harus dijalani. Kamipun kemudian sempat berfoto bersama sebelumnya akhirnya barisan Balatidar undur diri dari forum gethukan untuk kembali ke dunianya masing-masing. Sampai jumpa di gelaran gethukan berikutnya. Salam Balatidar.

Ngisor Blimbing, 3 Juni 2014

Balatidar di Kopdar Blogger Nusantara 2013

Para sedulur semua, tahukah Anda komunitas blogger manakah yang memiliki rekor kopdar paling sering? Meskipun MURI belum mencatatnya, komunitas yang satu ini tidak lagi dalam hitungan bulan, minggu, hari ataupun jam selalu kopdar. Bahkan setiap detik, milidetik, nanodetik, ataupun pikodetik, komunitas ini tetep kopdar! Ahh, jangan bercanda lah! Tahu jawabannya? Hmm, tidak tahu? Mau saya kasih tahu? Ya, komunitas itu berna KOPDAR, Komunitas Pendekar Tidar. Komunitas ini merupakan komunitas barisan blogger di Magelang, jawa Tengah. Percaya kan sekarang?

Jogloabang10 Jogloabang2

Semenjak era jaya-jayanya interkom maupun radio komunitas, kopdar diartikan kopi darat. Artinya berjumpa langsung dengan seseorang yang sebelumnya telah sering berinteraksi di udara alias melalui saluran komunikasi secara tidak bertatap muka langsung. Namun demikian, di era internet yang menggantikan interkom saat ini, ada salah satu Balatidar yang pada saat awal bergabung di Komunitas Blogger Magelang, mengira bahwa kopdar merupakan kependekan dari Komunitas Pendekar Tidar. Pendekar Tidar merupakan nama komunitas blogger yang masih eksis di Magelang Raya.

Kopdar selanjutnya menjadi adat dan tradisi di tengah kalangan para onliner. Interaksi persahabatan di dunia maya, baik melalui blog, facebook, twitter, dan media yang lain senantiasa dianggap belum lengkap jika tidak sesekali disertai dengan perjumpaan langsung di darat yang disebut sebagai aktivitas kopdar tadi. Kopdar jelas semakin mempererat tali persahabatan dan persaudaraan yang sebelumnya telah terjalin, bahkan dengan sedulur baru yang dikenal pada saat kopdaran berlangsung.

Agenda kopdar, dimanapun dan kapanpun senantiasa menjadi momentum yang selalu ditunggu-tunggu. Balatidar Magelang yang di masa-masa akhir semakin jarang gethukan alias glenak-glenik methuk malem mingguan di Ringin Tengah Alun-alun Kota Magelang tentu sangat mendambakan kesempatan berkopdar ria, termasuk lintas komunitas blogger. Beberapa catatan kopdaran akbar blogger yang pernah diikuti perwakilan Balatidar diantaranya Wisata Blogger 2009 di Wonosobo, Pesta Blogger 2009 di Jakarta, Amprokan Blogger 2010 di Bekasi, Solo Online Lan Offline 2010 di Surakarta, Miladeblogger Bekasi 2010, Muktamar Blogger dan Pesta Blogger 2010 di Jakarta, KTT ASEAN 2011 di Bali, Kopdar Blogger Nusantara 2012 di Makassar, hingga pagelaran ASEAN Blogger Festival 2013 di Surakarta dan masih banyak event kopdar akbar yang lainnya.

Tembi4Dari beberapa catatan jejak partisipasi kopdar di berbagai daerah tersebut mengindikasikan bahwa semangat paseduluran Balatidar memang luar biasa, bahkan patut diacungi jempol. Maka ketika mendengar wisik tentang akan digelarnya Kopdar Blogger Nusantara III yang akan dihelat di Jogja dari beberapa teman dan sosial media, Balatidarpun langsung merapatkan barisan untuk turut nggruduk ke Jogjakarta. Jarak Magelang dan Jogja yang sangat dekat tentu saja membuat sedulur-sedulur Balatidar bertambah semangat dan antusias. Berhubung Pangkopdar Nahdhi sedang sibuk makaryo di bumi Betawi, maka tugas woroworo untuk sementara waktu diambil alih ke tangan Gus Mul. Akhirnya barisan Balatidar siap mendukung dan menghadiri Kopdar Blogger Nusantara 2013 yang digelar 30 November-1 Desember 2013 di Jogjakarta dengan semboyan “Blogger Nusantara, Blogger Istimewa”.

Keberadaan Balatidar yang sudah mencar-mencar di berbagai daerah menjadikan keberangkatan ke Jogja juga tidak sekaligus secara bersama-sama. Ada sebagian sedulur yang berangkat dari Magelang, dari Jakarta, bahkan ada yang memang sudah menetap di Jogja karena sedang menempuh studi. Waktu kedatangan di Jogjapun juga beragam, ada yang Jumat sore sudah merapatke drop point, ada yang Sabtu dinihari tiba dengan kereta, ada yang Sabtu pagi berangkat naik bus dari Soekarno-Hatta, ada juga yang mendarat di Terminal Giwangan.

