PAMERAN AKBAR PERTANIAN

Deretan kepulauan di jalur khatulistiwa ini dikenal sebagai Nusantara. Konon katanya, negeri inilah negeri tersubur di planet bumi. Orang bilang tanah ini tanah surga, tongkat dan batupun bisa jadi tanaman. Inilah kemurahan Kang Hakaryo Jagad yang menganugerahi bumi Nusantara dengan sederetan gunung berapi yang menjadi sumber pupuk vulkanik bagi sawah dan ladang perkebunan yang terhampar.

Meskipun memiliki luas perairan laut yang lebih dominan, negeri ini tetap terkenal sebagai salah satu negeri agraris. Dan memang kenyataannya mayoritas penduduk di bumi pertiwi ini masih menggantungkan penghidupannya dari sektor pertanian.

Dikisahkan menurut ramalan jangka jayabaya bahwasanya negeri Nuswantara akan mengalami jaman kemakmuran, murah sandang lan pangan setelah kedatangan penjajah bangsa asing yang hanya seumur jagung. Memang Jepang pernah menjajah negeri ini selama 3,5 tahun, dan kemudian bangsa ini berdiri tegak sebagai bangsa yang merdeka. Namun apakah benar negeri ini telah menemukan jaman kemakmurannya.


Menurut para sesepuh dan para simbah, memang jika dibandingkan dengan masa muda mereka, negeri ini relatif lebih terpenuhi kebutuhan sandang dan pangannya. Di masa lalu hanya segelintir orang yang dapat makan nasi, namun hari ini, rata-rata masyarakat kita di semua strata telah merasakan nikmatnya makan nasi. Bila dulu para tetua hanya makan nasi sekali, ditambah dengan thiwul, growol, gathot, atau sego jagung, namun hari ini banyak penduduk telah makan nasi dua hingga tiga kali sehari. Ini tentu saja tanpa menafikan bahwa masih banyak pula saudara kita yang terpaksa masih makan nasi aking. Dan ini tentu saja pekerjaan rumah bagi setiap pihak yang terkait untuk dapat lebih meratakan pembagian kue pembangunan secara adil dan merata.

Sebagai bangsa yang ditopang dari tanah pertanian, sudah seharusnya bila negeri ini banyak melakukan riset, pengembangan dan inovasi baik dalam penemuan bibit unggul, pemuliaan tanaman, termasuk di sektor perkebunan holtikultura dan peternakan. Dan sebagai salah satu bukti beragamnya varietas jenis tanaman yang telah dikembangkan selama ini, sampeyan dapat menjumpainya di Agro Expo yang digelar rutin setiap tahun di Soropadan, Kabupaten Temanggung.

Dengan lokasi yang sangat strategis di tepian Jalan Magelang-Semarang, lokasi pameran ini menempati areal tidak kurang dari 10 ha. Bertepatan dengan liburan kenaikan sekolah, di sini selalu digelar pameran segala hal yang berbau pertanian, mulai dari sektor pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, tanaman hias, hingga berbagai produk olahan hasil pertanian.

Memasuki area dari Gerbang Selatan, kita dapat langsung memasuki stan tanaman hias. Di sini ada berbagai rupa aggrek, anthorium, hingga aglonema. Bergeser ke sisi utama, kita akan memasuki sebuah pendopo lesehan yang dapat dipergunakan untuk acara keluarga, sarasehan, hingga pentas seni. Pendopo ini makin terasa sejuk dan adem ayem dengan suara kecipak berbagai jenis ikan yang menghuni kolam di sekeliling pendopo. Ada ikan mujahir, nila, bawal, tambro, tawes dan tentu saja gurame. Tempat ini sangat sesuai untuk mengenalkan anak dengan jenis ikan lokal air tawar kita. Tentu saja pengalaman anak kita akan lebih lengkap bila anak kita dapat mancing iwak plastik sebanyak-banyaknya!

Bergerak ke sisi kiri, kita akan tlusuban di bawah pohon waluh oranye yang tertata apik di atas anjang-anjang yang sekaligus memayungi jalan penghubung di bawahnya. Sejurus kemudian kita akan menjumpai berbagai stan pameran dengan beragam paroduk yang dipamerkan. Ada stan hewan peliharaan seperti kelinci, hamster, ikan hias, bahkan binatang mainan anak semisal pong-pongan. Ada pula stan produk perkebunan unggulan, diantaranya salak pondoh, salak nglumut, ketela pohon, buah lontar, jeruk bali, durian, termasuk melon dan semangka. Ada lagi stan beraneka ragam bibit. Ada jagung, padi-padian, hingga tanaman perkebunan dan holtikultura seperti mangga, rambutan, klengkeng, durian, jambu dan lain sebagainya.

Selain produk mentahan, kita juga dapat menjumpai makanan olahan dari berbagai hasil pertanian dan buah-buahan. Ada beraneka keripik, krupuk, aneka kue tradisional dan modern, berbagai olahan manisan, sirup-sirupan,  dan masih banyak lagi yang lainnya.

Lebih lengkap lagi stan yang menjajakan berbagai rupa alat permainan anak yang masih tradisional. Di sini kita dapat menemukan othok-othok, klithikan, bedug-bedugan, kendang kecil, ketipungan, gangsingan, icik-icik, thoet-thoet, bahkan kapal api berbahan bakar lengo klentik yang sangat legendaris itu. Semua tentu saja dijual meriah, dan yang pasti dapat mengembalikan memori kita pada permainan tradisional yang murah, kreatif dan sangat bersahabat dengan alam.

Di sebelah bawah sisi tenggara lokasi pameran, kita akan mendapatkan tempat pameran berbagai jenis ternak. Ada sapi, sapi potong, sapi perah, termasuk pedhetnya. Ada pula kambing etawa, wedhus gembel, wedhus kacang, namun sayang tidak ada dombosnya Wonosobo. Terlihat sapi super berat yang nglemprok tanpa bisa berdiri karena bobot tubuhnya yang melebihi satu ton. Konon sapi simmetal ini keturunan dari sapi di negeri Kangguru.

Berdampingan dengan stan ternak besar, terhampar luas areal sawah percontohan. Di sini berbagai cara bertanam berupa tanaman pertanian diperagakan. Mulai dari lombok, sawi, colt, jetsin, lubis kembang, kangkung, bayam, kacang panjang, buncis, kedelai, kacang ijo, ketimun, melon, semangka, terong, termasuk beraneka varietas padi-padian. Dengan tatanan sawah yang dilengkapi pematang sawah nan berkelok, para pengunjung sengaja diajak untuk menelusuri satu per satu tanaman secara detail dan seksama.

Manusia senantiasa hidup dan berdampingan dengan alam. Bagaimana alam akan memberikan kemanfaatan kepada manusia adalah tergantung daripada perlakuan manusia sendiri terhadap alam. Sudah saatnya kita bersahabat kembali dengan alam. Agro Expo ini saya rasa salah satu manfaatnya adalah mendekatkan kembali manusia dengan alam sekitarnya. Ini tentu saja sebuah media pembelajaran yang sangat baik, khususnya bagi anak-anak. Maka jadikan acara ini sebagai agenda rutin tahunan kita. Sampeyan ingin  ke Agro Expo Soropadan, pastikan setiap pertengahan tahun di pinggiran Jalan utama  Magelang-Semarang. Anda tidak akan pernah rugi! Sampai jumpa di Agro Expo Soropadan tahun depan!

Taman Sari, 28 Juni 2010