TITIK  AWAL GERAK BLOGGER ASEAN

Setelah rasan-rerasan selama satu tahunan, akhirnya Komunitas Blogger ASEAN yang mulai diperkenalkan dalam Seminar bertema Piagam ASEAN dan pembentukan ASEAN Community 2015, 7 Agustus 2010 di Bekasi benar-benar telah mulai terwujud. Deklarasi ASEAN Blogger Community telah dilaksanakan April 2011 dengan mendaulat Iman Brotoseno sebagai chairman Indonesian chapter. Bola salju segera menggelinding dengan diadakannya Sarasehan Peran Blogger ASEAN dalam Kerjasama Ekonomi dan Sosial Budaya ASEAN-Mitra Wicara di kota Yogyakarta, 9 Juli lalu.

Selanjutnya dalam rangka HUT ke-44 ASEAN, kembali dengan dukungan penuh dari Ditjen Kerjasama ASEAN Kemenlu dan Sekretariat Jendral ASEAN, digelarlah ASEAN Blogger Workshop and Photo Exhibition on ASEAN Community 2015 and Its Cooperation with Dialogue Partners di Museum Bank Mandiri Jakarta, 6-7 Agustus 2011.

Acara yang diikuti oleh lebih dari 150 blogger dari berbagai komunitas, seperti BHI, B-Blog, deBlogger, d-Blogger, Kompasiana, Kopdar Jakarta, Blogor, dan Pendekar Tidar ini dimulai tepat pukul 13.00 WIB. Dengan pembawa acara Eko S Hape, acara pembukaan disemarakkan dengan penampilan tari Lenggang Nyai dari teman-teman kesenian UNJ. Selanjutnya sambutan-sambutan awal disampaikan oleh Deputi Sekjen ASEAN Bagas Hapsoro dan Ketua ASEAN Blogger Community Iman Brotoseno.

Dalam sambutannya Bagas Hapsoro menyampaikan apresiasinya atas inisiatif blogger Indonesia untuk mengawali pembentukan ASEAN Blogger Community dalam mendukung terwujudnya ASEAN Community 2015.  Bahkan tak kalah Presiden SBY pada pembukaan KTT ASEAN ke-18 meberikan pernyataan terbuka bahwa pembentukan ASEAN Blogger Community merupakan gagasan inovatif yang brilian dalam rangka turut mempercepat terwujudnya ASEAN Community 2015 melalui jalur people to people relationships.

Sedangkan Iman Brotoseno selaku chairman ASEAN Blogger Community chapter Indonesia memberikan gambaran tentang maksud dan tujuan agenda yang dilaksanakan. Bangsa-bangsa ASEAN disatukan oleh persamaan geografi, geopolitik, sejarah dan ranah social budaya. Untuk lebih mengenal saudara-saudara kita di ASEAN maka sengaja digelar pameran fotografi dan lukisan. Foto dan gambar adalah media komunikasi yang mempu bercerita mengungkap berbagai dimensi informasi. Dari kedua wahana tersebut kita dapat mengenal berbagai segi persamaan dan keragaman budaya yang dimiliki bangsa ASEAN. Ia mencontohkan, ada beberapa kemiripan tradisi pasar apung di Banjarmasin dengan Bangkok. Ada pula pembauran bahasa Melayu yang melingkupi beberapa negara ASEAN.

Sesi pertama diisi dengan paparan tentang Kerjasama ASEAN dengan Mitra Wicara dengan narasumber Dirjen Kerjasama ASEAN Djauhari Oratmangun dan Delegasi Uni Eropa Jan-Willem Blankert. Diskusi dimoderatori oleh Dubes RI untuk ASEAN Hazairin Pohan. Bapak Djauhari Oratmangung memaparkan tentang perkembangan capaian terkini yang telah dilakukan ASEAN melalui pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri, diantaranya penyelesaian sengketa beberapa pulau di Laut China Selatan, mediasi dialog perdamaian antara Korea Selatan  dan Korea Utara, mediasi konflik yang terjadi di perbatasan Thailand dan Kamboja, serta mediasi dialog antara Menteri Luar Negeri Pakistan dan India.