Jogloabang4 Jogloabang3

Gus Mul dan Pak Gun tercatat sebagai Balatidar yang paling awal tiba di Kota Gudeg. Saya sendiri baru saat Subuh di Sabtu pagi merapat di penginapan Prawirataman. Siang sedikit barulah Ivan, kemudian Nahdhi juga nongol di Prawirataman. Adapun Muhlisin, Arif, Deny, Rizki, Reza, dan Kang Ikhsan langsung ketemuan di Pendopo Jogloabang. Namun demikian, tanpa mengurangi kekompakan dan rasa kebersamaan, yang jelas tujuan akhir dari para Balatidar tersebut hanyalah satu tujuan, yaitu Kopdar Blogger Nusantara.

Setelah masing-masing Balatidar melakukan registrasi di meja panitia, baru satu per satu dari kami menempati barisan kursi yang berdekatan dan berkumpul bersama. Dari awal pembukaan acara, mendengarkan uraian dari berbagai narasumber, menikmati aneka suguhan pentas seni dan hidangan snack-makan siang yang seadanya, sedulur-sedulur Balatidar nampak sangat antusias mengikuti rangkaian acara di Jogloabang. Beberapa muka baru memang masih terlihat canggung untuk berbaur dengan para blogger dari daerah lain, tetapi ada juga yang sudah ngobrol naglor-ngidul dan ketawa-ketiwi berkelakar dengan kenalan blogger baru.

Jogloabang8 Gus Mul Ucul

Diantara barisan Balatidar, tentu saja perhatian beberapa blogger tertuju kepada Gus Mul yang tengah tenar akibat ulah utak-atik photoshopnya dengan anggota JKT48. Beberapa blogger senior bahkan secara khusus menyambangi Gus Mul. Kamipun terlibat perbincangan yang sangat seru seputar asal-muasal Gus Mul menjadi seleblogger.

Nah tatkala seorang blogger dari Bentang Pustaka juga sempat merapat ke Gus Mul, secara spontan timbul ide untuk “menaikkan” Gus Mul ke atas panggung. Lha iyalah, sosok Patih Dobleh Kencono ini kan jago dengan postingan banyolan yang sarat lawakan-lawakan cerdas nan bernas. Bahkan iapun pernah memiliki jam terbang dalam Stand Up Comedy di Kota Gethuk. Maka dibisikkanlah kepada Mbak MC untuk menghelat Gus Mul naik ke atas pendopo Jogloabang. Bukannya PD dengan kesempatan yang diberikan Mbak MC, Gus Mul justru lari sipat kuping meninggalkan kalangan kami. Ketika kami mencoba untuk mengejar, justru Gus Mul telah hilang ditelan bumi. Kejadian tersebut benar-benar membuat perut kami kesakitan menahan tawa lucu yang lebih lucu daripada lawakan di atas panggung Stand Up Comedy-nya sendiri. Mungkin inilah cara Gus Mul melawak dengan gaya yang sangat berbeda dibandingkan lawakan konvensional yang pernah tampil di layar tv sekalipun.

Jogloabang7Tatkala sepanjang siang hingga sore hari para peserta kopdar akbar merasa jenuh dan lelah oleh suasana acara, panitia sempat menawarkan pilihan untuk mengikuti Tour de Jogja alias jalan-jalan di beberapa titik Kota Jogja. Dengan antusias, melalui perwakilan, Balatidar sepakat untuk turut bergabung dalam Tour de Jogja yang katanya akan diberangkatkan pada pukul 16.00. Tunggu punya tunggu hingga jam 17.00; 18.00; bahkan 19.00, angkutan transportasi yang dijanjikan tidak kunjung nampak dan tidak ada pemberitahuan atau pengumuman apapun dari panitia. Akhirnya suasana jenuh kembali merayapi kami. Selepas Maghrib, kamipun kemudian membuat kalangan tersendiri dan mulai membanyol berbagai lelucon yang dipimpin Gus Mul sang dagelan kethoprak.

Pada saat bersamaan di area pentas seni sedang dipergelarkan jathilan kreasi baru dari Gunung Kelir yang menampilkan para jawara dadung abang dan pasukan jaran kepang yang dikendari para prajurit putri. Di tengah keasyikan menikmati sajian jathilan, tersebar kabar bahwa bus sudah datang. Kamipun bermaksud untuk segera naik ke bus dan langsung menuju Desa Tembi di Bantul. Bukan soal apa-apa, badan sudah terasa sangat lelah dan ingin segera lelap dalam mimpi. Tour de Jogja tidak menarik minat hati karena hari sudah terlampau malam.

Sejam lebih kami bersama barisan blogger yang lain menunggu godot di dalam bus yang diparkir di tengah jalan bulak dusun. Mengatasi kejenuhan lama menunggu, Gus Mul kembali beraksi dengan banyolan-banyolan yang membuat seisi bus tertawa ger-geran sepanjang waktu. Dengan nada canda Gus Mul selalu menawarkan bus kepada para peserta yang sedang melintas dan mencari bus yang kosong, “Nek untuk mbak-mbak masih kosong, hayuk-hayuk naik!” Sebaliknya ia dan Nahdhi bersepakat jika yang mencari bus kosong laki-laki maka harus menjawab bahwa bus sudah penuh. Dasar jombloabang!

Jogloabang4Jogloabang6

Akhirnya setelah sempat terjadi insiden dengan para pemuda dusun, buspun melaju menuju Desa Wisata Tembi. Saking lelah dan ngantuknya, banyak diantara para sedulur blogger yang terlelap selama perjalanan menuju Tembi. Hingga pada saat tiba di Tembi, sang bapak sopir berteriak membangunkan kami. Di Tembi, kami dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk menginap di rumah warga yang telah disetting menjadi home stay. Balatidarpun berpisah menuju home stay masing-masing.

Hari ke dua Kopdar Blogger Nusantara diisi dengan pertandingan olah raga bersama rekan-rekan dari Komunitas Difabilitas. Acara di hari itupun dibuka di Pendopo Gamelan yang berada di sisi depan Griya Tembi. Menjelang sedikit siang, peserta kopdar akbar bergerak menuju Pendopo Sentono untuk menggelar acara sarasehan mengenai tradisi dan nilai kearifan lokal. Acara yang dipandu Eyang Anjari ini menampilkan narasumber dari Komunitas Anggara Kasih dan Komandan Pengangguran Total, serta pengelola Jogjaupdate.

Nol KM Gedung Agung

Acara sarasehan berlangsung seru hingga tengah hari yang diselingi santap nasi sayur kacang tholo yang dilengkapi lauk tahu dan krupuk legendar. Para peserta nampak lahap menyantap makan siang yang dipincuk dengan daun pisang tersebut. Bukan apa-apa dan karena menunya sangat lezat, tetapi sangat kelihatan bahwa para blogger sudah sangat kelaparan dan kehausan di siang yang cukup terik tersebut.

Akhirnya sekitar pukul 14.00 siang acara Kopdar Blogger Nusantara 2013 “Blogger Nusantara, Blogger Istimewa” ditutup dengan pembagian sertifikat dan foto bersama. Tentu saja dalam kesempatan tersebut Balatidar juga turut nimbrung dalam hiruk-pikuknya para blogger yang antusias bergaya di depan kamera foto.

VredebergSelepas dari Desa Tembi, sedulur Balatidar memutuskan untuk turut bus yang menuju Titik Nol Kilometer Jogja. Di sana kami menikmati saat-saat terakhir di Jogja dengan jalan-jalan menikmati suasana sore hari di seputaran Gedung Agung, Benteng Vredeberg, dan sepanjang trotoar Malioboro. Menjelang pukul 17.00 kamipun satu per satu berpisah. Beberapa Balatidar kembali menuju Magelang dengan bus melalui Jombor. Sedangkan saya sendiri kembali ke Tanah Betawi dengan Kereta Senja Utama Jogja melalui Stasiun Tugu.

Hmmm…..Kopdar Blogger Nusantara di Jogja memang istimewa. Demikian halnya blogger Balatidar juga Blogger yang istimewa. Moga semakin bertambah semangat untuk terus ngeblog dan meng-go blog-kan Magelang tercinta.

Dan inilah sedulur-sedulur Balatidar yang sempat terdaftar untuk merapat di Kopdar Blogger Nusantara 2013 di Jogjakarta:

Arif Wahyu Nugroho http://arifwahyu.com/
Agus Mulyadi http://gusmul.com/
M.Jengki tomiyanto http://nikitomi.com/
Sufyan Abdul Aziz http://sufyanaz.malhikdua.com/
Ikhsanudin http://ikhsan.web.id/
Ivan Purnawan http://ngaos.com/
Nanang Triagung http://sangnanang.wordpress.com/
Muh Nahdhi Ahsan http://afanasyevich.wordpress.com/
Silvira Nurwidhiana http://mariovira.blogspot.com/
Adnan Resa Fahroni http://magelangonline.com/
Anggun Andy http://andy.kinjeng.net/
Adiyati Nur Afifah http://ann-aditya.blogspot.com/
Ahadi Bagus Harismanhttp://tripdi.com/
Reza Pragita Daza http://erphidi.blogspot.com/
Rizki Amalia Haryanti http://amaliarizki.com/
Muis Mulya Sari http://mbakmiu.wordpress.com/
Ahmad Suyudi http://percikpuisi-yoedi.blogspot.com/
Muhlisin http://muhlisin.com/
Andriyan ertiana Budi http://andriyanertiana.blogspot.com/
Desmira Feri Susanti http://desmiraferi.blogspot.com/
Thoyyib Rizqi Fuadi http://thoyyibrizqi.pw/
Gunawan Julianto http://www.TlatahBocah.org/

Globalisasi Informasi di Tepi Merapi

WarnetBendan1Desa, oleh sebagian orang mungkin diidentikkan dengan ketertinggalan jaman. Terlebih desa yang berada di lereng gunung yang terletak di pedalaman hutan rimba raya. “Cedhak watu, nanging adoh ratu”, dekat batu tetapi jauh dari ratu, demikian ungkapan dari para sesepuh. Ratu biasanya tinggal di istana yang terletak di kotaraja. Ibu kota kerajaan adalah sebuah kota yang lebih maju peradaban, serta sarana prasarana pendukungnya. Sedangkan watu atau batu adalah simbol kesatuan atau kedekatan dengan keperawanan alam. Sebuah penggambaran wilayah pedesaan yang belum tersentuh sepenuhnya dengan kemajuan jaman.