Lebih lanjut disampaikan manfaat yang dapat dirasakan dengan adanya perkumpulan ASEAN, diantara terwujudnya situasi keamanan dan perdamaian yang kondusif  di kawasan regional Asia Tenggara. Hal lainnya adalah tercapainya kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia sehingga beberapa negara besar memerlukan untuk bermitra wicara dengan ASEAN. Negara-negara tersebut seperti Rusia, Amerika Serikat, China, Jepang, dan India. Disampaikan pula tentang akan digelarnya Asia Regional Forum yang melibatkan 27 negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik, serta Uni Eropa. Diharapkan keberadaan ASEAN akan semakin dirasakan oleh masyarakat di tingkat bawah.

Sementara itu Special Adviser Europe Union for ASEAN, Jan-Willem Blankert menekankan tentang pergeseran inovasi teknologi internet. Peluang ini bisa dijadikan media untuk lebih mengintensifkan berbagai bentuk kerja sama yang strategis dan saling menguntungkan diantara bangsa-bangsa di belahan dunia. Posisi ASEAN menjadi demikian penting karena menguasai pertumbuhan dan pangsa pasar yang sangat besar. Diperkirakan pusat ekonomi dunia akan bergeser ke Asia Pasifik dan ASEAN akan sangat berperan untuk mempercepat terwujudnya hal itu.

Setelah sesi pertama berakhir, dilakukan acara pembukaan pameran fotografi dan lukisan dengan pemotongan pita secara bersamaan oleh Dirjen Kerjasama ASEAN, Deputi Sekjen ASEAN, Dubes ASEAN, dan Special Advisor Europe Union. Acara ini sangat semarak karena foto-foto dan gambar yang ditampilkan sangat atraktif dan melalui kedua media tersebut peserta dalam lebih dalam menghayati keberagaman dan kekayaan nuansa budaya bangsa ASEAN.

Sesi ke tiga dilajutkan dengan pemaparan bertema Memahami budaya ASEAN melalui dunia fotografi. Bertindak sebagai narasumber dalam sesi ini Barry Kusuma (blogger) dan Deniek Sukarya (Fotografer) dengan moderator Wisnu Dewobroto. Di sesi ini dikupas tuntas mengenai trik dan tips melakukan pemotretan dari sisi peralatan, teknis, hingga pendekatan-pendekatan persuasif kepada masyarakat lokal yang akan menjadi obyek pemotretan.

Sesi akhir diisi dengan tema Memahami budaya ASEAN melalui perjalanan wisata oleh pembicara Shita Laksmi (blogger) dan Nancy Margaretha (couch surfing) dengan dipandu Indriyanto Banyumurti. Berbagai pengalaman perjalan wisata dibagi gratis pada sesi ini, mulai dari perencanaan, transportasi, akomodasi hingga soal budgeting. Para peserta sangat antusias dengan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang tanpa terasa mengantarkan ke detik-detik menjelang adzan Maghrib dan memaksa acara harus diakhiri. Acara workshop ditutup dengan buka puasa bersama dan sholat berjamaah.

Satu oleh-oleh istimewa yang memberikan peluang kepada para blogger untuk menjadi peserta observer dalam KTT ASEAN ke-19 yang akan digelar di Bali pada bulan November mendatang, yaitu lomba penulisan artikel tentang peran ASEAN Blogger Community untuk mempercepat terwujudnya ASEAN Community 2015. Informasi selengkapnya tentang lomba tersebut dapat dibaca di sini.

Drigahayu HUT ASEAN ke-44, menuju One Vision, One Identity, One Community!

Gajah Mada, 8 Agustus 2011