Ungkapan orang Jawa cedhak ratu nanging adoh ratu itu sejatinya adalah aktualisasi sikap andhap asor atau kerendahan hati mereka yang selalu merasa masih harus senantiasa belajar kepada alam tentang makna hidup yang sesungguhnya. Desa mawa cara, negara mawa tata, desa dan kota memiliki nilai hidup dan tradisinya masing-masing. Kota memang identik dengan keberadaan kaum terpelajar, sedangkan desa lebih didominasi dengan kaum yang hanya pas-pasan mengenyam manisnya bangku pendidikan. Desa menjadi simbol tradisionlisme, sedangkan kota identik dengan modernisme. Hal ini tanpa maksud mendikotomikan sama sekali akan keberadaan desa dan kota. Tetapi bahwa ada berpedaan antara desa dan kota, itu sudah pasti! Continue reading “Globalisasi Informasi di Tepi Merapi” »

Semarak Muktamar Blogger 2013

BLOGGER GAK BLOGGER,

YANG PENTING NGEBLOG

MB1

Hari itu cuaca Jakarta tidak terlalu cerah sedari pagi. Awan yang meggelantung di angkasa justru meneduhkan suasana yang biasanya sangat panas dengan terik sinar matahari dan kebisingan lalu lintas jalan raya. Mungkin itu semua sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa untuk menguatkan tekad para blogger di seputaran ibukota untuk merapat, merayakan “reunian” dan kangen-kangenan dalam Muktamar Blogger 2013 yang diselenggarakan Blogger BHI di Aula Taman Langsat, Jakarta Selatan pada Sabtu, 1 Juni 2013.

Setelah sekian tahun para pelopor blog yang eksis pada tengahan dekade 2000-an, termasuk yang bergaung di barisan BHI, tidak lagi jumpa darat sebagaimana semangat kopdar 45 yang menggelora kala itu, rasa rindu, kangen, bahkan penasaran kian hari kian menggunung. Kesibukan pada rutinitas masing-masing, ngurusi pekerjaan, ngurusi rumah tangga, anak, dan istri. Belum lagi tempat tinggal yang terpencar-pencar, saling berjauhan sesuai dengan jalan hidup dan penghidupan masing-masing, menimbulkan sisi-sisi kutub medan magnet yang semakin menguatkan daya tarik diantara sesama teman ngeblog yang dulunya sangat akrab di dunia maya. Sudah tiba waktunya bagi insan yang didera rasa kangen itu menuntaskan kekangenannya. Continue reading “Semarak Muktamar Blogger 2013” »

Blogger ASEAN berpadu di ABFI 2013

Kopdar, alias kopi darat adalah ajang paseduluran yang sangat sakral di jagad para blogger. Tidak hanya saja mengenal lebih dekat sohib blogger melalui dunia maya, kopdar bisa menuntaskan segala rasa penasaran dan semakin mempererat tali persaudaraan kian menjadi nyata. Pastilah heboh jika para blogger sedang kopdaran. Ada yang ngobrol bisik-bisik tetangga. Ada yang ketawa ha…hi…hi ataupun sekedar mesam-mesem. Bahkan ada yang saling “lempar-melempar” dan “pukul-memukul” lawakan-lawakan jenaka ria. Hidup seolah menjadi lebih hidup dengan kopdaran. Lalu bagaimana jadinya jika ratusan blogger berkumpul bersama dalam suatu acara festival?

Selamat Datang ABFI

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 9 hingga 12 Mei, terpantau banyak blogger berkeliaran di seputaran Kota Surakarta. Blogger-blogger di Solo? Mereka jelas bukan ingin melakukan ritual pisowanan agung ke Keraton Kasunanan maupun Puro Mangkunegaran. Mereka juga tidak sedang kerja bakti membersihkan alun-alun dari aneka sampah dan rumput liar. Merekapun tidak dalam rangka mempersatukan people power untuk melengserkan para penguasa. Mereka juga tidak sekedar ingin menengok fosil nenek moyang manusia di Museum Sangiran ataupun ngabekti ke Candi Sukuh. Ternyata mereka sedang mengikuti perhelatan akbar ASEAN Festival Blogger Indonesia 2013 (ABFI 2013).

ABFI 2013 diselenggarakan oleh ASEAN Blogger Community (ABC) chapter Indonesia dengan dukungan penuh dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Pemerintah Kota Surakarta. ABFI 2013 dilaksanakan dengan peringatan HUT ke-2 ABC chapter Indonesia yang jatuh pada setiap tanggal 10 Mei.

LojiGandrung

Acara yang mengambil tema “Reinventing the Spirit of Cultural Heritage in Southeast Asia” ini merupakan wujud nyata kecintaan para blogger terhadap warisan nenek moyang di Indonesia dan secara lebih luas di Asia Tenggara. Oleh karena itu, di samping acara diisi dengan seminar, diskusi dan aneka game kompetisi, para peserta ABFI 2013 diajak untuk menyaksikan pentas seni Mangkunegaran Performing Arts di Pendopo Agung Puro Mangkunegaran dan sowan ke Istana Kasunanan Surakarta Hadiningrat, serta kunjungan ke situs Sangiran dan Candi Sukuh.

ABFI 2013 yang dihadiri sekitar 250 blogger dari beberapa Negara anggota ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, Kamboja, Vietnam, Brunai Darussalam, dan Philipina, ditambah dengan 150 blogger dari berbagai komunitas yang tersebar di pulau Jawa, serta 50-an blogger dari luar pulau Jawa tersebut dibuka dalam sebuah acara gala dinner di Loji Gandrung, rumah dinas Walikota Surakarta.

Kasunanan Surakarta Balai Kota Solo

Dalam kesempatan pembukaan tersebut, Dirjen Kerjasama ASEAN, I Gusti Agung Wesaka Puja menyampaikan betapa pentingnya peranan para blogger untuk turut mewujudkan ASEAN Community 2015, khususnya dalam pilar sosial budaya. Blogger memiliki posisi sebagai kaum intelektual yang memiliki kepedulian tinggi untuk turut menyumbangkan contain-contain yang positif dan membangun di dalam dunia maya. Apabila dulunya, pada masa-masa awal pembentukannya, ASEAN lebih merupakan sebuah organisasi pertemanan yang longgar dan tanpa ikatan kuat, namun kini ASEAN telah menjelma menjadi badan hukum yang memiliki ikatan formal yang lebih pasti.

Penari Srikandi TariPambuko

Selama ini ASEAN bisa jadi hanya dianggap sebagai wadah atau forum para pemimpin Negara di Asia Tenggara. Hubungan yang terjadi lebih kepada G to G relationship, sehingga seolah tidak pernah dirasakan sama sekali kemanfaatannya secara nyata bagi lapisan rakyat. Namun dengan komitmen untuk mewujudkan ASEAN Community 2015 dalam sebuah kebersamaan pilar politik dan keamanan kawasan, ekonomi dan sosial budaya, maka terjadi pergeseran hubungan yang akan semakin membumi, lebih horisintal dan bersifat People to People (P to P).

Dari segi politik dan keamanan regional, kawasan Asia Tenggara telah mampu mewujudkan kawasan yang damai, bebas dari pertikaian antar bangsa, sehingga dari tahun ke tahun semakin meningkat terwujudnya stabilitas keamanan sebagai prasyarat mutlak sebuah bangsa dapat melaksanakan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Silakan bandingkan dengan kawasan Timur Tengah, Semenanjung Korea, hingga Eropa Timur yang terus bergejolak.

Penari Janoko Penari Sodrat Penari Buto

Dari sudut pandang ekonomi, dengan jumlah penduduk mencapai 600 juta jiwa, ASEAN merupakan pangsa pasar yang maha besar dan sangat menarik para investor untuk melakukan bisnisnya. Perkembangan kekuatan ekonomi ASEAN dari waktu ke waktu justru semakin bergerak pesat, bahkan kini telah melampaui kekuatan ekonomi Uni Eropa. Hal ini tentulah menjadi peluang sekaligus tantangan bagi talenta muda, para pengusaha di Indonesia untuk melebarkan sayap usahanya tidak hanya di dalam negeri, namun begaimana berupaya untuk melakukan ekspansi ke luar negeri. Tidak hanya cukup menjadi pemain kandang, namun harus mampu menjelma menjadi macan Asia!

Kemudian untuk bidang sosial budaya, Negara-negara ASEAN merupakan Negara dengan peradaban yang sangat tinggi dan memiliki warisan agung yang menjadi bara kekaguman masyarakat seluruh dunia. Bayangkan betapa kayanya kita dengan seni, dengan tari, dengan aneka kuliner, candi-candi, rumah adat, adat istiadat dan tradisi, kerajinan tangan, bahkan karya-karya kretif anak bangsa yang sering memenangkan lomba kreativitas dan berbagai Negara.

Penari Retno SoloBatikCarnival

Berkaitan dengan pilar sosial budaya dan menguatnya hubungan P to P di masa depan, blogger bisa memerankan fungsi sebagai jembatan diantara sesama anggota masyarakat di lapisan akar rumput. Seandainya satu sama lain, antar masyarakat ASEAN bergaul, berpadu, dan bersatu sebagaimana motto ASEAN untuk menjadi One Vision, One Identity, dan One Community, maka ASEAN akan menjadi kekuatan ekonomi besar yang akan menentukan arah dunia di waktu mendatang.

Oleh karena itu, kalangan komunitas blogger harus memiliki kebanggan terhadap pilihan untuk menjadi bagian dari keluarga besar blogger ASEAN, dan terus meningkatkan kemampuan blogging, termasuk menggunakan bahasa Inggris ataupun bahasa asing yang lain dalam rangka turut mendukung program pembangunan di masing-masing Negara. Bravo untuk ASEAN Blogger!

Tanam Pohon Urban Forest

Acara yang diantaranya turut disponsori oleh Telkom Indonesia, Garuda Indonesia, XL, US Mission to ASEAN, CIMB Niaga, Pembangunan Jaya Ancol, dan APJI ini juga didukung oleh Mark Plus Inc., Jakarta Post, BlogDetik, serta UseeTv ini benar-benar menenggelamkan para blogger ASEAN ke dalam atmosfir penemuan kembali masa lalu untuk memperkuat pondasi dasar untuk bergerak ke masa depan yang lebih gemilang.

Lor Kedhaton, 13 Mei 2013

Blogger dan ASEAN Community 2015

ASEAN tentu saja sudah kita kenal semenjak duduk di bangku sekolah dasar. Paling tidak kita tentu paham bahwa ASEAN merupakan organisasi kerja sama regional diantara negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Lambang batang padi dalam satu kesatuan ikatan sebagai simbol ASEAN menggambarkan masing-masing negara anggota yang meliputi Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Philipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar.

PraABFI1

Pada awal masa perkembangannya, ASEAN sekedar sebuah paguyuban atau sebuah komunitas longgar yang lebih memiliki ciri ikatan non formal dengan berlandaskan semangat ketimuran yang penuh perdamaian, rasa kebersamaan, gootong-royong dan saling hormat-menghormati diantara sesama bangsa ASEAN. Nilai-nilai kemanusiaan yang mengikat bangsa-bangsa Asia Tenggara ini kemudian dikenal senagai ASEAN way.

Tuntutan globalisasi jaman dengan semakin kompleksnya permasalahan dan tantangan kawasan yang dihadapi bangsa-bangsa ASEAN mengharuskan organisasi perhimpunan ini juga harus berubah. Perubahan harus dilakukan dari organisasi yang bersifat “tradisional” menuju organisasi modern yang berlandaskan ikatan hukum. Wacana tersebut selanjutnya berhasil dikerucutkan menjadi sebuah Piagam ASEAN (ASEAN Charter) yang disetujui semua anggota pada tahun 2008.

PraABFI3

Piagam ASEAN terdiri atas 13 bab dan 55 pasal dengan inti rumusan pembentukan tiga pilar utama pembentukan ASEAN Community pada tahun 2015. Ketiga pilar utama tersebut adalah peningkatan kerja sama politik dan keamanan bagi terpeliharanya perdamaian kawasan, termasuk memasyarakatkan nilai-nilai bersama seperti HAM dan demokratisasi (ASPC). Pilar kedua adalah pembentukan pasar tunggal dengan production base untuk memfasilitasi arus perdagangan, investasi, modal, pergerakan pelaku usaha, dan tenaga kerja (AEC). Adapun pilar ketiga adalah perwujudan visi One Vission, One Identity, and One Caring and Sharing (ASCC).

Dalam rangka memasyarakatkan keberadaan ASEAN Community 2015, Direktorat Jenderal Kerja sama ASEAN – Kamenterian Luar Negeri RI menggandeng ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia akan mengadakan ASEAN Blogger Festival Indonesia 2013 pada tanggal 9-12 di Surakarta, Jawa Tengah. Acara yang akan dihadiri peserta dari berbagai komunitas blogger dalam dan luar negeri tersebut digagas untuk turut menyebarluaskan dan menggemakan keberadaan ASEAN Community 2015 yang sudah semakin dekat.

PraABFI2Sebagai salah satu rangkaian pre-event ABFI 2013, pada Sabtu, 20 April 2013, bertempat di Aula Carakaloka, Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Kementerian Luar Negeri digelar seminar dengan tema Indonesia Menuju ASEAN Community 2015: Tantangan, Peluang dan Peran Sosial Media. Dalam kata sambutannya, Dirjen Kerjasama ASEAN Kemenlu, I Gusti Agung Wesaka Puja menyampaikan kembali tantangan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, “Apakah Indonesia hanya mau menjadi macan kandang, ataukah ingin kembali menjadi macan Asia?”

Berkaitan dengan ASEAN Community 2015, Bapak Dirjen menyampaikan lebih lanjut bahwa ASEAN dibentuk sebagai sebuah integrasi organisasi negara-negara sekawasan Asia Tenggara dalam rangka menghadapi persaingan global. Melalui Bali Concord II pada tahun 2003, para pemimpin ASEAN bersepakat untuk mewujudkan ASEAN Community pada tahun 2020. Namun demikian, melihat tantangan perkembangan ekonomi global yang sangat pesat di kawasan Asia Pasifik, maka dalam KTT di Cebu pada tahun 2007, para pemimpin tersebut menguatkan komitmen untuk mengakselerasi terwujudnya ASEAN Community menjadi tahun 2015. Keputusan tersebut diambil dengan penuh keyakinan untuk dapat turut bersaing secara global dan selaras dengan tujuan pencapaian Millenium Development Goal (MDG) 2015.

Bagaimana dengan kesiapan Indonesia menghadapi ASEAN Community 2015? Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk mencapai 240 juta jiwa. Negara kita juga diakui secara internasional sebagai negara penganut demokrasi yang semakin demokratis. Setelah berhasil lulus dari ujian krisis ekonomi global pada tahun 1998 dan 2008, Indonesia kini menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-18 sehingga menjadi anggota perkumpulan G-20. Posisi dan peranan Indonesia di ranah percaturan internasional, baik di bidang politik, sosial budaya, ekonomi, serta pertahanan dan keamanan dunia semakin mendapatkan pengakuan banyak negara.

PraABFI4

Jumlah penduduk Indonesia yang besar merupakan peluang capital market yang sangat luar biasa. Ke depan, ASEAN Community akan semakin memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. ASEAN, dengan 600 juta penduduknya merupakan peluang pasar ekonomi yang jauh lebih besar lagi. Kini saatnya pengusaha bisnis di dalam negeri mulai melakukan penetrasi ke area yang lebih luas, tidak perlu jauh-jauh melirik Eropa, atau Amerika, ASEAN merupakan lahan bisnis yang sangat seksi. Jika sebelumnya, pengusaha kita hanya berorientasi di dalam negeri dengan 240 juta peluang pasar, maka masih dimungkinkan untuk melakukan ekspansi bisnis dengan 360 juta peluang lebih luas di kawasan Asia Tenggara.

Dari sisi penggunaan dan akses internet, Indonesia menduduki urutan pertama sebagai masyarakat yang telah melek internet. Data menunjukkan pengguna internet di tanah air telah mencapai 60 juta. Ke depan, jumlah tersebut akan terus berkembang dan menjadi sekitar 120 juta pada tahun 2015. Dengan demikian, media internet akan mendominasi penyebarluasan informasi. Internet juga akan menjadi tolak ukur dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam hal pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat ASEAN yang semakin dinamis dan modern. Oleh karena itu peranan para pelaku penggiat internet yang memiliki kreativitas tinggi dalam membuat content-content positif menjadi sangat strategis dan maha penting. Dalam posisi inilah, blogger dapat memerankan dirinya, tidak hanya sebatas sebagai mediator, namun juga sekaligus menjadi pelopor kesadaran mengenai pentingnya memahami keberadaan ASEAN Community 2015 dengan segala tantangan dan peluangnya.

Apakah Anda siap sedia menjadi bagian dari barisan blogger tersebut? Mari turut bergabung!

Ngisor Blimbing, 22 April 2013

Petikan Kisah Kopdar Blogger Nusantara 2012

“KEJUTAN PASEDULURAN”

Setelah didera seribu satu keraguan dan kebimbangan, akhirnya pagi dini hari itu, 9 November 2012, saya tiba di Makassar. Tuhan benar-benar telah “memperjalankan” hambanya. Kedatangan saya berbarengan Anik dan Nawwir, dua blogger asli Makassar, serta Erlis dan Ricko, para sedulur dari Komunitas Karya Tuna Netra (kartunet.com). Bersamaan dengan turunnya kabut tipis di setiap sudut kota Anging Mammiri tersebut, kami langsung menuju Wisma Kemensos sebagai basecamp kegiatan Kopdar Blogger Nusantara 2012. Suasana dingin embun pagi itu kemudian mengantarkan kami untuk beristirahat melanjutkan perjalanan sisa malam.

Selepas ayam jantan-ayam jantan dari Timur benar-benar berkokok membangunkan setiap insan yang tengah nyenyak memeluk kegelapan, satu per satu peserta BN 2012 mulai menampakkan batang hidungnya. Beberapa sedulur yang berasal dari sekitar Sulawesi Selatan, mulai dari Relawan TIK Buton Raya, blogger dari Wajo, Palopo, Soroako, Manado, termasuk Kendari rupanya telah tiba terlebih dahulu. Adapun deretan blogger dari luar Sulawesi juga tidak sedikit yang sudah bergabung di Wisma Kemensos, sebut saja nama Henry dari Surakarta, Mbak Lilis dari Pontianak, Slamet dari Madura, dan kami yang baru saja tiba. Suasana mulai meriah tatkala satu dua para kumpulan blogger tersebut saling beramah tamah, mengulurkan tangan untuk saling berkenalan, berjabat erat saling mengikatkan paseduluran sejati anak manusia, disertai dengan obrolan ngalor-ngidul penuh keakraban. Inilah keunggulan teristimewa dari perhelatan Kopdar Blogger Nusantara 2012. Continue reading “Petikan Kisah Kopdar Blogger Nusantara 2012” »

BN2012: Mengukuhkan Persaudaraan Nusantara

Dari catatan sejarah, Maha Patih Gadjah Mada mengikrarkan janji keramat “Sumpah Palapa” untuk mempersatukan kepulauan Nusantara di bawah payung Majapahit. Semangat sumpah itulah yang kemudian menginspirasi para aktivis pergerakan nasional yang banyak terdiri dari golongan kaum muda untuk mengikrarkan Sumpah Pemuda. Bertanah dari satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, yaitu Indonesia. Modal persatuan diantara anak suku bangsa inilah yang kemudian mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Estafet perjuangan merebut kemerdekaan berganti dengan tongkat perjuangan untuk mengisi kemerdekaan yang sering disebut sebagai proses pembangunan. Hingga mencapai tujuh dasa warsa usia kemerdekaan kita saat ini, harus kita akui bahwa nikmatnya kue pembangunan belum bisa dinikmati secara merata oleh masyarakat di seluruh penjuru tanah air, terlebih lagi bagi saudara kita di daerah terpencil ataupun di gugusan pulau terluar. Jurang kesenjangan antar daerah, antar wilayah, maupun antar pulau semakin lebar menganga. Kondisi ini menimbulkan munculnya dikotomi pusat dan daerah, kota dan desa, Indonesia Barat dan Indonesia Timur, hingga Jawa dan luar Jawa.

Jakarta sebagai ibukota negara dan pusat pemerintahan seolah menjadi pusat nafas hidup negara Indonesia. Segala hal dan segala macam tersaji atau tersedia dengan lengkap di Jakarta. Gedung pencakar langit megah dan mewah banyak di Jakarta. Fasilitas ekonomi modern, seperti mall, supermarket, hingga pasar dan kios-kios mewah banyak bertebaran di berbagai sudut ibukota. Demikian halnya dengan fasilitas wisata, hiburan, pendidikan, kesehatan, semua komplit tersedia di Jakarta. Dalam pengertian lebih ekstrim, Jakarta adalah gudangnya uang!

Jika Jakarta adalah gudang uang, maka tidak bisa dipungkiri pula bahwa perkembangan dan pengenalan berbagai produk teknologi modern nan canggih lebih dahulu terjadi di pusat negara. Demikian halnya dengan perkembangan internet dengan segala potensi dan peluang luar biasanya, juga pastinya lebih dahulu dinikmati Jakarta termasuk sejarah dinamika jagad perbloggeran di tanah air. Blog sebagai salah satu aplikasi penggunaan internetpun berkembang pertama kali juga di wilayah pusat kekuasaan.

Dalam beberapa tahun lalu, penetapan Hari Blogger 27 Oktober 2007 juga dideklarasikan di Jakarta. Demikian halnya peringatan Hari Blogger dalam kemeriahan Pesta Blogger 1-4 beberapa tahun kemudian juga dipusatkan di Jakarta. Semua perwakilan blogger dari berbagai daerah harus berbondong-bondong dating “sowan” ke Jakarta. Apakah kondisi ini memang harus demikian?

Menyadari nafas dan nuansa Pesta Blogger yang sentralistik, beberapa penggerak komunitas blogger di beberapa wilayah menggagas semangat untuk tidak selalu “Jakarta sentries”. Salah satu arus gagasan itu menjelma menjadi perkumpulan atau paguyuban Blogger Nusantara. Mempersatukan seluruh blogger di negeri ini dalam satu wadah bersama, sepertinya memang tidak mungkin dan justru hal ini seolah mengingkari realitas pluralitas di antara kita semua. Saya kira kehadiran Blogger Nusantarapun bukan dalam posisi atau kapasitas itu. Akan tetapi semangat dan spirit untuk menyambung tali persaudaraan diantara sesama anak bangsa dengan semaksimal mungkin memberikan kesempatan serta akses untuk blogger di luar pusat kekuasaan adalah kekuatan utama dari Blogger Nusantara.

Di samping itu, keberadaan Blogger Nusantara juga ingin memfasilitasi para blogger untuk mengedukasi diri dalam mengeksplorasi segala peluang positif blog. Blog tidak semata menjadi media untuk mengungkapkan pikiran, pendapat, gagasan, ataupun curahan hati, namun blog bisa juga dijadikan media untuk mendapatkan profit. Demikian halnya dengan upaya pendampingan komunitas-komunitas blogger di daerah dalam pelaksanaan agenda kegiatannya, terutama menghadapi kendala klasik seperti minimnya dukungan dana, masalah sponsorship, dan networking, juga menjadi perhatian Blogger Nusantara.

Bukan sekedar sampai di tataran konsep dan gagasan, Blogger Nusantara telah membuktikan diri mampu menggalang kekuatan untuk menyelenggarakan event kumpul blogger terbesar yang dihadiri lebih dari 1000 blogger dalam Kopdar Akbar Blogger Nusantara yang berlangsung akhir Oktober 2011 di Sidoarjo, Jawa Timur. Kini kopdar akbar ke dua tengah dipersiapkan untuk dihelat di Makassar, 9-11 November 2012.

Ada tantangan besar yang harus dijawab oleh Blogger Nusantara sendiri terkait event besar mengumpulkan blogger dari seluruh penjuru tanah air di luar Pulau Jawa dan di Kawasan Indonesia Timur untuk pertama kalinya. Di sinilah semua komponen blogger yang memiliki komitmen dan aspirasi selaras dengan Blogger Nusantara mendapatkan tantangan untuk datang, tentu saja dengan keterbatasan dana dan waktu, menembus batas darat, laut, dan udara. Di sisi lain, rekan-rekan panitia di Anging Mamiri juga menghadapi tantangan untuk menghimpun segala kekuatan dalam mengorganisir dan mengelola event kopdar akbar ini.

Satu hal yang perlu dicatat untuk kita renungkan bersama, bahwa sedari dahulu kala nenek moyang dan pendahulu bangsa ini menghadapi kendala yang jauh lebih rumit dan kompleks sesuai dengan keadaan jaman waktu itu, untuk mengikrarkan semangat persatuan Indonesia. Akan tetapi hingga saat ini kita semua melihat bahwa Indoenesia tegak berdiri sebagai bangsa yang besar. Spirit, semangat, kekuatan batin untuk bersama, untuk guyub, untuk bersatu itulah yang mampu menghadapi dan mengalahkan semua kendala jaman yang dihadapi. Dari sanalah seharusnya semua Blogger Nusantara memiliki keyakinan bahwa kita juga bisa. Semoga sukses untuk Kopdar Akbar Blogger Nusantara 2012 di Makasar, 9-11 November 2012. Salam Blogger!

Gambar diambil dari sini, sini, dan sini.